<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465</id><updated>2011-06-30T11:19:19.205+07:00</updated><title type='text'>SHORAI</title><subtitle type='html'>Shorai is originally from Japan, means Future. Shorai is a name for my future son. This blog is dedicated to my husband, my future son and also for my self. This is about our family and how we're dealing with our future life.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>68</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-9149007643910250979</id><published>2009-02-16T12:51:00.002+07:00</published><updated>2009-02-16T13:01:43.813+07:00</updated><title type='text'>Dzaki &amp; Ultah</title><content type='html'>Seorang anak, entah dia dengan kebutuhan special atau tidak, tetaplah seorang anak.&lt;br /&gt;Seorang anak dengan keinginannya, dengan dunianya, dan pemikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang sangat berharga bagi saya,&lt;br /&gt;Adalah hal sederhana,   Dzaki anak saya dengan kebutuhan special, yang saya kira selama ini mungkin tidak "aware", "tidak tertarik", atau "belum paham" tentang perayaan Ulangtahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 kali ulangtahunnya dirayakan dirumah, bersama keluarga besar.&lt;br /&gt;Saya rasa, belum saatnya mengadakan pesta yang lebih ramai, disekolah atau di rumah makan.Bahkan seingat kami, Dzaki selalu terganggu di dalam suasana berisik dan musik dengan banyak orang. Beberapa kali kami ke ulangtahun anak saudara atau teman, berakhir dengan Dzaki menangis gelisah, dan kamipun cepat2 pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hari ini, betapa saya dikejutkan. Bahwa anak saya telah "mengerti" dan punya keinginan akan pesta ulangtahun.&lt;br /&gt;Hari ini ada perayaan ultah teman di sekolahnya. Acar tiup lilin, menyanyi dan memberikan kado. Kata baby sitternya, Dzakipun maju ikut meniup lilin di kue tart, selain itu diapun menghampiri tumpukan kado dan ingin membukanya. Tentu saja tidak boleh, karena hari ini bukan ulang tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzakipun ngambek, menangis di pojok kelas. Perlu waktu untuk membujuknya pulang seusai pesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang, karena Dzaki sudah dapat menikmati kemeriahan pesta, dengan banyak teman dan musik. Namun saya sedih, karena ultahnya sudah berlalu bulan lalu, dan Dzaki tidak mendapatkan perayaannya di sekolah. Saya berjanji, tahun depan adalah pestanya yg keempat dan disekolah, bersama teman temannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-9149007643910250979?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/9149007643910250979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=9149007643910250979' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/9149007643910250979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/9149007643910250979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2009/02/dzaki-ultah.html' title='Dzaki &amp; Ultah'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-5077108326090993999</id><published>2009-01-21T09:12:00.002+07:00</published><updated>2009-01-21T09:32:38.542+07:00</updated><title type='text'>Banjir lagi Banjir lagi</title><content type='html'>Hueeeeeeeeee akhirnya kebanjiran juga. Setelah minggu kemarin sport jantung atas karena hujan lebat berhari hari dan sungai di klapa gading meluap, lega banjir ga masuk rumah. Kemudian beberapa hari panas, tiada hujan, dan selokan selokan pun telah kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weekend kemarin pun adem ayem. Minggu tgl 18 Januari kemarinpun dilewati dengan tenang, dan tengah malam kami masih sempat mengikuti perkembangan kebakaran di Pertamina Plumpang di TV, dan asapnya pun dapat kami lihat dari tempat jemuran di atas. beberapa wargapun sempat keluar rumah.Lpkasi plumpang sekitar 5-7 kilo dr kompleks kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan pun turun mulai jam 2:00 pagi, semua terlelap. Mama terbangun jam 4 pagi, dan mengangkat Dzaki yg suka menggelinding di lantai saat tidur. Mama ke kamar mandi, ternyata di tempat wudhu dan cuci depan kamar mansi sudah tergenang air hitam. Mama langsung melihat keluar jendela, Ya Tuhan, jalanan depan rumah banjir, dan hujan deras sekali. Khawatir karena ketinggian air sudah mencapai tepian teras, mama langsung membangunkan papa dan suster. Kami segera mengangkat barang2 yg masih ada di permukaan lantai, sepatu2, kasur kecil Dzaki di lantai, kulkas dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata benar, tidak sampai 10 menit kemudian air hitam mulai menerobos celah pintu ruang tamu. Hujan deras, dan warga masih lelap. Ada satpam lewat dan berusaha membangunkan warga sekitar. Mama dan Papa juga berusaha membantu menngedor pintu rumah pak RT disebelah. Papa segera menyelamatkan mobil ke tempat lebih tinggi. Warga yg mulai bangunpun segera memindahkan kendaraan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Adzan subuh, air setinggi mata kaki sudah merata di seluruh rumah. Hanya dapur yg letak ubinnya lebih tinggi yang masih kering. Untung Dzaki masih lelap setelah begadang sampai jam 1 malam. Hujan sudah berhenti. Kami langsung menyeroki air keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 6:30 air sudah terserok keluar. Mama mulai memasak, dan yg lain bersih2 rumah.Dzaki masih lelap boboknya. Untung lah, karena dengan demikian kami bisa bersih bersih dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air di jalanan masih tinggi, bahkan di rumah  tetangga yg terletak di lokasi yg lebih rendah, masih tergenang air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzaki bangun jam 11 siang, saat itu rumah sudah bersih, walau jalanan depan masih tergenang. Mama kena encok pegel linu (sudah lama ga kerja fisik nih).Maka kami bergantian tidur dan menjaga Dzaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu beberapa anak warga yg rumahnya masih belum beres main kerumah, saat orangtua mereka beres beres rumah dan istirahat. Dzaki senang dan senyum senyum melihat mereka datang dan bermain. Jalanan masih tergenang jadi Dzaki tidak bisa jalan jalan sore (uggh Dzaki suka banget main becek becek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bersyukur banjir tidak terlalu lama dirumah, namun rumah nenek kota 10 menit dari tempat kami  masih banjir selutut dan baru surut menjelang sore. Untuk kesana tidak memungkinkan krn jalurnya ditutup krn air setinggi paha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung sebelumnya mama bikin donat dan klepon yang banyak, hehe lumayan menghibur diri saat kerja keras menguras air di rumah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-5077108326090993999?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/5077108326090993999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=5077108326090993999' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5077108326090993999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5077108326090993999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2009/01/banjir-lagi-banjir-lagi.html' title='Banjir lagi Banjir lagi'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-3417168076552434996</id><published>2009-01-16T11:19:00.002+07:00</published><updated>2009-01-16T11:22:52.148+07:00</updated><title type='text'>Es Krim tanpa susu tanpa telor</title><content type='html'>Es Putarnya Mariena Payne, tanpa telor, tanpa susu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingredients:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;2 cups air matang &lt;/li&gt;&lt;li&gt;2 cups gula castor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;6 kantong teh hijau1 cup santan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Juice dari perasan 1/2 lemonB&lt;/li&gt;&lt;li&gt;eberapa tetes pasta Pandan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Directions:&lt;br /&gt;1.Masak air dengan gula dengan api kecil, aduk2 sampai gula larut.&lt;br /&gt;2. Biarkan mendidih, lantas masukkan kantong teh, sambil di aduk aduk.&lt;br /&gt;3. Angkat dan dinginkan, buang kantong teh nya.&lt;br /&gt;4. Tambahkan air lemon, dan pasta pandan, lantas aduk sampai rata.&lt;br /&gt;5. Masukkan dalam kulkas kira2 1 jam, lantas tambahi santan, aduk rata.&lt;br /&gt;6. Tuang ke dalam wadah yg pendek ( spy cepet beku nya ), masukkan ke dalam freezer.&lt;br /&gt;7. Kalo bagian pinggir mulai kelihatan beku an, keluarkan dari freezer.&lt;br /&gt;8. Masukkan ke mixer atau blender, blender kira2 5 menit.&lt;br /&gt;9. Tuang lagi dalam wadah nya, lantas masukkan freezer lagi.&lt;br /&gt;10. Ulangi proses blender dan freezer sampai 2 atau 3 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm next time diutak atik rasa lain ah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-3417168076552434996?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/3417168076552434996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=3417168076552434996' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/3417168076552434996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/3417168076552434996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2009/01/es-krim-tanpa-susu-tanpa-telor.html' title='Es Krim tanpa susu tanpa telor'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-8687100325679320964</id><published>2009-01-14T12:36:00.002+07:00</published><updated>2009-01-14T12:38:38.062+07:00</updated><title type='text'>PR Dzaki</title><content type='html'>PR SI Dzaki :&lt;br /&gt;1. Brushing&lt;br /&gt;2.Tengkurap di atas bola besar dan dijalankan&lt;br /&gt;3. Tengkurap bertumpu pada kursi dan memindahkan ring&lt;br /&gt;4. Pijet2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua 3 kali sehari&lt;br /&gt;Dzaki paling suka bagian pijet2 (wah ini mama juga mau hehe)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-8687100325679320964?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/8687100325679320964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=8687100325679320964' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8687100325679320964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8687100325679320964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2009/01/pr-dzaki.html' title='PR Dzaki'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-4039549390908111254</id><published>2009-01-14T07:41:00.003+07:00</published><updated>2009-01-14T08:41:54.264+07:00</updated><title type='text'>Musim Banjir tlah Tiba</title><content type='html'>Kemarin jam 6.30 pagi, berangkat ke kantor, ternyata untuk keluar Kelapa Gading terhalang macet dan genangan air. Sungai di samping MKG pun sdh setinggi jalan. Mama memutuskan kembali kerumah, belanja beras dan kebutuhan dipasar, mengangkati barang barang dirumah. Dzaki masih bobok. Papa yang sedari pagi sudah males berangkat, memutuskan untuk off. Mama berangkat ke kantor naik busway, jam 9.00. Jalanan perintis hingga Cempaka Putih menjelang RS Islam memang menggenang. Maka busway pun tersendat, karena kendaraan memasuki jalur busway untuk menghindari genangan yang lebih mirip kubangan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kantor jam 10.30, cuaca sudah cerah. Sore pulang sedikit gerimis, tapi lancar. Genangan yang ada di pagi hari pun sudah surut. Dzaki dan papa seharian main di rumah nenek (nenek kota). Hmfff papa bukannya mberesin rumah siap siap banjir dan beli perbekalan....gas dirumah pun ga diisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi keadaan jauh lebih parah. Luapan sungai sudah memenuhi jalanan. Beberapa sudah masuk ke kompleks perumahan. Jalanan depan mall, kemudian depan ruko2 ke arah Artha Gading, sudah tergenang. Papa (yg dah mungkin bolos lg) dan mama berangkat dengan cemas. Apalagi hujan deras.Dzaki masih bobok. Mungkin siang nanti jika hujan masih mengguyur mama ijin agar bisa mengungsikan Dzaki, karena takut nanti sore-malam air tambah tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barusan menelepon suster , laporan hujan masih deras dan...gas habis (haiyaaaaaa kemarin yg off seharian kok ya ndak beli, off malah main ke nenek kota seharian, bukannya belikan perbekalan).Takutnya semakin siang air sudah tinggi dan ga bisa kemana mana lagi untuk beli logistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga moga Banjir ga masuk ke rumah Dzaki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-4039549390908111254?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/4039549390908111254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=4039549390908111254' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/4039549390908111254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/4039549390908111254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2009/01/musim-banjir-tlah-tiba.html' title='Musim Banjir tlah Tiba'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-1502200827447066591</id><published>2009-01-12T13:06:00.007+07:00</published><updated>2009-01-12T13:20:19.229+07:00</updated><title type='text'>SOTO SAPI BATAS KOTA-KEBUMEN</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWrgRTVQHqI/AAAAAAAAAL4/pKxZy0BEidc/s1600-h/IMG_4609.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290287300151877282" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWrgRTVQHqI/AAAAAAAAAL4/pKxZy0BEidc/s320/IMG_4609.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWrgLHaYhAI/AAAAAAAAALw/KKL70OlJ3d8/s1600-h/IMG_4612.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290287193872958466" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWrgLHaYhAI/AAAAAAAAALw/KKL70OlJ3d8/s320/IMG_4612.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWrgCvoKnAI/AAAAAAAAALo/4EEYEDbQEKs/s1600-h/IMG_4615.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWrflGgINnI/AAAAAAAAALg/QM3piVeMg0U/s1600-h/Soto+sapi..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290286540793591410" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWrflGgINnI/AAAAAAAAALg/QM3piVeMg0U/s320/Soto+sapi..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya tempat ini tidak sengaja dapatnya. Waktu balik dari Yogya ke Jakarta, kami berangkat subuh. Jam 9 pagi perut sudah keroncongan karena berangkat tanpa sarapan. Pas didaerah Kebumen, celingak celinguk cari tempat makanan (karena masih pagi memang banyak yg belum buka). Akhirnya mata tertambat pada pondok di sebelah kiri (dari arah Yogya) dengan spanduk hijau "RM HIDAYAHBATAS KOTA, SOTO SAPI". Ada beberapa mobil Plat "B" disana, belum terlalu ramai.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;So gambling gambing , karena memang belum pernah coba, tapi perut sudah lapar apadaya, harus berani coba. Ternyata uhuuuy ga salah firasat, tempatnya lumayan nyaman, bersih., cukup luas dan banyak pilihan, mau duduk di warung bagian depan dalam ruangan, di emperan dengan angin sepoi2, atau lesehan di bangunan sebelah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Soto sapi kuah bening dengan daging yang lembut pun terhidang. Nasinya dipiring terpisah uhuuuy porsinya gede banget. Masih ada pengiring gorengan tempe mendoan. Menu lain adalah nasi rames, dan ada menu....ehm ehm balado petai.......nyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pesan 1 nasi rames (dengan 2 sayur dan 1 ikan), 3 soto sapi, 2 nasi putih dan 3 teh manis cuman bayar 46 ribu. Murah tenan, wareg pisan. Cihuuuy perbendaharaan tempat isi perut di perjalanan pun bertambah 1.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;RM HIDAYAH BATAS KOTA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;(200 meter sebelum tugu batas Kebumen, dr arah Yogya)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-1502200827447066591?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/1502200827447066591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=1502200827447066591' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/1502200827447066591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/1502200827447066591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2009/01/soto-sapi-batas-kota-kebumen.html' title='SOTO SAPI BATAS KOTA-KEBUMEN'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWrgRTVQHqI/AAAAAAAAAL4/pKxZy0BEidc/s72-c/IMG_4609.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-1054640503686649499</id><published>2009-01-09T15:37:00.002+07:00</published><updated>2009-01-09T15:46:15.743+07:00</updated><title type='text'>Dzaki &amp; Ice Cream</title><content type='html'>Dzaki sulit menerima makanan yang baru, entah kue, buah, puding, snack.&lt;br /&gt;Entah kenapa untuk ice cream dia sangat suka. Mungkin karena texturnya lembut dan rasanya, serta sensasi dingin ice cream. Tapi puding kok ga mau ya (???)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan yang lalu tepatnya Dzaki mulai kenal ice cream. Itu karena tiap kali ke mall, dia lama melihat konter gellato, berdiri didepannya, akhirnya saya belikan, walau tdnya saya mikir " ah pasti ditolak seperti tawaran makanan lainnya". Tak dinyana, sesendok demi sesendok, Dzaki mulai makan, sampai 10 sendok, dan dia senyum senyum senang.&lt;br /&gt;Dan tiap kali ke mall, pasti Dzaki akan berhenti lama dan baru beranjak jika dibelikan Gellato.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun dengan ice cream, suatu sore lewatlah gerobak Walls di perumahan. Anak anak pun berlarian. Dzaki pun menarik2 saya agar ikut ke gerobak Walls. Akhirnyapun saya belikan 1 cup dan...ludes. Yang saya heran ...kok Dzaki bisa tahu ya bahwa yang lewat itu gerobak ice cream, apakah dari belnya, atau gambar2nya? I mean, kan banyak gerobak roti, siomay, macam2 makanan yang lewat. Berarti Dzaki sdh bisa membedakan yang liwat donk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan mama adalah, membuat ice cream homemade bebas telur, susu sapi dan pemanis sintetis, serta perasa buatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-1054640503686649499?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/1054640503686649499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=1054640503686649499' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/1054640503686649499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/1054640503686649499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2009/01/dzaki-ice-cream.html' title='Dzaki &amp; Ice Cream'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-5057701099945644646</id><published>2009-01-09T07:46:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T07:53:35.965+07:00</updated><title type='text'>Masalah Tidur Dzaki</title><content type='html'>Tidur merupakan salah satu problem Dzaki. Jaman sejak usia 4 bulan sampai 1,5 tahun tidurnya agak mengerikan. Dalam 24 jam dia hanya tidur 2-4 jam. Dari saya pulang kantor sampai berangkat pagi Dzaki ga tidur. Atau, tidur siang 2 jam saja, dan semalaman tidak tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengikuti SI dan berenang, sdh agak lumayan, sempat tidurnya menjadi normal. Kalau akhir akhir ini, jam tidurnya yang kebalim -balik. Walaupun total tetap 8-10 jam, tetap saja memusingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini beberapa polanya yang ga teratur :&lt;br /&gt;- Kalau Dzaki bangun jam 10 pagi. Nanti tidur sore jam 3 atau jam 4, bangun jam 7 malam. Tidur lagi jam 2 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kalau Dzaki bangun jam 8 pagi, terus seharian ga bobok, sekolah, main. Diusahakan ga bobok sore atau siang. Terus jam 8 tidur (kami langsung lega). Apa yang terjadi? Dia bangun jam 2 malam, dan main sampai jam 7 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kami bawa berenang lagi siang, sore kecapekan tidur, jam 9 malam bangun lagi, main sampai jam 1 malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum ketemu nih polanya yg bs benar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-5057701099945644646?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/5057701099945644646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=5057701099945644646' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5057701099945644646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5057701099945644646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2009/01/masalah-tidur-dzaki.html' title='Masalah Tidur Dzaki'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-2338189266848908377</id><published>2009-01-07T12:41:00.005+07:00</published><updated>2009-01-07T12:46:24.890+07:00</updated><title type='text'>Jaki baby</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWRBhKuX1GI/AAAAAAAAALY/NOFEXvI67I8/s1600-h/Bayi+Maniiiiiis..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288423900510147682" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWRBhKuX1GI/AAAAAAAAALY/NOFEXvI67I8/s320/Bayi+Maniiiiiis..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWRBatLyvvI/AAAAAAAAALQ/BkfHz7bIDxQ/s1600-h/bayi+beruang..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288423789501267698" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWRBatLyvvI/AAAAAAAAALQ/BkfHz7bIDxQ/s320/bayi+beruang..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWRBTa943eI/AAAAAAAAALI/NPLj7FoEntM/s1600-h/Baby+wortel..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288423664352026082" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWRBTa943eI/AAAAAAAAALI/NPLj7FoEntM/s320/Baby+wortel..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWRBN60M4-I/AAAAAAAAALA/I8nrQrCXnwk/s1600-h/adek+Dzaki..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288423569822114786" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWRBN60M4-I/AAAAAAAAALA/I8nrQrCXnwk/s320/adek+Dzaki..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWRBHSx7ILI/AAAAAAAAAK4/uy1p7cukRkE/s1600-h/P1050582.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWRAsTwE7SI/AAAAAAAAAKw/QDu2jT4KBLc/s1600-h/Jaki+di+pakem..JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-2338189266848908377?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/2338189266848908377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=2338189266848908377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2338189266848908377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2338189266848908377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2009/01/jaki-baby.html' title='Jaki baby'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWRBhKuX1GI/AAAAAAAAALY/NOFEXvI67I8/s72-c/Bayi+Maniiiiiis..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-6403456451137733897</id><published>2009-01-06T14:19:00.009+07:00</published><updated>2009-01-12T12:57:08.763+07:00</updated><title type='text'>Alternatif yang patut dikunjungi di Yogya</title><content type='html'>Ini adalah hal hal relative baru, jika sdh bosan dgn oleh2 yang itu itu saja, atau makanan yang itu itu saja dari kampung saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Heraton Craft&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Usaha kerajinan tas anyaman, langsung ke pengrajinnya.&lt;br /&gt;Kalau mau ke arah Kaliurang, di SPBU kilometer 9, sebrangnya ada gang masuk. Masuk saja terus, lurus, nyeberang persawahan, tanyakanlah Heraton kerajinan tas. Maka penduduk sekitar pasti akan memberi petunjuk. Harga karena dari pembuatnya, jauh lbh murah dr yang sudah dipajang di Mirota Batik atau Butik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat lengkap :&lt;br /&gt;Heraton CraftPusat Kerajinan Tas Anyaman Palgading, Siduharjo, Ngaglik, Sleman JI. Kaliurang Km.10Tel: (0274) 886630 HP: (0818) 815804&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. PIA DEVA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang bosen bakpia biasa, ini inovasi bakpia, kulitnya keras, bentuknya kotak,lebih tahan lama.Isinya macam2 keju, coklat, nanas dll. Salah satu gerainya paling mudah didapat yaitu di sebelahnya RM Ayam Goreng Suharti, jl. Laksda Adicucipto (tahu kan, yg mau ke Bandara). Disampingnya ada kios tulisan "PIA DEVA" warna hijau.Kemasannya juga hijau terang yg menarik. Harga Rp. 11.000,- - Rp. 12.000,-. Ada juga ampyang coklat, tapi rasanya mirip biskuit kue semprit rasa coklat yg dikasih kacang . Info lengkap PIA DEVA klik disini : &lt;a href="http://www.trulyjogja.com/index.php?action=news.detail&amp;amp;cat_id=3&amp;amp;news_id=951"&gt;PIA DEVA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;3. Bakmi Pasar Colombo (malam)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena lelah ngantre di bakmi KADIN, cobalah bakmi Colombo, jalan Kaliurang Km. 7. Di sebelah kanan (dari arah kota Yogya) ada Pasar Colombo, mulai jam 7 malam jualan bakmi dan nasgor di pintu masuknya. Bakminya mantap, harga bersahabat (Rp. 7500,- yang biasa pake telor). Lesehan di pintu pasar, dan ngantrenya agak sabaran krn memasaknya satu satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Soto Sawah Bu Tin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sarapan soto kegemaran, tapi mau ke Soto Sawah yang dekat godean sana kok jauh. Nah di utara pasar Colombo (jalan Kaliyrang km 7) jalan keutara dikit. Jalan kaki aja cukup kok dari pasar. Ada warung &lt;strong&gt;"Soto Sawah Bu Tin".&lt;/strong&gt; Soto ayam yg segar, mantap, daging ayamnya lumayan (ga kayak soto2 ngetop itu yg smkn dikit isi sotonya). Potongan gorengan ati ampela pun siap dihidang dimeja. Minuman enaknya Dawet khas warung itu. Pagi jam 7 sdh buka. Lebaran kemarin buka. Klo kesorean sering habis.Warung kecil, pakai spanduk doang tulisannya. Ga pake ngantre.Penjualnya ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5.Coklat Monggo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Coklatnya di gerai mall Jakartapun sudah ada (salah satunya di Farmers Market MKG). Tapi kalau mau ke rumah produksinya, kalau pas sekalian jalan2 ke Kotagedhe, bisa mampir ke :&lt;br /&gt;CV. Anugerah Mulia/Cokelat MonggoJl. Dalem KG III/978 Rt. 043 Rw. 10,Kel. Purbayan Kotagede 55173Yogyakarta - IndonesiaTel: 0274-7102202Fax: 0274-373192email: &lt;a href="mailto:caca06mania@yahoo.comwww.chocolatemonggo.blogspot.com"&gt;caca06mania@yahoo.comwww.chocolatemonggo.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Teng teng Gepuk Macan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hmm siapa tak tahu ting ting kacang Garuda? Ini lebih dahsyat. Beda sama yg dijual dibungkus segitiga gambar klenteng. Ini bungkusnya kertas, lebih gede, harum dan kacangnya lebih nyoss.&lt;br /&gt;Di jual pembuatnya di kios keciiiil di rumahnya jalan &lt;strong&gt;Jagalan no 12 Yogyakarta.&lt;/strong&gt;Di Jalagan sebenarnya terkenal tukang jagal, sesuai nama jalan, dideretan penjagal dan penjual daging sapi di kios kios rumah. Harga enteng2nya 12-14 rb selusin. Ehm dijalan ini juga terkenal ayam goreng Code. Dr kios ini, terus lurus aja, beberapa meter, setelah lewat beberapa kios daging.&lt;br /&gt;Klo ga sempat ke Jagalan, atau ga nemu, enteng2 gepuk ini dijual juga siy di Konter Bandara Adisucipto, cuman harganya jadi 25-30 ribuan.Di toko oleh oleh juga ada kali yah, kemarin teman ada yg ngubek2 pusat oleh oleh ala jalan mataram katanya ga ada. Dia rindu enting2 yg kami bawa ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. ABON BU REJO&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang abon Yogya hanya abon 37 di Wijilan? Males ke Wijilan, sumpek antre. Dan abon ini ga kalah rasa, kualitas dan harga. Yg bikin ibunya teman. Gangnya diseberang gang rumah kakakku, jadi cukup dekat. Diproduksi skala rumah di dalam perumahan, kiosnya dirumah juga, ga pake macet, ngantre kayak di Wijilan. Abonnya abon sapi. Kalau beruntung pas kesana mereka baru masak abon, bisa ngintip ngintip, dan bau harum abon dr samping rumahnya. Alamat. Jl. Kaliurang kilometer 5 (dariUGM, prapatan selokan MM UGM ke Utara yak, arah kalau mau ke Kaliurang, tapi jangan sampai liwati perempatan ringroad apotik Kentungan, itu mah bukan kilometer 5 lagi. Liat ke deretan nama2 Gang Jawa di sebelah kanan (klo dr arah UGM), namanya : &lt;strong&gt;gang Grompol no 16. Telepon 0274-580925&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. SATE KLATHAK &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Informasi dari rekan Farkhan, satenya daging kambing. Aduuh saya belum pernah kesini, rasanya ini harus dikunjungi, apalagi waktu bukanya malam-malam. Klik disini untuk lengkapnya : &lt;strong&gt;&lt;a href="http://hermansaksono.com/2008/12/sate-klathak.html"&gt;SATE KLATHAK&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. BRONGKOS GADING&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terletak dekat plengkung Gading (alun alun Selatan). Duuh ini dekat rumah nenek, musti dicoba. Klik disini : &lt;strong&gt;&lt;a href="http://kinandria.blogspot.com/2008/12/nasi-brongkos-dimana-ya.html"&gt;BRONGKOS GADING&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;10. YAKKUM&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pusat Rehabilitasi penyandang cacat, letaknya mudah dicari. Kalau mau ke Kaliurang, lewat Jalan Kaliurang, sekitar km 15 (sebelum Universitas UII), sebelah kanan jalan (kalau dr Yogya) ada gedung panjang dgn tulisan YAKKUM. Disana dijual kerajinan tangan hasil kerja para anak didik disana, diantaranya diproduksi juga mainan edukatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;11. GADO -GADO COLOMBO&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hmm Gado -gado murmer dan porsi besar (di Jakarta Gado gado kemahalan rasanya hoho). Sebenarnya banyak Gado gado enak di Yogya. Di Pasat Bringhardjo ada Gado gado Bu Hadi, Di dekat palang kereta api ada Gado Gado Teteg yg porsinya jumbo, Di Dekat Universitas Sanata Dharma )jl. Mozes Gathotkaca) ada Gado gado Colombo, cabangnya juga ada di tengah kota, jalan Sagan. Petanya Klik disini &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.trulyjogja.com/index.php?action=news.detail&amp;amp;cat_id=2&amp;amp;news_id=62"&gt;Gado Gado Colombo cabang Sagan&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-6403456451137733897?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/6403456451137733897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=6403456451137733897' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/6403456451137733897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/6403456451137733897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2009/01/alternatif-yang-patut-dikunjungi-di.html' title='Alternatif yang patut dikunjungi di Yogya'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-8067408447199929106</id><published>2009-01-06T13:59:00.003+07:00</published><updated>2009-01-06T14:12:22.068+07:00</updated><title type='text'>Yang tertinggal di hati, dari Yogya</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWMEI00CCEI/AAAAAAAAAKg/jV4B8CRl8qc/s1600-h/Jaki+di+desa..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288074937125439554" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWMEI00CCEI/AAAAAAAAAKg/jV4B8CRl8qc/s320/Jaki+di+desa..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selain kangen sama nenek desa,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dzaki juga sangat krasan tinggal dirumah tantenya (kakak saya). Disana ada 2 sepupunya Haznan dan Aya, yg selalu mengajak Dzaki main dan becanda. Selama di Yogya Dzaki ga rewel, bangun tidur teratur, mandi ganti baju tanpa acara rewel dan....maemnya buanyaaaaaaaaaaak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya benar2 takjub, makannya lahap banget, bdhal ga disaring atau diblender. Plus mau ice cream sebagai pencuci mulut. Pdhal Suster baru balik kampung ke Wonosari.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di nenek di desa, Dzaki puas lari-lari trus ...main pasir dan tengkurap di depan kandang ayam sesukanya. Mandi dr gentong, dan sempat main di mata air dekat rumah nenek.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pas pulang Dzaki marah marah, ga mau maem, ga mau ganti baju, mandi nangis, dan melempari barang barang. Kali dia kesal, pulang lagi ke rumah. Sabar ya nak, nanti kalau libur kita main lagi ke desa nenek. Trus klo banyak rejeki beli property disini (amin amin), sukur2 bisa pindah ke desa untuk usaha baru (hohoho).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya jadi ingat diskusi dengan terapist saat sebelum liburan, barangkali jaman dulu autis juga sdh banyak, namum stimulus di lingkungan jaman dulu jauh lebih banyak dan sangat mendukung. Main pasir, main di alam. Dulu saya main di kali hampir tiap hari cari ikan wader (ikan kecil kecil), Dzaki main ke taman kota saja bisa dihitung dgn jari dgn sebulan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-8067408447199929106?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/8067408447199929106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=8067408447199929106' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8067408447199929106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8067408447199929106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2009/01/yang-tertinggal-di-hati-dari-yogya.html' title='Yang tertinggal di hati, dari Yogya'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SWMEI00CCEI/AAAAAAAAAKg/jV4B8CRl8qc/s72-c/Jaki+di+desa..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-5402479384362883037</id><published>2008-12-24T15:13:00.002+07:00</published><updated>2008-12-24T15:21:03.093+07:00</updated><title type='text'>New Year Eve</title><content type='html'>Akhir tahun ini liburan mama cukup panjang, dr 25 Deseber sampai 5 Januari next year. Wow senang banget, sayang Papa natal tetep masuk, dan seharusnya 30-31 masuk (tapi maksa cuti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzaki mau "mudik" ke Yogya, naik mobil, sama papa, mama dan suster.&lt;br /&gt;Mau ke rumah tante Yeni, ke rumah nenek dan eyang buyut. Rencana hiking dan berenang sepuasnya.Nginep di rumah tante Yeni, biar bisa main sepuasnya dengan sepupu2 .Dzaki paling suka main dengan anak kakak saya, yg berusia 4 tahun. Namanya Haznan, dia pandai sekali menghibur Dzaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan rekan yang merayakan Natal, Selamat Hari Natal. Dan Selamat Tahun Baru buat semua.&lt;br /&gt;Saya berdoa, agar Tuhan memberikan jalan lebih mudah bagi kami , kesehatan dan perkembangan yang baik untuk Dzaki, untuk Daffa, dan juga anak anak lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-5402479384362883037?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/5402479384362883037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=5402479384362883037' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5402479384362883037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5402479384362883037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/12/new-year-eve.html' title='New Year Eve'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-2406744667946201111</id><published>2008-12-18T14:43:00.003+07:00</published><updated>2008-12-18T15:03:31.743+07:00</updated><title type='text'>The Hardest Part</title><content type='html'>The hardest part (from my side) of having children with special need is not the child condition itself. It's how to open our spouse or our family minds about the child condition and to tell them what to do for helping the children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini sering saya alami. Ketika mulai mengkhawatirkan perkembangan Dzaki di usianya yg ke 15 bulan, suami saya selalu berkata "kamu terlalu kawatir, dia baik baik saja kok". Dan akhirnya saya urung menanyakan ke ahli syaraf anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia ke 18 bulan, saya tidak dapat menahan diri lama, dengan ngotot saya membawa Dzaki ke ahli syaraf anak, yang saat itu mulai berputar2, menjedot2kan kepala ke tembok, dan kata2nya hilang. Itupun di jalan kami perlu berdebat lama. Menurut suami saya saya terlalu curigaan, banyak anak2 kecil yang begitu ga papa. Saya sangat bersyukur bahwa saat itu  saya adalah orang yang sangat ngotot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ke dua ahli syaraf anak, dan mendapatkan diagnosa yang sama PDD NOS (dan semacamnya), dan anak kami harus terapi. Itupun masih diwarnai ketidakpercayaan suami saya&lt;br /&gt;saat mengantar ke tempat terapi dgn mengomel saat menyetir "Ngapain sih harus kesini".&lt;br /&gt;Yang saya lakukan hanya menutup kuping rapat rapat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah memang, bahkan 1 tahun menjalani terapi inipun, dan walau suami sdh mendengar penjelasan dokter maupun terapis, tetap kadang2 dalam situasi tertentu, dia berpikir lain. Misalnya belum lama ini  saat Dzaki sakit tenggorokan dan menangis sepanjang hari, menurut suami saya "Dzaki kesambet penunggu pohon yg sdng dipotong di lapangan samping rumah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun saat ini, saya sedang memikirkan pasti ada yg masih missing, krn 2 tahun pertumbuhan fisik Dzaki kurang, makan susah, dan saya yakin ada di dalam tubuhnya mungkin hrs ada yg diperiksa, entah pencernaannya atau apa, kalau diskusi dgn teman dan baca di internet anak2 autis banyak yg mengalami bocor usus atau alergi logam.Terapi saya yakin hanya salah satu dr upaya saja, dan harus didukung dgn yg lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya sampaikan ini,  tanggapan suami saya adalah " kamu terlalu banyak baca internet. Kamu terlalu paranoid ga percaya dokter, kan dokter ga bilang apa2 ttg alergi atau usus bocor" atau "kan Dzaki sudah terapi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, saya salah, bisa jadi kasus alergi  itu jg tdk terjadi pada anak saya. Tapi rasanya tdk ada salahnya dicoba, lebih baik drpd tidak. Krn dua tahun ini kemajuan Dzaki jg belum bisa dikatakan menggembirakan, saya tetap akan ngotot  untuk mencoba konsultasi ke ahli gastro dan alergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf ya nak, terpaksa kali ini mamamu harus ngeyel, demi kebaikan kamu"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-2406744667946201111?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/2406744667946201111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=2406744667946201111' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2406744667946201111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2406744667946201111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/12/hardest-part.html' title='The Hardest Part'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-8898270330590314004</id><published>2008-12-18T10:10:00.002+07:00</published><updated>2008-12-18T10:18:43.928+07:00</updated><title type='text'>Indomie tahu panggang</title><content type='html'>Masih menu berbahan dasar indomie, berhubung akhir2 ini sibuk, malam begadang, pagi buru buru  ga sempat sarapan. Rebus2 , aduk aduk dan panggang sambil ditinggal mandi pagi. Dimakan di jalan atau di kantor. Selain itu dgn resep ini suamiku jadi mau makan tahu. Sblumnya dia ga mau makan tahu katanya rasanya hambar hu hu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;1. 3 bungkus indomie rebus tanpa bumbu, tiriskan&lt;br /&gt;2. 5 buah tahu putih kecil, haluskan pakai garpu&lt;br /&gt;3. 1 butir bawang bombay potong kotak2 kecil&lt;br /&gt;4. Mentega untuk menumis&lt;br /&gt;5. Merica bubuk 1 sdt&lt;br /&gt;6. Garam 1 sdt&lt;br /&gt;7. Penyedap 1 sdt (optional)&lt;br /&gt;8. Keju 50 gram, parut&lt;br /&gt;9. 300 ml air&lt;br /&gt;10. telor 2 butir kocok lepas&lt;br /&gt;11. Tepung terigu sdm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara :&lt;br /&gt;1. Di pinggan anti panas, campur indomie dan tahu&lt;br /&gt;2. Tumis bawang bombay sampai harum dgn mentega, tuang ke pinggan, campur rata&lt;br /&gt;3. Tambahkan keju parut, aduk rata&lt;br /&gt;4. Campur air, tepung terigu, telor, garam, merica, penyedap (optional), aduk rata. Tuang ke pinggan&lt;br /&gt;5. Bakar di api sedang sampai matang (kuning kecoklatan)&lt;br /&gt;6. Sajikan hangat dgn saus sambal botolan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-8898270330590314004?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/8898270330590314004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=8898270330590314004' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8898270330590314004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8898270330590314004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/12/indomie-tahu-panggang.html' title='Indomie tahu panggang'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-7212049736431394801</id><published>2008-12-17T12:59:00.004+07:00</published><updated>2008-12-17T13:03:25.851+07:00</updated><title type='text'>Maafkan Mama ya Nak</title><content type='html'>Nak, maafin Mama ya,&lt;br /&gt;Jika Mama belum dapat menjadi&lt;br /&gt;orangtua yang sempurna bagimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama masih harus banyak belajar&lt;br /&gt;Memahamimu&lt;br /&gt;Mengerti kebutuhanmu&lt;br /&gt;Dan merespon sesuai harapanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu adalah pemberian Tuhan yang sempurna&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah pada dirimu&lt;br /&gt;Dan yang terjadi juga bukan salahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamalah  yang harus banyak belajar&lt;br /&gt;Untuk menempatkan diri&lt;br /&gt;Agar bisa membimbingmu dengan lebih baik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-7212049736431394801?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/7212049736431394801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=7212049736431394801' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/7212049736431394801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/7212049736431394801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/12/maafkan-mama-ya-nak.html' title='Maafkan Mama ya Nak'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-5753470624003814745</id><published>2008-12-17T12:57:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T12:58:34.485+07:00</updated><title type='text'>Tulisan dr blog lain, sebagai pengingat</title><content type='html'>Sabda Rosulullah :“Barang siapa yang tidak mengasihani, dia tidak akan dikasihani”&lt;br /&gt;Sebagai orang tua, khususnya Ibu, memberikan perhatian penuh dan ikhlas kepada anak, InsyaAllah dikemudian hari kelak dia akan diperlakukan penuh kasih sayang oleh anak-anak mereka.&lt;br /&gt;Fenomena yang ada saat ini adalah kebanyakan Ibu-ibu yang supersibuk rela menitipkan anak-anak mereka pada tempat penitipan anak, sementara dia mengejar duniawi bersaing dengan sang suami. Maka tak heran jika semakin banyak pula kaum tua renta yang dititipkan di panti jompo oleh anak-anak mereka.&lt;br /&gt;Islam mengajarkan kasih sayang tiada batas pada hubungan kekeluargaan antara Bapak, Ibu dan anak. Saat anak masih bayi Islam menekankan agar disusuinya bayi dengan kasih saya selama 2 tahun, kemudian membimbngnya dan mengajarinya dengan kasih saya sampai dia mengawinkannya. Dan anak-anak wajib memperhatikan dan menyayangi para orang tua mereka yang sudah mulai tua renta. Anak-anak mereka saling berebut bergilir mengajak orang tua untuk menginap..sambil ditemani cucu-cucunya.&lt;br /&gt;Oh…betapa indah dan mulianya kekeluargaan seperti itu.&lt;br /&gt;Bukan menakut-nakuti para Ibu-ibu yang berkarir. Hanya saja kenyataan di depan mata sudah jelas. Apa yang kita lihat dalam dunia nyata adalah ayat-ayat Allah.&lt;br /&gt;Silahkan berkarir, tapi janganlah engkau kurangi sentuhan-sentuhan lembut jari-jemarimu saat menghantarkan dia bubuk, saat dipinta-nya engkau bercerita sebelum tidur, saat bangunnya dia dari tidur, saat dia bercerita dengan suka-cita sepulang dari sekolah. Jangan engkau biarkan dia dari sepi-nya sentuhanmu…&lt;br /&gt;Maka, janganlah engkau menangis dan bersedih manakala anak-anakmu menangis tersedu-sedu saat ditinggalkan mbak asuhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-5753470624003814745?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/5753470624003814745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=5753470624003814745' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5753470624003814745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5753470624003814745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/12/tulisan-dr-blog-lain-sebagai-pengingat.html' title='Tulisan dr blog lain, sebagai pengingat'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-8423084642014967872</id><published>2008-12-16T13:22:00.007+07:00</published><updated>2008-12-16T13:31:32.671+07:00</updated><title type='text'>Foto Foto Dzaki Baby</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SUdLLB6mT7I/AAAAAAAAAKY/5MLhzAmu7f4/s1600-h/IMG_0104.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280271740980055986" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SUdLLB6mT7I/AAAAAAAAAKY/5MLhzAmu7f4/s320/IMG_0104.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SUdK9StlZqI/AAAAAAAAAKQ/mE5qJAu6jI0/s1600-h/IMG_0107.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280271504970704546" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SUdK9StlZqI/AAAAAAAAAKQ/mE5qJAu6jI0/s320/IMG_0107.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SUdKvmzaz_I/AAAAAAAAAKI/wLP-2-v935k/s1600-h/Bayi+Gemuk.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280271269845716978" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SUdKvmzaz_I/AAAAAAAAAKI/wLP-2-v935k/s320/Bayi+Gemuk.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SUdJh-L7RjI/AAAAAAAAAJ4/64tQM3hGDCg/s1600-h/Dzaki+bayi..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280269936092726834" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SUdJh-L7RjI/AAAAAAAAAJ4/64tQM3hGDCg/s320/Dzaki+bayi..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SUdJcZSud_I/AAAAAAAAAJw/ApIDRwqc3xE/s1600-h/bayi+beruang..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280269840289789938" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SUdJcZSud_I/AAAAAAAAAJw/ApIDRwqc3xE/s320/bayi+beruang..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SUdJXkbSCpI/AAAAAAAAAJo/Do-xgA1Ozgw/s1600-h/Baby+wortel..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280269757379119762" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SUdJXkbSCpI/AAAAAAAAAJo/Do-xgA1Ozgw/s320/Baby+wortel..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-8423084642014967872?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/8423084642014967872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=8423084642014967872' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8423084642014967872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8423084642014967872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/12/foto-foto-dzaki-baby.html' title='Foto Foto Dzaki Baby'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SUdLLB6mT7I/AAAAAAAAAKY/5MLhzAmu7f4/s72-c/IMG_0104.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-7288431718817242336</id><published>2008-12-16T12:40:00.002+07:00</published><updated>2008-12-16T12:44:00.359+07:00</updated><title type='text'>Nama nama Panggilan Dzaki</title><content type='html'>Sering orang tua memanggil anak dengan panggilan panggilan yang cute untuk kesayangan.&lt;br /&gt;Panggilan favorit mama untuk Dzaki :&lt;br /&gt;1. Jaki&lt;br /&gt;2. Adek Jaki&lt;br /&gt;3.Bayi Manis&lt;br /&gt;4. Bayi Beruang (krn dia sooo Cuddly)&lt;br /&gt;5. Koala&lt;br /&gt;6.Wortel Manis (krn suka wortel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hohoho rasanya puas2kan memanggil panggilan2 ini selama batita, untuk terapi dan keseharian, harus dibiasakan memanggil dgn namanya : Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti nama Dzaki adalah : kuat, cerdas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-7288431718817242336?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/7288431718817242336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=7288431718817242336' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/7288431718817242336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/7288431718817242336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/12/nama-nama-panggilan-dzaki.html' title='Nama nama Panggilan Dzaki'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-3899156867777061497</id><published>2008-12-10T15:15:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T15:22:22.516+07:00</updated><title type='text'>Artikel-menarik untuk bacaan</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;AKu dapat dari milis Putera Kembara&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ANAK-ANAK KARBITAN&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh: Dewi Utama Faizah*Anak-anak yang digegasMenjadi cepat mekar&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cepat matang Cepat layu...Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana manaorang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga persekolahan yang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak mereka pelayananpendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri dengan berbagai rupa,di kota hingga ke desa. Kursus-kursus kilat untuk anak-anak pun jugabertaburan di berbagai tempat.Tawaran berbagai macam bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yangpuluhan ribu hingga jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang dapatmembuat otak anak cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai bahasa,hingga fisik kuat dan sehat melalui kegiatan menari, main musik danberenang. Dunia pendidikan saat ini betul-betul penuh dengan denyutkegairahan. Penuh tawaran yang menggiurkan yang terkadang menguras isikantung orangtua ...Captive market .Kondisi diatas terlihat biasa saja bagi orang awam. Namun apabila kitaamati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi di intenet danlileratur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang patut bagi anak usiadini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir sebagian besarpenyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini melakukan kesalahan.Di samping ketidak patutan yang dilakukan oleh orang tua akibatketidaktahuannya!Anak-Anak Yang Digegas...Ada beberapa indikator untuk melihat berbagai ketidakpatutan terhadapanak. Di antaranya yang paling menonjol adalah orientasi pada kemampuanintelektual secara dini. Akibatnya bermunculanlah anak-anak ajaib dengankepintaran intelektual luar biasa. Mereka dicoba untuk menjalaniakselerasi dalam pendidikannya dengan memperoleh pengayaankecakapan-kecakapan akademik dl dalam dan di luar sekolah.Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar karbitan initerjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker. Terjadipada seorang anak yang bernama William James Sidis, putra seorangpsikiater. Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk HarvardCollege walaupun usianya masih 11 tahun. Kecerdasannya di bidangmatematika begitu mengesankan banyak orang.Prestasinya sebagai anak jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apayang terjadi kemudian ? James Thurber seorang wartawan terkemuka. padasuatu hari menemukan seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuatorang banyak berdecak kagum pada beberapa waktu silam.Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi padaseorang anak perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun 1952, dimanaseorang Ibu yang bemama Aaron Stern telah berhasil melakukan eksperimenmenyiapkan lingkungan yang sangat menstimulasi perkembangan kognitifanaknya sejak si anak masih benapa janin.Baru saja bayi itu lahir ibunya telah memperdengarkan suara musik klasikdi telinga sang bayi. Kemudian diajak berbicara dengan menggunakan bahasaorang dewasa. Setiap saat sang bayi dikenalkan kartu-kartu bergambar dankosa kata baru. Hasilnya sungguh mencengangkan! Di usia 1 tahun Edithtelah dapat berbicara dengan kalimat sempurna. Di usia 5 tahun Edith telah menyelesaikan membaca ensiklopedi Britannica. Usia 6 tahun ia membaca enambuah buku dan Koran New York Times setiap harinya. Usia 12 tahun dia masuk universitas. Ketika usianya menginjak 15 lahun la menjadi guru matematikadi Michigan State University .Aaron Stem berhasil menjadikan Edith anak jenius karena terkait dengankapasitas otak yang sangat tak berhingga. Namun khabar Edith selanjutnyajuga tidak terdengar lagi ketika ia dewasa. Banyak kesuksesan yang diraih  saat ia menjadi anak, tidak menjadi sesuatu yang bemakna dalamkehidupan anak ketika ia menjadi manusia dewasa. Berbeda dengan banyak kasus legendaris orang-orang terkenal yang berhasilmengguncang dunia dengan penemuannya. Di saat mereka kecil mereka hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai murid yang dungu.Seperti halnya Einsten yang mengalami kesulitan belajar hingga kelas 3 SD.Dia dicap sebagai anak bebal yang suka melamun.Selama berpuluh-puluh tahun orang begitu yakin bahwa keberhasilan anak dimasa depan sangat ditentukan oleh faktor kogtutif. Otak memang memilikikemampuan luar biasa yang tiada berhingga. Oleh karena itu banyak orangtuadan para pendidik tergoda untuk melakukan "Early Childhood Training". Erapemberdayaan otak mencapai masa keemasannya. Setiap orangtua dan pendidikberlomba-lomba menjadikan anak-anak mereka menjadi anak-anak yang super(Superkids).Kurikulum pun dikemas dengan muatan 90 % bermuatan kognitif yangmengfungsikan belahan otak kiri. Sementara fungsi belahan otak kanan hanyamendapat porsi 10% saja. Ketidakseimbangan dalam memfungsikan ke duabelahan otak dalam proses pendidikan di sekolah sangat mencolok. Hal initerjadi sekarang dimana-mana, di Indonesia... ."Early Ripe, early Rot...!"Gejala ketidakpatutan dalam mendidik ini mulai terlihat pada tahun 1960 diAmerika. Saat orangtua dan para professional merasakan pentingnyapendidikan bagi anak-anak semenjak usia dini. Orangtua merasa apabilamereka tidak segera mengajarkan anak-anak mereka berhitung, membaca danmenulis sejak dini maka mereka akan kehilangan "peluang emas" bagianak-anak mereka selanjutnya. Mereka memasukkan anak-anak mereka sesegeramungkin ke Taman Kanak?Kanak (Pra Sekolah). Taman Kanak-kanak pun dengansenang hati menerima anak-anak yang masih berusia di bawah usia 4 tahun.Kepada anak-anak ini gurunya membelajarkan membaca dan berhitung secaraformal sebagai pemula.Terjadinya kemajuan radikal dalam pendidikan usia dini di Amerika sudahdirasakan saat Rusia meluncurkan Sputnik pada tahun 1957. Mulailah "EraHeadstart" merancah dunia pendidikan. Para akademisi begitu optimis untukmembelajarkan wins dan matematika kepada anak sebanyak dan sebisa mereka(tiada berhingga). Sementara mereka tidak tahu banyak tentang anak, apayang mereka butuhkan dan inginkan sebagai anak.Puncak keoptimisan era Headstart diakhiri dengan pernyataan Jerome Bruner,seorang psikolog dari Harvard University yang menulis sebuah buku terkenal" The Process of Education" pada lahun 1960, la menyatakan bahwakompetensi anak untuk belajar sangat tidak berhingga. Inilah buku sucipendidikan yang mereformasi kurikulum pendidikan di Amerika. "We beginwith the hypothesis that any subject can be taught effectively in someintellectually honest way to any child at any stage of development" .Inilah kalimat yang merupakan hipotesis Bruner yang di salahartikan olehbanyak pendidik, yang akhirnya menjadi bencana! Pendidikan dilaksanakandengan cara memaksa otak kiri anak sehingga membuat mereka cepat matangdan cepat busuk... early ripe, early rot!Anak-anak menjadi tertekan. Mulai dari tingkat pra sekolah hingga usia SD.Di rumah para orangtua kemudian juga melakukan hal yang sama, yaitumengajarkan sedini mungkin anak-anak mereka membaca ketika Glenn Doman menuliskan kiat-kiat praktis membelajarkan bayi membaca. Bencana berikutnya datang saat Arnold Gesell memaparkan konsep"kesiapan-readiness " dalam ilmu psikologi perkembangan temuannya yangmendapat banyak decakan kagum. Ia berpendapat tentang "biologicallimitations on learning'. Untuk itu ia menekankan perlunya dilakukanintervensi dini dan rangsangan inlelektual dini kepada anak agar merekasegera siap belajar apapun.Tekanan yang bertubi-tubi dalam memperoleh kecakapan akademik di sekolahmembuat anak-?anak menjadi cepat mekar. Anak-anak menjadi "miniature orangdewasa ". Lihatlah sekarang, anak-anak itu juga bertingkah polahsebagaimana layaknya orang dewasa. Mereka berpakaian seperti orang dewasa,berlaku pun juga seperti orang dewasa.Di sisi lain media pun merangsang anak untuk cepat mekar terkait denganmusik, buku, film, televisi, dan internet. Lihatlah maraknya program teveyang belum pantas ditonton anak-anak yang ditayangkan di pagi atau punsore hari. Media begitu merangsang keingintahuan anak tentang duniaseputar orang dewasa sebagai promosi seksual yang menyesatkan. Pendek katamedia telah memekarkan bahasa, berpikir dan perilaku anak tumbuh kembangsecara cepat.Tapi apakah kita tahu bagaimana tentang emosi dan perasaan anak? Apakahfaktor emosi dan perasaan juga dapat digegas untuk dimekarkan sepertihalnya kecerdasan? Perasaan dan emosi ternyata memiliki waktu dan ritmenyasendiri yang tidak dapat digegas atau dikarbit. Bisa saja anak terlihatberpenampilan sebagai layaknya orang dewasa, tetapi perasaan mereka tidakseperti orang dewasa.Anak-anak memang terlihat tumbuh cepat di berbagai hal tetapi tidak disemua hal. Tumbuh mekarnya emosi sangat berbeda dengan tumbuh mekarnyakecerdasan (intelektual) anak. Oleh karena perkembangan emosi lebih rumitdan sukar, terkait dengan berbagai keadaan, Cobalah perhatikan, khususnvasaat perilaku anak menampilkan gaya "kedewasaan ", sementara perasaannyamenangis berteriak sebagai "anak".Seperti sebuah lagu popular yang pernah dinyanyikan penyanyi bersuaraemas, seorang anak laki-laki, "Heintje" di era tahun 70-an... I'm Nobody'SChild, I'M NOBODY'S CHILD, I'M nobody's child, I'm nobodys child, Justlike a flower I'm growing wild, No mommies kisses and no daddy's smile,Nobody's touch me, I'm nobody's child.Dampak Berikutnya Terjadi... ketika anak memasuki usia remaja. Merekatidak segan-segan mempertontonkan berbagai macam perilaku yang tidakpatut. Patricia 0' Brien menamakannya sebagai "The Shrinking ofChildhood'. "Lu belum tahu ya... bahwa gue telah melakukan segalanya",begitu pengakuan seorang pria remaja berusia 12 tahun kepadateman-temannya. "Gue tahu apa itu minuman keras, drug, dan seks." serunyabangga. Berbagai kasus yang terjadi pada anak-anak karbitan memperlihatkanbagaimana pengaruh tekanan dini pada anak akan menyebabkan berbagaigangguan kepribadian dan emosi pada anak. Oleh karena ketika semua menjadicepat mekar.... kebutuhan emosi dan sosial anak jadi tak dipedulikan!Sementara anak sendiri membutuhkan waktu untuk tumbuh, untuk belajar danuntuk berkembang, .... sebuah proses dalam kehidupannya !Saat ini terlihat kecenderungan keluarga muda lapisan menengah ke atasyang berkarier di luar rumah tidak menuliki waktu banyak dengan anak-anakmereka. Atau pun jika si ibu berkarier di dalam rumah, ia lebihmengandalkan tenaga "baby sitter" sebagai pengasuh anak-anaknya. ColetteDowling menamakan ibu-ibu muda kelompok ini sebagai "Cinderella Syndrome"yang senang window shopping, ikut arisan, ke salon memanjakan diri, ataumenonton telenovela atau buku romantis. Sebagai bentuk ilusi rnenghindarikehidupan nyata yang mereka jalani.Kelompok ini akan sangat bangga jika anak-anak mereka bersekolah dilembaga pendidikan yang mahal, ikut berbagai kegiatan kurikuler, ikutberbagai les, dan mengikuti berbagai arena, seperti lomba penyanyi cilik,lomba model ini dan itu. Para orangtua ini juga sangat bangga jikaanak-anak mereka superior di segala bidang, bukan hanya di sekolah.Sementara orangtua yang sibuk juga mewakilkan diri mereka kepada babysitter terhadap pengasuhan dan pendidikan anak-anak mereka. Tidak jarangpara baby sitter ini mengikuti pendidikan parenting di lembaga pendidikaneksekutif sebagai wakil dari orang tua.ERA SUPERKIDS Kecenderungan orangtua menjadikan anaknya "be special" daripada "beaverage or normal? semakin marak terlihat. Orang tua sangat inginanak-anak mereka menjadi "to exel, to be the best". Sebetulnya tidak adayang salah. Namun ketika anak-anak mereka digegas untuk mulai mengikutiberbagai kepentingan, menyuruh anak mereka mengikuti beragam kegiatan,seperti kegiatan mental aritmatik, sempoa, renang, basket, balet, taribali, piano, biola, melukis, dan banyak lagi lainnya...maka lahirlahanak-anak super---"SUPERKIDS' ". Ongkos merawat anak superkids ini sangatmahal.Era Superkids berorientasi kepada "Competent Child". Orangtua salingberkompetisi dalam mendidik anak karena mereka percaya "earlier isbetter". Semakin dini dan cepat dalam menginvestasikan beragam pengetahuanke dalam diri anak mereka, akan semakin baik. Neil Posmant seorangsosiolog Amerika pada tahun 80-an meramalkan bahwa jika anak-anak tercabutdari masa kanak-kanaknya, maka lihatlah...ketika anak-anak itu menjadidewasa: ia akan menjadi orang dewasa yang kekanak-kanakan! BERBAGAI GAYA ORANGTUA Kondisi ketidakpatutan dalam mempelakukan anak ini telah melahirkanberbagai gaya orangtua (Parenting Style) yang melakukan kesalahan-"miseducation" terhadap pengasuhan pendidikan anak-anaknya. Elkind (1989)mengelompokkan berbagai gaya orangtua dalam pengasuhan, antara lain:Gourmet Parents-- &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;(ORTU B0RJU)Mereka adalah kelompok pasangan muda yang sukses. Memiliki rumah bagus,mobil mewah, liburan ke tempat-tempat yang eksotis di dunia, dengan gayahidup kebarat-baratan. Mereka akan cenderung merawat anak-anaknya sepertihalnya merawat karier dan harta mereka. Penuh dengan ambisi! Berbagaimacam buku akan dibaca karena ingin tahu isu-isu mutakhir tentang caramengasuh anak. Mereka sangat percaya bahwa tugas pengasuhan yang baikseperti halnya membangun karier, maka "superkids" merupakan bukti darikehebatan mereka sebagai orangtua.Orangtua kelompok ini memakaikan baju-baju mahal bermerek terkenal,memasukkan anak-anaknya ke dalam program-program eksklusif yangprestisius. Keluar masuk restoran mahal. Usia 3 tahun anak-anak merekasudah diajak tamasya keliling dunia mendampingi orangtuanya. Jika suatus aat kita melihat sebuah sekolah yang halaman parkirnya dipenuhi olehberbagai merek mobil terkenal, maka itulah sekolah dimana banyak kelompokorangtua "gourmet " atau kelompok borju menyekolahkan anak-anaknya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;College Degree Parents --- (ORTU INTELEK)Kelompok ini merupakan bentuk lain dari keluarga intelek yang menengah keatas. Mereka sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Seringmelibatkan diri dalam berbagai kegiatan di sekolah anaknya. Misalnyamembantu membuat majalah dinding, dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya.Mereka percaya pendidikan yang baik merupakan pondasi dari kesuksesanhidup. Terkadang mereka juga tergiur menjadikan anak-anak mereka"Superkids ", Apabila si anak memperlihatkan kemampuan akademik yangtinggi. Terkadang mereka juga memasukkan anak-anaknya ke sekolah mahalyang prestisius sebagai bukti bahwa mereka mampu dan percaya bahwapendidikan yang baik tentu juga harus dibayar dengan pantas.Kelebihan kelompok ini adalah sangat peduli dan kritis terhadap kurikulumyang dilaksanakan di sekolah anak anaknya. Dan dalam banyak hal, merekabanyak membantu dan peduli dengan kondisi sekolah,&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gold Medal Parents --(ORTU SELEBRITIS)Kelompok ini adalah kelompok orangtua yang menginginkan anak-anaknyamenjadi kompetitor dalam berbagai gelanggang. Mereka sering mengikutkananaknya ke berbagai kompetisi dan gelanggang. Ada gelanggang ilmupengetahuan seperti Olimpiade matematika dan sains yang akhir-akhir inilagi marak di Indonesia . Ada juga gelanggang seni seperti ikut menyanyi,kontes menari, terkadang kontes kecantikan. Berbagai cara akan merekatempuh agar anak-anaknya dapat meraih kemenangan dan menjadi "seorangBintang Sejati ". Sejak dini mereka persiapkan anak-anak mereka menjadi"Sang Juara", mulai dari juara renang, menyanyi dan melukis hingga noneabang cilik kelika anak-anak mereka masih TK.Sebagai ilustrasi, dalam sebuah arena lomba ratu cilik di Padang, puluhananak-anak TK baik laki-laki maupun perempuan tengah menunggu di mulainyalomba pakaian adat. Ruangan yang sesak, penuh asap rokok, dan acara molorkarena menunggu datangnya tokoh anak dari Jakarta . Anak-anak mulai resah,berkeringat, mata memerah karena keringat melelehi mascara mata kecilmereka. Para orangtua masih bersemangat, membujuk anak-anaknya bersabar.Mengharapkan acara segera di mulai dan anaknya akan keluar sebagaipemenang. Sementara pihak penyelenggara mengusir panas dengan berkipaskertas.Banyak kasus yang mengenaskan menimpa diri anak akibat perilaku ambisikelompok gold medal parents ini. Sebagai contoh pada tahun 70-an seoranggadis kecil pesenam usia TK rnengalami kelainan tulang akibat ambisiayahnya yang guru olahraga. Atau kasus "bintang cilik" Yoan Tanamal yangmengalami tekanan hidup dari dunia glamour masa kanak-kanaknya. Kemudianmenjadikannya pengguna dan pengedar narkoba hingga menjadi penghunipenjara. Atau bintang cilik dunia Heintje, yang setelah dewasa hanya menjadi pasien dokter jiwa. Gold medal parent menimbulkan banyak bencanapada anak-anak mereka!Pada tanggal 26 Mei lalu kita sasikan di TV bagaimana bintang cilik"Joshua" yang bintangnya mulai meredup dan mengkhawatirkan orangtuanya.Orangtua Joshua berambisi untuk kembali menjadikan anaknya seorang bintangdengan kembali menggelar konser tunggal. Sebagian dari kita tentu masihingat bagaimana lucu dan pintarnya. Joshua ketika berumur kurang 3 tahun.Dia muncul di TV sebagai anak ajaib karena dapat menghapal puluhannama-nama kepala negara. Kemudian di usia balitanya dia menjadi penyanyicilik terkenal. Kita kagum bagaimana seorang bapak yang tamatan SMU danbekerja di salon dapat membentuk dan menjadikan anaknya seorang "superkid"--seorang penyanyi sekaligus seorang bintang film....&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Do-it Yourself ParentsMerupakan kelompok orangtua yang mengasuh anak-anaknya secara alami danmenyatu dengan semesta. Mereka sering menjadi pelayanan professional dibidang sosial dan kesehatan, sebagai pekerja sosial di sekolah, di tempatibadah, di Posyandu dan di perpustakaan. Kelompok ini menyekolahkananak-anaknya di sekolah negeri yang tidak begitu mahal dan sesuai dengankeuangan mereka. Walaupun begitu kelompok ini juga bemimpi untukmenjadikan anak-anaknya "Superkids"- -earlier is better". Dalam kehidupansehari-hari anak-anak mereka diajak mencintai lingkungannya. Mereka jugamengajarkan merawat dan memelihara hewan atau tumbuhan yang mereka sukai.Kelompok ini merupakan kelompok penyayang binatang, dan mencintailingkungan hidup yang bersih.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Outward Bound Parents--- (ORTU PARANOID)Untuk orangtua kelompok ini mereka memprioritaskan pendidikan yang dapatmemberi kenyamanan dan keselamatan kepada anak-anaknya. Tujuan merekasederhana, agar anak-anak dapat bertahan di dunia yang penuh denganpermusuhan. Dunia di luar keluarga mereka dianggap penuh denganmarabahaya. Jika mereka menyekolahkan anak-anaknya maka mereka Iebihmemilih sekolah yang nyaman dan tidak melewati tempat-tempat tawuran yangberbahaya.Seperti halnya Do It Yourself Parents, kelompok ini secara tak sengajaterkadang terpengaruh dan menerima konsep "Superkids " Mereka mengharapkananak-anaknya menjadi anak-anak yang hebat agar dapat melindungi dirimereka dari berbagai macam marabahaya. Terkadang mereka melatih kecakapanmelindungi diri dari bahaya, seperti memasukkan anak-anaknya "Karate,Yudo, pencak Silat" sejak dini.Ketidakpatutan pemikiran kelompok ini dalam mendidik anak-anaknya adalahbahwa mereka terlalu berlebihan melihat marabahaya di luar rumah tanggamereka, mudah panik dan ketakutan melihat situasi yang selalu mereka pikirakan membawa dampak buruk kepada anak. Akibatnya anak-anak mereka menjadi"steril" dengan lingkungannya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Prodigy Parents --(ORTU INSTANT)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Merupakan kelompok orangtua yang sukses dalam karier namun tidak memilikipendidikan yang cukup. Merceka cukup berada, namun tidak berpendidikanyang baik. Mereka memandang kesuksesan mereka di dunia bisnis merupakanbakat semata. Oleh karena itu mereka juga memandang sekolah dengan sebelahmata, hanya sebagai kekuatan yang akan menumpulkan kemampuan anak-anaknya.'Tidak kalah mengejutkannya, mereka juga memandang anak-anaknya akan hebatdan sukses seperti mereka tanpa memikirkan pendidikan seperti apa yangcocok diberikan kepada anak-anaknya. Oleh karena itu mereka sangat mudahterpengaruh kiat-kiat atau cara unik dalam mendidik anak tanpa bersekolah.Buku-buku instant dalam mendidik anak sangat mereka sukai. Misalnya bukutentang "Kiat-Kiat Mengajarkan bayi Membaca" karangan Glenn Doman, atau"Kiat-Kiat Mengajarkan Bayi Matematika " karangan Siegfried, "BerikanAnakmu pemikiran Cemerlang " karangan Therese Engelmann, dan "Kiat-KiatMengajarkan Anak Dapat Membaca Dalam Waktu 6 Hari " karangan Sidney Ledson&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Encounter Group Parents--(ORTU NGERUMPI)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Merupakan kelompok orangtua yang memiliki dan menyenangi pergaulan. Merekaterkadang cukup berpendidikan, namun tidak cukup berada atau terkadangtidak memiliki pekerjaan tetap (luntang lantung). Terkadang mereka jugamerupakan kelompok orangtua yang kurang bahagia dalam perkawinannya.Mereka menyukai dan sangat mementingkan nilai-nilai relationship dalammembina hubungan dengan orang lain. Sebagai akibatnya kelompok ini seringmelakukan ketidakpatutan dalam mendidik anak-anak dengan berbagai perilaku"gang ngrumpi" yang terkadang mengabaikan anak.Kelompok ini banyak membuang-buang waktu dalam kelompoknya sehinggamengabaikan fungsi mereka sebagai orangtua. Atau pun jika mereka memilikiaktivitas di kelompokya, mereka lebih berorientasi kepada kepentingankelompok mereka. Kelompok ini sangat mudah terpengaruh dan latah untukmemilihkan pendidikan bagi anak-anaknya. Menjadikan anak-anak merekasebagai "Superkids" juga sangat diharapkan. Namun banyak dari anak-anakmereka biasanya kurang menampilkan minat dan prestasi yang diharapkan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Milk and Cookies Parents-(ORTU IDEAL)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang memiliki masa kanak-kanakyang bahagia, yang memiliki kehidupan masa kecil yang sehat dan manis.Mereka cenderung menjadi orangtua yang hangat dan menyayangi anak-anaknyadengan tulus. Mereka juga sangat peduli dan mengiringi tumbuh kembanganak-anak mereka dengan penuh dukungan. Kelompok ini tidak berpeluangmenjadi orangtua yang melakukan "miseducation " dalam merawat dan mengasuhanak-anaknva. Mereka memberikan lingkungan yang nyaman kepada anak-anaknyadengan penuh perhatian, dan tumpahan cinta kasih yang tulus sebagai orangtua.Mereka memenuhi rumah tangga mereka dengan buku-buku, lukisan dan musikyang disukai oleh anak-anaknya. Mereka berdiskusi di ruang makan,bersahabat dan menciptakan lingkungan yang menstimulasi anak-anak merekauntuk tumbuh mekar segala potensi dirinya. Anak-anak mereka punmeninggalkan masa kanak-kanak dengan penuh kenangan indah. Kehangatanhidup berkeluarga menumbuhkan kekuatan rasa yang sehat pada anak untukpercaya diri dan antusias dalam kehidupan belajar. Kelompok ini merupakankelompok orangtua yang menjalankan tugasnya dengan patut kepada anak-anakmereka. Mereka begitu yakin bahwa anak membutuhkan suatu proses dan waktuuntuk dapat menemukan sendiri keistimewaan yang dimilikinya.Dengan kata lain mereka percaya bahwa anak sendirilah yang akan menemukansendiri kekuatan dalam dirinya. Bagi mereka setiap anak adalah benar-benarseorang anak yang hebat dengan kekuatan potensi yang juga berbeda dan unik!&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;KAMU HARUS TAHU BAHWA TIADA SATU PUN YANG LEBIH TINGGI, ATAU LEBIH KUAT,ATAU LEBIH BAIK, ATAU PUN LEBIH BERHARGA DALAM KEHIDUPAN NANTI DARIPADAKENANGAN INDAH, TERUTAMA KENANGAN MANIS DI MASA KANAK-KANAK. KAMUMENDENGAR BANYAK HAL TENTANG PENDIDIKAN, NAMUN BEBERAPA HAL YANG INDAH,KENANGAN BERHARGA YANG TERSIMPAN SEJAK KECIL ADALAH SEBUAH PENDIDIKAN YANGTERBAIK. APABILA SESEORANG MENYIMPAN BANYAK KENANGAN INDAH DI MASAKECILNYA, MAKA KELAK SELURUH KEHIDUPANNYA AKAN TERSELAMATKAN. BAHKANAPABILA HANYA ADA SATU SAJA KENANGAN INDAH YANG TERSIMPAN DALAM HATI KITA,MAKA ITULAH KENANGAN YANG AKAN MEMBERIKAN SATU HARI UNTUK KESELAMATANKITA" (DESTOYEVSKY' S BROTHERS KARAM0Z0V).PERSPEKTIF SEKOLAH YANG MENGKARBIT ANAK&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kecenderungan sekolah untuk melakukan pengkarbitan kepada anak didiknyajuga terlihat jelas. Hal ini terjadi ketika sekolah berorientasi kepadaproduk daripada proses pembelajaran. Sekolah terlihat sebagai sebuah"Industri" dengan tawaran-tawaran menarik yang mengabaikan kebutuhan anak.Ada program akselerasi, ada program kelas unggulan. Juga pekerjaan rumahyang menumpuk.Tugas-tugas hanya dalam bentuk lembaran kerja. Kemudian guru-guru sibuksebagai "Operator kurikulum" dan tidak punya waktu mempersiapkan materiajar karena merangkap tugas sebagai administrator sekolah. Sebagai walikelas, yang mengawasi dan mengajar terkadang lebih dari 40 anak, guruhanya dapat menjadi "pengabar isi buku pelajaran " ketimbang menjalankanfungsi edukatif dalam menfasilitasi pembelajaran.Di saat-saat tertentu sekolah akan menggunakan "mesin-mesin dalam menskor"capaian prestasi yang diperoleh anak setelah diberikan ujian berupapotongan-potongan mata pelajaran. Anak didik menjadi dimiskinkan dalammenjalani pendidikan di sekolah. Pikiran mereka diforsir untukmenghapalkan atau melakukan tugas-tugas yang tidak mereka butuhkan sebagaianak.Manfaat apa yang mereka peroleh jika guru menyita waktu anak untuk membuatbagan organisasi sebuah birokrasi? Manfaat apa yang dirasakan anak jikamereka diminta membuat PR tentang susunan kabinet? Manfaat apa yangdimiliki anak jika ia disuruh menghapal kalimat-kalimat yang ada di dalambuku pelajaran? Tumpulnya rasa dalam mencerna apa yang dipikirkan olehotak dengan apa yang direfleksikan dalam sanubari dan perilaku-perilakukeseharian mereka sebagai anak menjadi semakin senjang.Anak-anak tahu banyak tentang pengetahuan yang dilatihkan melalui berbagaimata pelajaran yang ada dalam kurikulum persekolahan, namun mereka bingungmengimplementasikan dalam kehidupan nyata. Sepanjang hari merekabersekolah di sekolah untuk sekolah--- dengan tugas-tugas dan PR yangmenumpuk.... Namun sekolah tidak mengerti bahwa anak sebenarnya butuhbersekolah untuk menyongsong kehidupannya !Lihatlah, mereka semua belajar dengan cara yang sama. Membangun 90 %kognitif dengan 10 % afektif. Paulo Freire mengatakan bahwa sekolah telahmelakukan "pedagogy of the oppressed" terhadap anak-anak didiknya. Dimanaguru mengajar anak diajar, guru mengerti semuanya dan anak tidak tahuapa-apa, guru berpikir dan anak dipikirkan, guru berbicara dan anakmendengarkan, guru mendisiplin dan anak didisiplin, guru memilih danmendesakkan pilihannya dan anak hanya mengikuti, guru bertindak dan anakhanya membayangkan bertindak lewat cerita guru, guru memilih isi programdan anak menjalaninya begitu saja, guru adalah subjek dan anak adalahobjek dari proses pembelajaran (Freire, 1993). Model pembelajaran bankingsystem ini dikritik habis-habisan sebagai masalah kemanusiaan terbesar.Belum lagi persaingan antar sekolah dan persaingan ranking wilayah....Mengkompetensi Anak--- merupakan `KETIDAKPATUTAN PENDIDIKAN ?""Anak adalah anugrah Tuhan... sebagai hadiah kepada semesta alam, tetapicitra anak dibentuk oleh sentuhan tangan-tangan manusia dewasa Yangbertanggungjawab. .. "(Nature versus Nurture). Bagaimana? Karena ada duapengertian kompetensi: kompetensi yang datang dari kebutuhan di luar dirianak (direkayasa oleh orang dewasa) atau kompetensi yang sesuai dengankebutuhan dari dalam diri anak itu sendiri.Sebagai contoh adalah konsep kompetensi yang dikemukakan oleh John Watson(psikolog) pada tahun 1920 yang mengatakan bahwa bayi dapat ditempamenjadi apapun sesuai kehendak kita - sebagai komponen sentral dari konsepkompetensi. Jika bayi-bayi mampu jadi pembelajar, maka mereka juga dapatdibentuk melalui pembelajaran dini.Kata-kata Watson yang sangat terkenal adalah sebagai berikut :" Give me a dozen healthy infants, well formed and my own special world tobring them up in, and I'll guarantee you to take any one at random andtrain him to become any type of specialist I might select--doctor, lawyer,artist, merchant chief and yes, even beggar and thief regardless of thistalents, penchants?.tendencies, vocations, and race of his ancestors ".Pemikiran Watson membuat banyak orang tua melahirkan "intervensi dini "setelah mereka melakukan serangkaian tes Inteligensi kepada anak-anaknya.Ada sebuah kasus kontroversi yang terjadi di Institut New Jersey padatahun 1976. Dimana guru-guru melakukan serangkaian program tes untukmengukur "Kecakapan Dasar Minimum (Minimum Basic Skill)" dalam matapelajaran membaca dan matematika. Hasil dari pelaksanaan program inidilaporkan kolomnis pendidikan Fred Hechinger kepada New York Timessebagai berikut :`The improvement in those areas were not the result of any magic programor any singular teaching strategy, they were... simply proof thataccountability is crucial and that, in the past five years, it has paidoff in New Yersey'.Juga belajar dari biografi tiga orang tokoh legendaris dunia sepertiEleanor Roosevelt, Albert Einstein dan Thomas Edison, yang diilustrasikansebagai anak-anak yang bodoh dan mengalami keterlambatan dalam akademikketika mereka bersekolah di SD kelas rendah. Semestinya kita dapatmenyimpulkan bahwa pendidikan dini sangat berbahaya jika dibuatkankompetensi-kompetensi perolehan pengetahuan hanya secara kognitif. Sebabhingga hari ini sekolah belum mampu menjawab dan dapat menampilkankompetensi emosi sosial anak dalam proses pembelajaran.Pendidikan anak seutuhnya yang terkait dengan berbagai aspek sepertiemosi, sosial, kognitif pisik, dan moral belum dapat dikemas dalampembelajaran di sekolah secara terintegrasi. Sementara pendidikan sejatiadalah pendidikan yang mampu melibatkan berbagai aspek yang dimiliki anaksebagai kompetensi yang beragam dan unik untuk dibelajarkan. Bukan anakdibelajarkan untuk di tes dan di skor saja !.Pendidikan sejati bukanlah paket-paket atau kemasan pembelajaran yangberkeping-keping, tetapi bagaimana secara spontan anak dapat terus menerusmerawat minat dan keingintahuan untuk belajar. Anak mengenali tumbuhkembang yang terjadi secara berkelangsungan dalam kehidupannya. Perilakukeingintahuan -"curiosity" inilah yang banyak tercabut dalam sistempersekolahan kita.Akademik Bukanlah Keutuhan Dari Sebuah Pendidikan ! "Empty Sacks willnever stand upright"---George EliotPendidikan anak seutuhnya tentu saja bukan hanya mengasah kognitif melaluikecakapan akademik semata! Sebuah pendidikan yang utuh akan membangunsecara bersamaan, pikiran, hati, pisik, dan jiwa yang dimiliki anakdidiknya. Membelajarkan secara serempak pikiran, hati. dan pisik anak akanmenumbuhkan semangat belajar sepanjang hidup mereka. Di sinilahdibutuhkannya peranan guru scbagai pendidik akademik dan pendidik sanubari"karakter". Dimana mereka mendidik anak menjadi "good and smart "-teranghati dan pikiran.Sebuah pendidikan yang baik akan melahirkan "how learn to learn" pada anakdidik mereka. Guru-guru yang bersemangat memberi keyakinan kepada anakdidiknya bahwa mereka akan memperoleh kecakapan berpikir tinggi, denganberpikir kritis, dan cakap memecahkan masalah hidup yang mereka hadapisebagai bagian dari proses mental. Pengetahuan yang terbina dengan baikyang melibatkan aspek kognitif dan emosi, akan melahirkan berbagaikreativitas.Leonardo da Vinci seorang pelukis besar telah menghabiskan waktunya berjam jam untuk belajar anatomi tubuh manusia.Thomas Edison mengatakan bahwa "genius is 1 percent inspiration and 99percent perspiration ". Semangat belajar ---"encourage' - Tidak dapatmuncul tiba-tiba di diri anak. Perlu proses yang melibatkanhati---kesukaan dan kecintaan--- belajar. Sementara di sekolah banyak anakpatah hati karena gurunya yang tidak mencintai mereka sebagai anak.Selanjutnya misi sekolah lainnya yang paling fundamental adalahmengalirkan "moral litermy" melalui pendidikan karakter. Kita harus ingatbahwa kecerdasan saja tidak cukup. Kecerdasan plus karaktcr inilah tujuansejati sebuah pendidikan (Martin Luther King, Jr). lnilah keharmonisandari pendidikan, bagaimana menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan,antara kecerdasan hati dan pikiran, antara pengetahuan yang berguna denganperbuatan yang baik ....PENUTUPMengembalikan pendidikan pada hakikatnya untuk menjadikan manusia yangterang hati dan terang pikiran--- "good and smart "--- merupakan tugaskita bersama. Melakukan reformasi dalam pendidikan merupakan kerja kerasyang mesti dilakukan secara serempak, antara sekolah dan masyarakat,khususnya antara guru dan orangtua.Pendidikan yang ada sekarang ini banyak yang tidak berorientasi kepadakebutuhan anak sehingga tidak dapat memekarkan segala potensi yangdimiliki anak. Atau pun jika ada yang terjadi adalah ketidakseimbanganyang cenderung memekarkan aspek kognitif dan mengabaikan faktor emosi.Begitu juga orangtua. Mereka berkecenderungan melakukan training dinikepada anak. Mereka ingin anak-anak mereka menjadi "SUPERKIDS". Inilahfenomena yang sedang trend akhir-akhir ini. Inilah juga awal dari lahirnyaera anak-anak karbitan ! Lihatlah nanti...ketika anak-anak karbitan itumenjadi dewasa, mereka akan menjadi orang dewasa yang ke kanak-kanakan.Hidup itu menciutDan mengerdilBagaikan selokan kecilBila dilepas bebas.Ia merah menggejolakBagaikan dahsyatnva samudera luas&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dewi Utama Faizah.*Dewi Utama Faizah, bekerja di Direktorat pendidikan TK dan SD DitjenDikdasmen, Depdiknas, Program Director untuk Institut PengembanganPendidikan Karakter divisi dari Indonesia Heritage Foundation.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-3899156867777061497?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/3899156867777061497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=3899156867777061497' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/3899156867777061497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/3899156867777061497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/12/artikel-menarik-untuk-bacaan.html' title='Artikel-menarik untuk bacaan'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-8883151593037706890</id><published>2008-12-04T12:54:00.003+07:00</published><updated>2008-12-04T13:02:25.884+07:00</updated><title type='text'>Dzaki, call me "Mama"</title><content type='html'>Today, at lunch time I called Dzaky to his caretaker's mobile. He said "mammaaa, mamma".&lt;br /&gt;Wow surprise!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usually he does not want to talk on the phone, nor call me "mama" (rarely he called mama or papa, if we are lucky he will call us once or twice in a month)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am so happy and proud today. Hopefully Dzaki  will call  "mama" again tonight, and tommorrow, and the day after tommorrow, and always.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-8883151593037706890?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/8883151593037706890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=8883151593037706890' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8883151593037706890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8883151593037706890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/12/dzaki-call-me-mama.html' title='Dzaki, call me &quot;Mama&quot;'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-8535257716431526520</id><published>2008-11-27T11:29:00.006+07:00</published><updated>2008-11-27T11:48:25.744+07:00</updated><title type='text'>Tidak masuk akal</title><content type='html'>Sambil menulis ini aku sambil tertawa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, entah dapat ide dari siapa, kerabat  melakukan prosesi yang sungguh menggelikan.&lt;br /&gt;Sehubungan yang bersangkutan (mungkin) merasa dirinya belum beruntung, belum dapat jodoh, belum dapat rejeki, maka dengan masukan dari orang yang dianggap lebih ahli dia melakukan hal ini : membuang beras, sejumlah uang, sejumlah emas, ke sungai, serta sesaji ayam jago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya sulit menahan tertawa. Di Indonesia memang syariat agama bercampur dengan adat setempat. Maka lahirlah kenduri (doa dengan tumpeng), ruwatan (doa plus wayangan) dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, kadang logika sebab-akibat sering terabaikan. Untuk kasus si kerabat ini, beliau lulusan sarjana, usia diatas kepala 3, namun tidak (mau) bekerja dan tidak (mau) berusaha. Beberapa kali saya dan suami mendorongnya agar mau menggunakan ketrampilannya untuk usaha atau bisnis , tapi  sang kerabat memilih ikut orangtua saja, dirumah dengan kegiatan sehari-hari menonton TV, jarang terlihat membantu pekerjaan rumah. Sulitnya ortunya pun sangat memanjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah logikanya menurut saya bagaimana jika tanpa usaha mengharapkan rejeki? (warisan kali yee), atau bertemu dengan jodoh sedangkan teman atau kenalan tidak banyak, tidak pernah keluar rumah, lebih banyak bersantai-santai di kamar?. Barangkali bisa juga lawan jenis juga ga tertarik dengan type2 yang malas dan tidak mandiri, hari giniiiiiiiiii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kocaknya, berhubung merasa "seret" jodoh dan rejeki, lebih percaya  dengan jalan pintas tadi prosesi membuang uang, beras dsb atas anjuran "orang pintar". Bukannya usaha cari rejeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa siy WAJIB yah, tapi rasanya kok di Al Qur'an ga ditulis tambahan syarat : ayam jago, beras, uang dan emas sekian gram dibuang ke kali. Hihihihihih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada membuang buang benda bernilai ke sungai sebagai "syarat", rasanya lebih baik jika disumbangkan ke panti. Siapa tahu dapat pahala, dan balesan lebih baik (entah itu kemudahan rejeki, jalan untuk bisnis atau jodoh).Ya nggak ,ya nggak???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-8535257716431526520?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/8535257716431526520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=8535257716431526520' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8535257716431526520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8535257716431526520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/11/tidak-masuk-akal.html' title='Tidak masuk akal'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-2660026462498250293</id><published>2008-11-25T12:03:00.005+07:00</published><updated>2008-11-25T12:06:35.664+07:00</updated><title type='text'>Gaya Dzaki di sekolah</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SSuHzk_CFyI/AAAAAAAAAGs/oDdLIiSKghQ/s1600-h/dzaki+nyanyi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272457108938430242" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 241px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SSuHzk_CFyI/AAAAAAAAAGs/oDdLIiSKghQ/s320/dzaki+nyanyi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SSuHn8B-I8I/AAAAAAAAAGk/pdNQxzZDVVY/s1600-h/dzaki+joget3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272456908966339522" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 241px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SSuHn8B-I8I/AAAAAAAAAGk/pdNQxzZDVVY/s320/dzaki+joget3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SSuHe4tNAPI/AAAAAAAAAGc/XcP2NmVslCA/s1600-h/dzaki+bandel.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272456753455104242" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 241px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SSuHe4tNAPI/AAAAAAAAAGc/XcP2NmVslCA/s320/dzaki+bandel.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-2660026462498250293?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/2660026462498250293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=2660026462498250293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2660026462498250293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2660026462498250293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/11/gaya-dzaki-di-sekolah.html' title='Gaya Dzaki di sekolah'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SSuHzk_CFyI/AAAAAAAAAGs/oDdLIiSKghQ/s72-c/dzaki+nyanyi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-6646512534568137181</id><published>2008-11-21T13:40:00.002+07:00</published><updated>2008-11-21T13:44:46.060+07:00</updated><title type='text'>Doa saya hari ini</title><content type='html'>Tuhan, kenapa Kau berikan cobaan yang berat, bagi hambaMu yang masih mungil ini.&lt;br /&gt;Semoga selalu Kaulindungi, Kauberikan rahmat yang besar untuknya. Semoga Tuhan punya rencana yang lebih indah untuknya.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berita dari detik dot com&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indramayu - Sesesok bayi mungil yang baru lahir ditemukan warga Desa Segeran Kecamatan Juntinyuat Indramayu di tengah sawah. Bayi malang itu ditemukan oleh seorang warga yang mendengar jerit tangisnya.Saat ditemukan, kondisi bayi perempuan tersebut sangat mengenaskan. Tubuhnya terbungkus karung dengan sejumlah luka gores dan lebam. Tali pusarnya juga masih menempel pada bayi tersebut."Banyak luka cakaran di punggung dan di tangannya ada luka memar. Dia ditemukan lagi nangis di sawah dan terus dibawa ke ibu bidan," ujar Sarkim, penemu bayi, Jumat (21/11/2008).Bayi malang tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Indramayu untuk dilakukan pemeriksaan. Ajaibnya, bayi dengan berat badan 3,1 Kg dan panjang 42 Cm ini, dalam kondisi sehat dan tidak mengalami gejala sakit apapun."Kondisi bayinya sangat bagus, tidak ditemukan adanya penyakit hanya beberapa luka saja di tubuhnya. Padahal bayi tersebut sudah sekitar 3 jam berada di luar," papar dr Nurhayati di RSUD Indramayu.Polsek Juntinyuat Indramayu hingga kini masih memeriksa sejumlah saksi. Diduga, bayi ini sengaja dibuang oleh orang tuanya karena hasil hubungan gelap atau masalah ekonomi."Penyebab dibuangnya bayi ini masih diselidiki. Kita akan telusuri termasuk memeriksa warga setempat yang sebelumnya sedang mengandung," ujar Bripa Nurosid, Kanit reskrim Polsek Juntinyuat.Polisi juga mengamankan barang bukti sebuah karung berlumuran darah yang digunakan untuk membungkus bayi tersebut.  Hingga kini, Bayi malang tersebut masih dalam perawatan di ruangan kebidanan perinatologi Rumah Sakit Umum Daerah Indramayu.(djo/djo) --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-6646512534568137181?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.detiknews.com/read/2008/11/21/133101/1040756/10/bayi-baru-lahir-dibuang-ke-sawah-ditemukan-masih-hidup' title='Doa saya hari ini'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/6646512534568137181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=6646512534568137181' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/6646512534568137181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/6646512534568137181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/11/doa-saya-hari-ini.html' title='Doa saya hari ini'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-4476495084977698025</id><published>2008-11-21T13:30:00.000+07:00</published><updated>2008-11-21T13:31:18.139+07:00</updated><title type='text'>Pengingat</title><content type='html'>Brother and Sis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat kita sedih, atau dirundung malang,&lt;br /&gt;Marilah kita lihat sekeliling kita.&lt;br /&gt;Sering, kepedihan hati kita, belum sebanding dengan apa yang dialami sekeliling kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kamu menengok ketika mobilmu berhenti di perempatan,&lt;br /&gt;Bayi-bayi, anak anak terlantar?&lt;br /&gt;Pernahkah kamu berkunjung ke Panti2 asuhan, atau Yayasan Sayap Ibu?&lt;br /&gt;Bersyukurlah kita punya orangtua, merasa pernah diasuh wlo mrk mungkin sdh tiada&lt;br /&gt;Bayi2 di panti, sejak lahir, mngkin sudah tidak diinginkan orangtua mereka.&lt;br /&gt;Tiap hati, pulang kantor, rasanya menangis kalau lewat perempatan ITC Cempaka Mas melihat mereka ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu sakit, atau keluarga sakit,&lt;br /&gt;Ingatlah banyak orang sakit&lt;br /&gt;Tapi ga punya uang untuk berobat&lt;br /&gt;Maka bersyukurlah akan segala hal yang telah kita miliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada rumah untuk pulang, anak anak yang sehat,&lt;br /&gt;Masih ada nasi untuk dimakan hari ini dan besok&lt;br /&gt;Small things that we never realised in our daily life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah berkecukupan,&lt;br /&gt;janganlah lupa berbagi pada orang sekeliling&lt;br /&gt;Berbagi tidak akan menjadikan kamu miskin&lt;br /&gt;Justru kamu akan membahagiakan orang lain dengan berbagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata teman,&lt;br /&gt;Apa yang akan kita bawa nanti (di akhirat)&lt;br /&gt;bukanlah apa yang sudah kita KUMPULKAN&lt;br /&gt;tapi apa yang kita BAGIKAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-4476495084977698025?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/4476495084977698025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=4476495084977698025' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/4476495084977698025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/4476495084977698025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/11/pengingat.html' title='Pengingat'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-5664475878979822793</id><published>2008-11-19T08:20:00.004+07:00</published><updated>2008-11-19T09:03:04.029+07:00</updated><title type='text'>Parents jangan minder</title><content type='html'>Saat kumpul keluarga, cousinnya suami yang datang dari luar Jawa mengatakan, minder dengan anak - anak sepupunya, karena merasa anaknya hitam (kulitnya) dan tidak cakep. Dalam hati saya, mendengar pernyataannya adalah = &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;"SUNGGUH BODOH"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;. Maafkan kata kata saya (hehe) tapi saya tidak berhasil menemukan istilah yang lebih pas di glossary untuk parent yang berpikir atau merasa minder akan kondisi anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang saya juga mengalami situasi yang sama, misalnya pandangan mata, atau omongan yg mengecilkan hati tentang kondisi anak. Namun saya bersyukur kata teman saya Fanny, saya adalah orang yang paling cuek dan tidak peduli omongan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan karena over pede (ada yg bilang saya demikian), namun saya lebih percaya hal hal dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kondisi fisik, atau apapun anak, mau hitam, keriting, atau apa kek, itu sudah kondisi yang dianugerahi Tuhan. Maka bukan alasan untuk menjadikan minder atau malu. Justru yang berkomentar negatif yang harusnya malu, karena dia mencemooh hasil karya Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika orangtua menjadi malu/minder karena anaknya ga secakep yg lain, item, kurang pandai (dibanding yang lain), bagaimana oragngtua akan membantu si anak menjadi percaya diri?Belum belum malah orangtuanya sudah minder duluan , dan akan berpengaruh ke psikologis si anak.Saya sarankan baca Seven Habits nya Stephen Covey. Sebelum merubah lingkungan (membantu anak), kita (parents) yang harus mengubah mindset terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kepercayaan diri adalah modal dasar manusia untuk mengembangkan diri dan bersosialisasi. Kalau parentnya minder, anaknya jadi lebih minder, bisa jadi malah tumbuh jadi orang yang tidak percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan2 yang mengecilkan hati, saya kadang memberi jawaban-jawaban yang mungkin kurang berkenan di forum kumpul keluarga (karena saya juga jengkel).&lt;br /&gt;Contoh : "Kok anakmu belum bisa apa2 siy?", atau "kok anak si A seumuran bisa gini Dzaki ga bisa?", atau ada juga yg bilang "Bisu ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jawaban saya antara lain (dgn melihat siapa  yg memberi komentar yang negatif ) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;"Iyah daripada normal tapi nanti dewasanya narkoba kayak sodaramu?"&lt;br /&gt;"Iyah daripada normal sekolah tinggi tapi nganggur, males malesan dirumah kayak si A sodaramu?"&lt;br /&gt;"Iyah tapi Dzaki ga suka mukul teman kayak anakmu" (Kebetulan anaknya suka mukul teman)&lt;br /&gt;"Tuh lihat anakmu lagi ngapain" (pas anaknya lagi mukul adiknya di seberang ruangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehehe menyebalkan bukan?Biasanya suami akan melotot dari sudut ruangan atau mencubit dari bawah . Jawaban saya yg paling bagus saat jengkel adalah "Melek internet ga? Googling, ketik sensory integration disorder, atau autism. Cari sendiri jawabannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama lama barangkali mereka capek, atau jengkel (karena jawaban saya adalah hal nyata bagi mereka), sehingga sekarang pertanyaan jumlah dan kualitasnya yg negatif berkurang. Atau malah jadi takut ngomong sama saya kali yak (huahaha narcis kumat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan sekali dua saya menjelaskan kondisi Dzaki. Jika ketemu dengan saudara saudara yang berwawasan luas, peduli, maka kami bisa berdiskusi. Namun jika bertemu dengan yang males mikir, ga pernah buka koran atau internet, kurang peduli, atau pahamnya tradisional banget, maka itu menjadi hal yang melelahkan dan berulang2.&lt;br /&gt;Maka jawaban canggihnya adalah "Baca donk koran, buka internet, hari giniiiiiii". Maka si penanya biasanya akan malu sendiri (karena keliatan dia ga melek informasi dan atau gaptek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayang kan, kepusingan parents yang sehari hari sudah puyeng dan lelah fisik berusaha untuk kebaikan anak (dengan kebutuhan special) , jika masih dihujani pernyataan dan pertanyaan negatif dari lingkungan. Jika diantara keluargamu ada yang mengalami demikian, supportlah secara mental, hiburlah, bantulah cari informasi, dan jangan dihujani pertanyaan atau pernyataan yang mengecilkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parents, be confident untuk membantu anak kita, over pede juga ga dosa kok.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-5664475878979822793?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/5664475878979822793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=5664475878979822793' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5664475878979822793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5664475878979822793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/11/parents-jangan-minder.html' title='Parents jangan minder'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-5966828507671238861</id><published>2008-11-14T11:31:00.001+07:00</published><updated>2008-11-14T11:35:03.356+07:00</updated><title type='text'>Murid Manis (2)</title><content type='html'>Masih cerita tentang si murid manis ini, teringat awal-awal untuk mengajaknya masuk ke tempat terapi ataupun kelas bermain membutuhkan perjuangan yang unik.Selama 3 bulan pertama, Dzaki tidak mau masuk ke ruang terapi SI. Bahkan menangis keras di depan gerbang masuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, slm 2 bulan mama dan suster menemani Dzaki duduk di anak tangga yang menuju pintu masuk tempat terapi. Prinsipnya, kami tetap datang ke tempat terapi, namun tidak memaksakan masuk dahulu, membiasakan Dzaki pada tempat terapinya yg baru.Jadi kami datang sekali seminggu sesuai jadwal terapi, namun hanya duduk2 ditangga di luar, sambil memangku Dzaki selama 1 jam (sesuai jam terapi) trus pulang (kebayang kan hehehehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya walau hanya diajak duduk duduk ditangga Dzaki masih tetap menangis. Namun di kedatangan berikut, mulai mengerti bahwa dia tidak dipaksa masuk, dan mulai tenang. Hari2 berikutnya, mama tambahin dgn mencoba duduk di trampolin besar yg terletak di samping tangga, masih menangis juga, akhirnya cuman duduk di trampolin sepersekian detik.Minggu berikutnya, cari akal membawa guling kumel kesayangan Dzaki dan meletakkannya di trampolin. Benar akhirnya Dzaki mau ke trampolin dan mengambil. Perlahan2 sambil main lempar guling, Dzaki mau meloncat2 di trampolin.Sejak itu dzaki mulai menyukai mainan trampolin (dan mengulangnya dgn semangat di kasur besar dirumah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan kedua, setelah sll diluar main trampolin, saya coba masuk ke ruang terapi dahulu, dan menunggu Dzaki masuk. Awalnya Dzaki menangis melihat saya masuk ke ruangan tersebut, dan melihat saja dr jauh, akhirnya saya memilih keluar dan duduk duduk menunggu Dzaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu berikutnya , setelah main trampolin 1/2 jam, saya ajak masuk langsung, dan langsung saya berikan bola yg sangat besar, dan Dzakipun tertawa. Itulah awal akhirnya Dzaki mau masuk ke ruang terapi SI.Sekarang???Alhamdulillah.Dzaki sll tdk sabar masuk ruangan. Jika datang lbh awal, dia malah menarik2 tangan saya atau suster untuk masuk ruangan. Jika terapisnya msh bersama anak lain, tangannya ditarik2 minta perhatian.Memang kadang dia masih nangis di terapi, terutama jika ada anak lain menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengenalan sekolah bermain juga 2 bulan. Hampir sama, Dzaki hanya saya ajak datang diluar jam sekolah, duduk2 di hall bermain, lihat2 sampai akhirnya skrng sblum jam masuk sekolah Dzaki sdh tidak sabar untuk memasuki hall bermain (hehehe)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-5966828507671238861?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/5966828507671238861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=5966828507671238861' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5966828507671238861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5966828507671238861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/11/murid-manis-2.html' title='Murid Manis (2)'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-5398060624183437026</id><published>2008-11-10T17:26:00.001+07:00</published><updated>2008-11-10T17:28:15.913+07:00</updated><title type='text'>Murid Manis</title><content type='html'>Hari ini kata susternya, Dzaki mau duduk manis di kelas, dan tidak rewel.&lt;br /&gt;Horeeeeeeee.&lt;br /&gt;Soalnya biasanyaDzaki ga mau masuk kelas, dan sibuk berlarian sendiri di hall. Tadi pagi Dzaki mau masuk kelas, duduk manis dan ikut aktifitas corat coret.&lt;br /&gt;Semoga besok lagi begitu ya Nak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-5398060624183437026?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/5398060624183437026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=5398060624183437026' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5398060624183437026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5398060624183437026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/11/murid-manis.html' title='Murid Manis'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-732254131843018596</id><published>2008-11-10T10:36:00.003+07:00</published><updated>2008-11-10T16:48:08.517+07:00</updated><title type='text'>Tempat Hiking</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SRgDQbZlDlI/AAAAAAAAAGM/nVh0jcyNIYE/s1600-h/IMG_4413.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266963344977628754" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SRgDQbZlDlI/AAAAAAAAAGM/nVh0jcyNIYE/s200/IMG_4413.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SRgB51SOvWI/AAAAAAAAAGE/_npjlM39lNk/s1600-h/Jalan+BNR.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266961857277508962" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SRgB51SOvWI/AAAAAAAAAGE/_npjlM39lNk/s200/Jalan+BNR.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tidak bisa dibilang mudah mencari tempat hiking seputar JABO (Jakarta-Bogor) yang sesuai untuk anak batita. Selain jarak, biaya, kondisi lokasi dan kenyamanan menjadi bahan pertimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 tempat yg menurut kami cukup Ok untuk hiking :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Taman Mini, dibagian Taman Iptek, lokasinya diseberang Istana Main Anak dan dipinggir danau. Disana ada taman dengan pepohonan rindang, plus bukit2 kecil dengan anak tangga untuk naik turun.&lt;br /&gt;Biaya masuk Tamini : 9.000/orang, masuk ke taman Ipteknya gratis &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;2.Taman Air Mancur di Bogor Nirwana Residence, Bogor . Merupakan bagian dr Landscape BNR .Ada airmancur besar, dan sekelilingnya adalah bukit2 kecil dgn anak tangga, dan tanah lapang yg cukup untuklari2 batita. Ada banyak penjual jajanan dgn harga reasonable di pintu masuk taman.Baksonya enak (hehe malah ngebakso)&lt;br /&gt;Biaya masuk : Gratis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;3. Perkebunan Teh Gunung Mas&lt;br /&gt;Agak jauh siy, arah puncak. Bukit kebun teh, kadang perlu hiking agak menanjak, kali ini cocok untuk anak lebih besar. Ada fasilitas naik kuda juga untuk latihan.&lt;br /&gt;Biaya masuk : 3000-4000/orang&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-732254131843018596?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/732254131843018596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=732254131843018596' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/732254131843018596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/732254131843018596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/11/tempat-hiking.html' title='Tempat Hiking'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/SRgDQbZlDlI/AAAAAAAAAGM/nVh0jcyNIYE/s72-c/IMG_4413.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-3816358255280160657</id><published>2008-11-10T10:33:00.002+07:00</published><updated>2008-11-10T10:35:44.432+07:00</updated><title type='text'>Menara Balok</title><content type='html'>Dzaki mulai menunjukkan kemampuannya untuk bermain dengan mainan . Sebelum2nya mainan selalu dibanting, dilempar. Semalam iseng kuberi balok2 mainan, oleh Dzaki disusun menjadi menara 7 balok, kemudian diatasnya dikasih mobil2an kecilnya. Beberapa kali rubuh, namun Dzaki mulai menyusunnya lagi. Sebelumnya, biasanya marah dan semua di lempar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perkembangan yang menggembirakan, bahwa Dzaki mulai belajar menggunakan mainan, dan tidak putus asa walaupun menara baloknya rubuh beberapa kali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-3816358255280160657?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/3816358255280160657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=3816358255280160657' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/3816358255280160657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/3816358255280160657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/11/menara-balok.html' title='Menara Balok'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-2279942681256709596</id><published>2008-11-07T15:23:00.005+07:00</published><updated>2008-11-07T17:16:07.738+07:00</updated><title type='text'>This 11 months</title><content type='html'>We have gone through SI therapy for nearly 11 months by this month. But seems there are only few development that Dzaki had achieved :&lt;br /&gt;One is stop spinning&lt;br /&gt;Two is stop running across the room&lt;br /&gt;Three is no more banging head to the wall&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We notice several months ago he called "mama" and "papa" but dissapeared this 6 months (Mama started work).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We won't say that we are unhappy with this development, but still, we are worry and wondering when and how Dzaki would achieve the next steps.&lt;br /&gt;He still does not want to follow instruction or reply us, limit of eye contact, and ignorance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last week we tried to meet other SI therapist, by our good friend recomendation. He showed us how to do floor time at home, and we started to do this exercise at home, while waiting for his schedule for Dzaki (feuuuuuuuuuuuh it is another looooooooooooooooooooooooong waiting list, I nearly cry).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama and Papa, commit to do hiking/swimming and horse riding more intensively, starting this weekend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh God, is that because Mama started to work again and Dzaki does not want to call "Mama" again?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-2279942681256709596?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/2279942681256709596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=2279942681256709596' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2279942681256709596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2279942681256709596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/11/this-11-months.html' title='This 11 months'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-8157391393365251340</id><published>2008-11-06T07:49:00.003+07:00</published><updated>2008-11-06T07:59:12.987+07:00</updated><title type='text'>Old Pictures</title><content type='html'>Seeing last year photo album, I can not help to hold my tears.&lt;br /&gt;Starring at my boy's smile in those last year  pictures, just couple months before we&lt;br /&gt;received diagnostic that our little angle have symptom of autism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But life must go on,&lt;br /&gt;and we have to go through day by day,&lt;br /&gt;as my friend quote in her diary with her son who also live with autism, "Hari-hari yang terlewati adalah hari-hari yang tak kembali. Jadikan dia bermakna!" (yesterday won't return, make the day become meaningfull")&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-8157391393365251340?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/8157391393365251340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=8157391393365251340' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8157391393365251340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8157391393365251340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/11/old-pictures.html' title='Old Pictures'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-7131368539740893299</id><published>2008-11-03T09:44:00.002+07:00</published><updated>2008-11-03T10:38:09.042+07:00</updated><title type='text'>Tidaklah kamu kaya jika ada saudaramu yang masih kelaparan</title><content type='html'>Tulisan ini adalah pemikiran, perasaan, dan nilai yang saya pegang.Tujuannya adalah menjadi bahan renungan dan himbauan bagi anak cucu saya  nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri bukan malaikat bersayap yg serba suci, atau sok baik, namun saya meyakini bahwa apalah arti kekayaan jika hanya bermanfaat bagi diri sendiri, dan tidak memberikan manfaat bagi keluarga, sodara atau orang disekitar yang benar-benar membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah disebuah forum dimana saya adalah pendengar "curi dengar", diceritakanlah kondisi seorang saudara mereka  (bukan dr  saya) di luar kota, yg sangat memprihatinkan. Dengan sangat fasih diulas oleh seorang anggota forum tersebut , mengenai kondisi sang saudara mereka ini yang penghasilannya minim jauh dibawah UMP, anak balitanya 2, dan si istri yg saat ini sedang sakit. Krn tiada uang, minuman "Energen" pun dibagi 2 menjadi pengganti susu bagi kedua balitanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari yang aku ikuti tidak tahan berlama lama mendengarnya, dan mengingatkan "Tugas keluarga yg lebih mampu untuk membantunya".....( mengingat di forum tersebut terdiri dari bbrp keluarga yg mapan)................... forum menjadi agak sunyi setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan dari satu anggota adalah "oh si A (yg superkaya) sudah kirim uang sekian juta" Hmmm haruskah kita menunggu orang paling kaya dikeluarga untuk menolong sodara yg kesusahan? Apakah yang notabene sebenarnya juga mampu hanya menonton saja dan berharap si A yg superduper kaya yg akan turun tangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanakah cerita  tentang betapa kayanya Si B, betapa tinggi pangkatnya si R atau si Y yg suaminya bergaji kurs Dollar yang juga berada dalam forum tersebut, atau di D yg selalu  liburan luar negeri?Selama ini cerita2 tersebut selalu diceritakan (dan direwind berulang2 seperti kaset rusak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali aku berkata, "tugas keluarga yg mampu untuk membantunya. Berilah dia shelter disala satu rumah gedong keluarga 11 kamar yg saat ini kosong melompong ga dihuni, dia bisa tinggal ditempat layak, dan bantu bersih2"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan forum yg notabene terdiri dr para keluarga mampu dan (katanya) kaya tersebut kembali sunyi....................Dan satu orang tersenyum kecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali seorang mencoba berkata "ya dia anak perceraian, ga terurus". Bukankah dia anak korban perceraian, salah siapa? salah si anak?Jika dia anak korban perceraian apakah dia tidak layak mendapatkan pertolongan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lagi berkata "selama ini dia tertutup, mana tahu klo kesusahan". Mana donk silaturrahminya, pernahkan berkunjung melihat kondisinya? Tentu saja dia tertutup krn MALU, MINDER dgn keluarga lainnya yg (sangat) mampu. Mungkin mau minta tolong juga sangat malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemanakah cerita tentang betapa kayanya anggota forum tersebut , betapa besar gaji suaminya, betapa tinggi pangkatnya, betapa terhormatnya mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tiada arti kekayaan dan kehormatan setinggi apapun, jika saudara sendiri saja masih kelaparan.Menurutku berarti dalam arti sesungguhnya, Sekaya apapun,  jika keluarga sendiri masih ada yg kelaparan, maka seseorang itu tidaklah kaya, dan tidaklah terhormat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-7131368539740893299?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/7131368539740893299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=7131368539740893299' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/7131368539740893299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/7131368539740893299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/11/tidaklah-kamu-kaya-jika-ada-saudaramu.html' title='Tidaklah kamu kaya jika ada saudaramu yang masih kelaparan'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-1655691743901860317</id><published>2008-09-20T09:28:00.003+07:00</published><updated>2008-09-20T09:33:53.813+07:00</updated><title type='text'>Capee dee</title><content type='html'>Hi Friends, just wanna share me feelin and opinion. Please share yours too&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa memiliki anak dgn special need adalah capek emotionally mentally memang iya. Tapi yg lebih capek adalah dealin dgn orang2 sekitar yg notabene ga paham atau mmng daya tangkapnya nya kurang mengenai pengetahuan anak2 special need.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita 2 hr ini anakku panas, sakit tenggorokan dan sariawan. rewel dan ga mau makan. Bs dibayangkan menelan ludah pun sakit sekali. Untuk ukuran anak normal, kondisi spt itu cukup bkn sakit dan bete. Untuk anak special need yg belum bisa ngomong, menambah frustrasi kondisinya, menjadi ga nyaman  dgn pakaiannya, ga suka dgn lingkungannya, ga nyaman  dipeluk etc etc. Dan itu yg terjadi 2 hari ini. rewel , resah, marah2 dan nangis berjam2 dan sebel sama orang2 sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat2 "normal" terjadi dgn anak special dlm keadaan sakit atau bahkan tidak sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerepotan dan capek (krn tidur pagi nyambung kerja), trus kesimpulan bojoku yg dapat inspirasi keluarganya adalah : anak kesambet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jedueeeer" please dech. jangan bikin aku tambah frustrasi dgn opini yg sangat tak masuk akal.Krn kesal, kubiarin aja suamiku membawa anakku ke ortu bojoku njuk didoa2kan dgn keyakinan mereka whatever.Aku sendiri ga ikut krn males selain ga percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang anakku tetep nangis, tp njuk agak tenang. Tapi tentu saja teoriku adalah : dia sebel di rumah, apalagi suara bising pemotong kayu disebelah rumah yg memang menyakiti telinga dan bikin sensi anak2 special need. trus ditempat orangtuane bojoku banyak anak2 kecil, off course dia seneng trus mau main.Dan pulang kerumah trus rewel lg krn sebel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi spt itu, semakin yakinlah bojoku dan keluargane  dgn keyakinanya tersebut bahwa anak ini memang kesambet. capeeee deeeeeeee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klo ada kesempatan rasane pengen hijrah ke negara yg orang2nya pemikirannya lebih rasional. Mana ada "children with special need" disamakan dgn "kesambet".Klo semua orang indonesia percaya teori kesambet, klo gt semua anak autis di indonesia langsung sembuh donk, kerumah orangtua bojoku aja, minta kesembuhan dr "kesambet".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ibu yang capek ati)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-1655691743901860317?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/1655691743901860317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=1655691743901860317' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/1655691743901860317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/1655691743901860317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/09/capee-dee.html' title='Capee dee'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-5115141953347396735</id><published>2008-06-18T08:13:00.003+07:00</published><updated>2008-06-18T08:19:58.495+07:00</updated><title type='text'>Dzaki's little (BIG) steps</title><content type='html'>Alhamdulillah Dzaki sudah mulai memperlihatkan beberapa kemajuan. Walau kecil, ini adalah BIG STEPS for us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dzaki sudah memegang biskuit bayi dan memakannya sendiri. Walau prosesnya lama, awalnya digenggam terus, dibawa tidur. Terus hari berikutnya dicium baunya, ditempelin ke mata, ditempelin ke rambut. Hari ketiga baru mulai mau mengemut biskuit itu sampe habis tinggal remahan hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dzaki sudah tidak menolak terapisnya, bahkan dia enjoy bermain trampolin, ayunan, dan perosotan. Bahkan kemarin, kata susternya, Dzaki mulai mau flying fox indoor, sampe...10 kali dan masih minta lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kontak matanya sudah mulai ber"makna", dan semalam mulai menunjuk barang yang dia inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tadinya aku kawatir banget jika Dzaki tidak memiliki imaginasi untuk bermain, karena selama ini seluruh mainan dilempar, tanpa tahu cara atau makna mainan tersebut. Tapi Dzaki mulai main mobil2an trus kecil, dia dorong berulang, kemudian surprise, dia menaikkan boneka mainan kecil dari plastik ke dalam truk mainan, dan mendorongnya kembali. Horeeeeeeeeeeee.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-5115141953347396735?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/5115141953347396735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=5115141953347396735' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5115141953347396735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5115141953347396735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/06/dzakis-little-big-steps.html' title='Dzaki&apos;s little (BIG) steps'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-7312426200606481072</id><published>2008-04-11T10:55:00.002+07:00</published><updated>2008-04-11T11:09:35.710+07:00</updated><title type='text'>On break</title><content type='html'>Starting next week, Dzaki will be taking "break" from theraphy, and keep continuing outdoor program at home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This came as result of my discussion with the terapist. We both agree that on the first 1-2 months Dzaki's progress was really good, starting sleeping with normal hours, starting eye contact and recognise people, calling "mama" and "papa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But the next following 3 months are really hard. Dzaki started to cry and cry and cry during tha whole 1 hour session. We had tried to change the session hour and caretaker, but seems did not work.  Dzaki even refused to walk in to the therapy room.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So we both agree to give a "break", and continuing the fun homework (horse riding, hiking, swimming). Dzaki is allowed to go to the theraphy centre once a week, but just for playing with caretaker (mama and papa only)  and mix with other participants, not for individual theraphy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We hope that this will help Dzaki to reduce anxienty and boredom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Dzaki  still hug me, kiss me  (oh yesss!!!!!!!!!!!!!), call "mama", "papa", and sometimes make a little eye contact.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-7312426200606481072?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/7312426200606481072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=7312426200606481072' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/7312426200606481072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/7312426200606481072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/04/on-break.html' title='On break'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-417078979421195060</id><published>2008-03-21T00:26:00.006+07:00</published><updated>2008-03-21T00:52:53.982+07:00</updated><title type='text'>Need Help</title><content type='html'>Rasanya air mataku sudah kering kering kering.&lt;br /&gt;Tidak ada tenaga untuk menangis lagi. I have no tears left to cry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There should be another better way to deal with this what so called autism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have gone through 3 months of SI therapy and the homework  program, but no real progress on eye contact, speech and concentration.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There should be another way that I have to find. If you know information about this, please let me know.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-417078979421195060?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/417078979421195060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=417078979421195060' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/417078979421195060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/417078979421195060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/03/need-help.html' title='Need Help'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-4658639156376743289</id><published>2008-03-21T00:26:00.002+07:00</published><updated>2008-03-21T00:40:06.286+07:00</updated><title type='text'>Jejak Dzaki</title><content type='html'>Ini record Dzaki, untuk membantu saya  mengingat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lahir 27 Januari 2006, dengan operasi caesar, setelah 3 hari aku opname dan telah diberi perangsang kelahiran 10 ampul lebih, tidak ada mules, tidak ada kontraksi apapun, tidak ada pembukaan. Yang ada hanya bercak darah terus. Dokter akhirnya memutuskan untuk operasi caesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sakit diare dan opname di usia 4 bulan. Dokter yang merawat mendeteksi gejala perkembangan yang kurang, karena Dzaki belum bisa tengkurep, selalu melihat ke atas dan miring, melengkung terus menerus, susah dibaringkan telentang. Dari hasil scan otak didapat perkembangan otak depan yang belum optimal. Oleh ahli syaraf diberi vitamin E dan asam folat, serta terapi dirumah untuk tengkurep diatas bantal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tengkurep usia 5 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Duduk di usia 10 bulan, masih dengan vitamin otak. Vitamin dihentikan ketika sudah dapat duduk. Setelah duduk mulai merangkak usia 10-11 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berdiri 11 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mulai belajar jalan setelah ulangtahunnya yang pertama. Berjalan di usia 13-14 bulan, mulai memanggil "mama", "papa", "cuss",gajah", "ndak", "ya", serta bertepuk tangan dengan nyanyian "kepala, pundak, lutut, kaki"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mendapatkan vaksi MMR di usia 15 bulan, berhubung vaksin campaknya terlewat. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Rasanya saya telah membuat kesalahan terbesar dalam hidup ini.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dzaki tidak bicara lagi, dan mulai berperilaku "aneh", diusia 18 bulan, saya bawa ke 2 ahli syarat anak, dan didiagnosa PDD-NOS, dan harus mendapatkan terapi SI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Terapi SI, seminggu sekali selama 1 jam, sejak Desember 2007 hingga sekarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-4658639156376743289?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/4658639156376743289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=4658639156376743289' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/4658639156376743289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/4658639156376743289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/03/jejak-dzaki.html' title='Jejak Dzaki'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-3626881006928997542</id><published>2008-03-14T14:20:00.002+07:00</published><updated>2008-03-14T14:54:57.290+07:00</updated><title type='text'>Duka, anak Indonesia</title><content type='html'>LAPAR, ANAK SD GANTUNG DIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magetan-Surya, Heran melihat Teguh Miswadi, 11, tidak masuk sekolah sejak Senin (18/2), Sujarwo menjenguk salah-satu murid pintarnya itu kemarin.Pak guru Sujarwo, 45, khawatir sakit maag Teguh kambuh, dan dia ingin membawanya ke Puskesmas. Namun, tiba di rumah Teguh yang tinggal bersama neneknya di Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kab. Magetan,Sujarwo terkejut bukan kepalang. Di sebuah kamar yang tak terkunci di rumah setengah kayu dan setengah bambu itu, Sujarwo melihat siswa kesayangannya tergantung kaku. Teguh sudahtak bernyawa. Teguh bunuh diri.seutas tali tampar biru menjerat lehernya,kata Sujarwo saat ditemui Selasa (19/2). Tali itu diikatkan pada blandar atau kayu penopang atap.Menurut Sujarwo, Teguh gelap mata, sangat mungkin karena tidak tahan akan rasa sakit yang menyerang perut. Maag itu sering membuatnya mengerang. Penyakit ini seharusnya dilawan dengan makan teratur dan bergizi.Tapi, justru itulah yang tak mungkin didapatkan. Beberapa tetangga membenarkan Teguh hanya makan satu kali sehari. Kondisi Teguh yang tinggal hanya berdua dengan neneknya yang renta, memang sangat memprihatinkan. Siswa kelas 5 SDN Pupus 02, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan ini sering mengeluh sakit perut.Teguh menderita sakit maagakut sejak cukup lama dan.tak ada yang memperhatikan secara penuh sakitnya, termasuk kebutuhan makannya,tutur Sujarwo dengan nada prihatin.Dengan kondisi keluarga Teguh yang miskin, makan sebagai kebutuhan paling dasar tampaknya memang tak sanggup dipenuhi keluarganya. Teguh tinggal bersama Mbah Ginah,76, neneknya yang buta di RT 2 RW 7 No 672 Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Sebetulnya tidak ada yang aneh. Anak itu mudah bergaul dengan teman sebayanya dantergolong cerdas. Hanya, dia sering tiba-tiba terdiam, kata Sukarni, 35, tetangga Mbah Ginah. Baru ketika bocah ini nekat gantung diri, orang-orang dewasa di sekitarnya melek.Betapa tersiksanya Teguh yang hanya bisa mengisi perut sekali sehari. Bahkan sebelum meregang nyawa, dia diduga sangat kesakitan. Ini terlihat dari tas sekolah, buku-buku, sepatu,serta seragam sekolah yang ada di bawahnya berantakan. Sangat mungkin Teguh yang mengenakan kaus hijau dan celana jins biru ini berkelojotan menahan sakit.Menurut Sukarni, Mbah Ginah menjadi satu-satunya orang yang dianggap paling bisamemberi perhatian pada Teguh.Tetapi, karena sudah tak bisa melihat, Mbah Ginah memiliki keterbatasan. Selain itu, kemiskinan selalu saja menjadi sandungan. Bahkan ketika bocah malang ini tinggal bersama ayahnya, Suwarno, 41, dia juga tidak mendapat perhatian apalagi dirawat layaknya seorang anak. Lagi-lagi kemiskinan yang membuat keluarga kecil ini berantakan. Kata sejumlah tetangganya, Suwarno harus berangkat ke sawah sebagaiburuh tani usai subuh dan kembali ke rumah menjelang senja. Ibu Teguh, Supartinah, 38, telah pergi merantau ke Sumatera sejak Teguh masih kecil. Hingga kini Supartinah tidak pernah kembali, sehingga tak ada yang sekadar menyapa apakah bocah ini sudah makan atau belum, apakah di rumah ada yang bisa dimakan atau tidak.Teguh kemudian memilih tinggal bersama Mbah Ginah yang tinggalnya masih sedesa dengan ayahnya. Meski sama-sama miskin, mbah yang buta ini lebih telaten,kata Sukarni. Teguh memilih mengakhiri rasa sakit dan kemiskinan itu dengan caranya sendiri. Bayu, 11, teman sebangku Teguh di kelas, menangis mendengar teman belajar dan teman bermainnyameninggal. Menurut Bayu, nilai pelajaran Teguh yang duduk di bangku terdepan ini bagus-bagus. Selalu 7 dan 8. Dia juga mampu menirukan semua bentuk lukisan maupun gambar di ataskertas,kata Bayu. Bayu ingat, ketika bermain bersama, Teguh sudah berpesan mulai Senin (18/2) tidak masuk sekolah lagi.Sabtu lalu dia bilang sakit maagnya kambuh,tuturnya. Setelah memastikan sebab kematian, Kapolsek Lembeyan, AKP Subagyo langsung menyerahkan jasad Teguh kepada keluarga untuk dimakamkan atas permintaan keluarga. Ayahnya, Suwarno, tak bisa dimintai keterangankarena pingsan setelah melihat Teguh meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.surya./" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.surya.&lt;/a&gt; &lt;a href="http://co.id/web/" target="_blank"&gt;co.id/web/&lt;/a&gt; index.php/ Headline/ LAPAR_ANAK_ SD_GANTU\NG_ DIRI.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-3626881006928997542?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/3626881006928997542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=3626881006928997542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/3626881006928997542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/3626881006928997542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/03/duka-anak-indonesia.html' title='Duka, anak Indonesia'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-8327427287908791277</id><published>2008-02-12T14:05:00.010+07:00</published><updated>2008-12-09T20:23:52.860+07:00</updated><title type='text'>KUNTUM NURSERY TAJUR BOGOR</title><content type='html'>Siang tadi aku ke “Kuntum Nursery” yang beralamat di jalan raya Tajur no 291 Bogor, kira-kira satu jam dari Jakarta. Tempat ini merupakan tempat penjualan bibit tanaman hias, juga buah dan sayuran, juga benih beberapa jenis ikan. Tempatnya ga jauh dari sentra tas TAJUR, bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatnya asik banget. Taman dengan berbagai macam bibit tanaman, kolam ikan , serta restaurant yang mengelilingi kolam pemancingan.&lt;br /&gt;Dzaki asik berlarian di sekitar kolam dan kebun, sementara kami bergantian menjaga dan makan. Pilihan menunya cukup beragam. Ada ibu ibu yang menyediakan prasmanan masakan Sunda . Tinggal duduk, dan bebas ngambil sendiri. Pepes pedanya sungguh sedap, juga pepes jamurnya. Taklupa ada semur jengkol (cihui hehe). Harga di prasmanan ini cukup terjangkau. Aku juga mencoba menu di cafenya , yaitu ayam kalasan. Lumayan enak. Namun menu di café lebih mahal daripada makanan Sunda yang prasmanan. Selain itu ada pilihan di kedai lain yaitu bakwan malang, asinan dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu tampak rombongan bapak bapak petani yang studi banding ke perkebunan itu. Jadi suasana di resto cukup ramai.&lt;br /&gt;Setelah itu aku belanja keperluan kebun, pot disini lumayan murah, dari harga 500 an sampai sekitar 30 ribuan. Media tanam juga lebih murah daripada di Jakarta (at least di Kelapa Gading). Media sekarung cuma Rp. 9000,- (di Kelapa Gading Rp. 12.000,-) . Aku juga beli benih beberapa jenis sayuran untuk kucoba tanam di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lupa belanja sayur hasil perkebunan tersebut, organic pastinya. Cukup murah. wortel organic satu pak ukuran 250 gr Rp. 4000,- (hamper sama dgn harga wortel di pasar), Sawi Rp. 5000,-, labu parang seperempat biji Rp. 3000,- (MURAH BANGEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEET), Hihi bangetnya panjang soalnya labu parang kesukaan Dzaki di hypermall seperempat paling nggak Rp. 6000,-. Wortel yang kubeli benar benar segar warnanya, dan crispy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga beli bunga. Disini harga tanaman bunga bervariasi mulai dari yang Rp. 3000,- an sampai ratusan ribu. Aku beli dua macam bunga (aku ga tahu namanya hihi), yang murah aja buat ditanam di depan rumah. Puas banget dech berkunjung kesini. Next time aku pasti kesini lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167598362282280866" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 144px; TEXT-ALIGN: center" height="99" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7b_VNW5x6I/AAAAAAAAADk/FIMAUj7W2co/s200/IMG_3611.JPG" width="200" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Dzaki di Kuntum Nursery&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167595935625758610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7b9H9W5x5I/AAAAAAAAADc/0gDvLEgTr5o/s200/IMG_3614.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Kolam ikan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167594496811714434" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7b70NW5x4I/AAAAAAAAADU/H5R8YuwsA8s/s200/IMG_3616.JPG" border="0" /&gt; Sudut di kolam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7b4zNW5x3I/AAAAAAAAADM/2_UqnWgrgWo/s1600-h/IMG_3615.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167591181096961906" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7b4zNW5x3I/AAAAAAAAADM/2_UqnWgrgWo/s200/IMG_3615.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Bangunan Resto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7b2s9W5x2I/AAAAAAAAADE/HKiCbV6xgfE/s1600-h/IMG_3602.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167588874699523938" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7b2s9W5x2I/AAAAAAAAADE/HKiCbV6xgfE/s200/IMG_3602.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kolam pancing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7b0CdW5x1I/AAAAAAAAAC8/2DjKYYCPXmw/s1600-h/IMG_3603.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167585945531828050" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7b0CdW5x1I/AAAAAAAAAC8/2DjKYYCPXmw/s200/IMG_3603.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Dzaki di resto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167584120170727234" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7byYNW5x0I/AAAAAAAAAC0/l1lZtlFN_rc/s200/IMG_3606.JPG" border="0" /&gt;Ayam Kalasan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167582002751850290" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 208px; CURSOR: hand; HEIGHT: 127px; TEXT-ALIGN: center" height="74" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7bwc9W5xzI/AAAAAAAAACs/JmjVekzidiE/s200/IMG_3607.JPG" width="146" border="0" /&gt;Peda dan pepes jamur&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7buztW5xyI/AAAAAAAAACk/7sqK2PDXYpo/s1600-h/IMG_3608.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167580194570618658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7buztW5xyI/AAAAAAAAACk/7sqK2PDXYpo/s200/IMG_3608.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Semur Jengkol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-8327427287908791277?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/8327427287908791277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=8327427287908791277' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8327427287908791277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8327427287908791277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/02/kuntum-nursery-tajur-bogor.html' title='KUNTUM NURSERY TAJUR BOGOR'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7b_VNW5x6I/AAAAAAAAADk/FIMAUj7W2co/s72-c/IMG_3611.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-4858157766252475793</id><published>2008-02-12T14:05:00.008+07:00</published><updated>2008-02-13T16:32:01.149+07:00</updated><title type='text'>KISAH BUNDA</title><content type='html'>Cerita ini aku dapat dari sebuah blog ibu2. Untuk mengingatkan aku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;MANDIKAN AKU, BUNDA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Sebagian wanita menganggap tugasnya lebih sebagai manajer di rumahnya tanpa perlu dipusingkan urusan dapur dan merawat anak yang lebih pantas dilakukan oleh para bawahan, alias pembantu atau baby-sitter. Peran sosial dan aktualisasi diri menjadi lebih utama.Di sisi lain, tidak sedikit wanita yang tetap "teguh" dan bangga dengan kesibukan seputar urusan dapur. Mereka cukup puas dengan imbalan surga untuk jerih payahnya membenamkan muka di asap "sauna" Mazola (minyakgoreng) dan berparfumkan aroma popok bayi.Saya tidak hendak membahas kekurangan dan kelebihan kedua sisi ini.Seperti saya tulis dimuka, sudah banyak para pemuka agama yang memberikan arahan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Saya hanya ingin bertutur tentang seorang sahabat saya . Sebut saja Rani namanya.Semasa kuliah ia tergolong berotak cemerlang dan memiki idealisme yang tinggi. Sejak awal, sikap dan konsep dirinya sudah jelas : meraih yang terbaik, baik itu dalam bidang akademis maupun bidang profesi yang akan digelutinya sampai universitas kami mengirim dia untuk mempelajari hukum Internasional di Universitas Ultrecht, negrinya bunga tulip, beruntung rani terus melangkah. Sementara saya, lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran dan berpisah dengan seluk beluk hukum dan perundangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Beruntung pula, rani mendapat pendampin yang "setara" dengan dirinya, sama-sama berprestasi , meski berbeda profesi.Alifya, buah cinta mereka lahir ketika Rani baru saja diangkat sebagai staf Diplomat bertepatan dengan tuntasnya suami Rani meraih PhD.b Konon nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah "alif" dan huruf terakhir "ya", jadilah nama yang enak didengar : Alifya. Tentunya filosofi yang mendasari nama ini seindah namanya pula.Ketika Alif, panggilan untuk putranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila saja. Frekuensi terbang dari satu kota ke kota yang lain makin meninggi. Saya pernah bertanya, "Tidaklah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal?". Dengan sigap Rani menjawab: "Saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya . Everythink is ok."Dan itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya walaupun lebih banyak dilimpahkan ke baby sitter betul-betul mengagumkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Alif tumbuh menjadi anak yang lincah, cerdas dan pengertian. Kakek neneknya selalu memompakan kebanggan kepada cucu semata wayang itu tentang ibu-bapaknya. "Contohlah ayah bunda Alif kalau besar nanti". Begitu selalu nenek Alif , bertutur disela2 dongeng menjelang tidurnya. Tidak salah memang. Siapa yang tidak ingin memiliki anak atau cucu yang berhasil dalam bidang akademis dan pekerjaannya.Ketika alif berumur 3 tahun, Rani bercerita kalau Alif minta adik. Waktu itu Ia dan suaminya menjelaskan dengan penuh kasih-sayang bahwa kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif.Lagi-lagi bocah kecil ini, "dapat memahami" orang tuanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Mengagumkan memang. Alif bukan tipe anak yang suka merengek. Kalau kedua orang tuanya pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Kisah Rani, Alif selalu menyambutnya dengan penuh kebahagiaan. Rani bahkan menyebutnya malaikat kecil. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtua sibuk , alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam hati kecil saya menginginkan anak seperti alif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa alif menolak dimandikan baby-sitternya. "Alif ingin bunda mandikan". Ujarnya. Karuan saja Rani yang dari detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, menjadi gusar. Tak urung suaminya turut membujuk agar alif mau mandi dengan tante Mien, baby sitternya. Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan, "Bunda, mandikan Alif" begitu setiap pagi. Rani dan suaminya berpikir, mungkin karena alif sedang dalam masa peralihan ke masa sekolah jadinya agak minta perhatian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter," Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency." Setengah terbang, saya pun ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain. Alif , si malaikat kecil keburu dipanggil pemiliknya.Rani, bundanya tercinta, yang ketika diberi tahu sedang meresmikan kantor barunya, shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan anaknya. Dan itu memang ia lakukan, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. "Ini bunda, Lif. Bunda mandikan Alif. Ucapnya lirih, namun teramat pedih.Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu berkata, "ini sudah takdir, iya kan? Aku di sebelahnya ataupun diseberang lautan, kalau sudah saatnya, dia pergi juga kan??". Saya diam saja mendengarkan. "Ini konsekuensi dari sebuah pilihan." Lanjutnya lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Hening sejenak..............Angin senja berbaur aroma kamboja. Tiba-tiba Rani tertunduk. Serunya kemudian, " Bangunlah lif, bunda mau mandikan alif, beri kesempatan bunda sekali lagi saja, lif". Rintihan itu begitu menyayat. Detik berikutnya ...ia bersimpuh sambil mengais-ngais tanah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : &lt;a href="http://salsabila17.multiply.com/journal"&gt;http://salsabila17.multiply.com/journal&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-4858157766252475793?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/4858157766252475793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/4858157766252475793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/02/kisah-bunda.html' title='KISAH BUNDA'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-6389366909255811844</id><published>2008-02-12T14:05:00.006+07:00</published><updated>2008-02-13T15:21:06.173+07:00</updated><title type='text'>Makan apa donk (Organic,Transgenik)</title><content type='html'>Alkisah, seorang rekan memberikan tempe hasil buatan di laboratoriumnya di Chiba Uni. Entah apakah dia ini memang desperade kangen tempe, atau memang bagian dari penelitian untuk disertasinya, atau mau membuka bisnis tempe di Jepang. Rasa tempenya………………jauuuh dari tempe di pasar Indo (hehe). Tapi demi menyenangkan hati rekan, aku dan teman teman dengan senang hati mencicip tempe buatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempe siapa sih orang Indo yg ga kenal. Kenapa tempe, krn sumber protein nabati yang sangat terjangkau. Tapi sekarang sangat tidak mudah terjangkau karena harga kedelai naik drastic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ga membahas harga naiknya tempe, cuman ingin cerita hasil ngobrol dengan temanku yang pengusaha pertanian. Dia menjelaskan bahwa kebanyakan kedelai konsumsi kita adalah import. Dan kebanyakan kedelai import adalah hasil Transgenik. Duuh opo itu transgenic. Bahasa jawane kata rekanku, adalah metode silangan benih sehingga menghasilkan hasil unggul. Kayak di filem2 science itu lho. Mutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang lebar dia menjelentrehkan misalnya padi yg tahan hama dicampur padi yang wangi, hasile padi yg wangi dan ga disukai hama. Memang produksi meningkat, tanaman tahan serangan cuaca, hama. Namun transgenic menyisakan masalah. Ya itu Mutan itu tadi, misale gen yg racun (anti hama, anti penyakit) jika dikonsumsi oleh manusia. Amankah? Menurut dia ga aman dlm jangka panjang. Lha wong tikus aja ga doyan kok mau dikasih manusia, gitu bahasane. Juga menurut beberapa artikel yg kubaca sekilas.Duuuh gimana tahunya transgenic dan enggak. Sebagian produk memang dikasih label trasgenik, sebagian besar di pasaran Indo enggak.Jadi kecap, saus tomat, susu bayi pun ga tentu bebas dr transgenic. Byuuuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus makan apa donk. Sayur segar?&lt;br /&gt;Ini juga belum tentu bebas dari pestisida. Belum beras yg disemprot pengawet, pemutih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau gitu aku tanam dewe bibit sayurku, ga pake pestisida.&lt;br /&gt;Temanku masih tanya, bibite transgenic bukan?, dia bilang organic belum tentu bebas dari transgenik. GUBRAK. Gimana tahunya dunk, ini juga bibit dr pasar belanjaan sayur. Terus AKU MAKAN OPO DONK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat beberapa tahun yang lampau, aku sekeluarga mengunjungi wismanya ibu Gedong (almarhum) di Candi Dasa. Waktu itu dia mengajak kami berkeliling, dan menunjukkan sawahnya, kebun sayurnya, dan system pengairan di perkebunannya. Beliau menjelaskan bahwa bersama para “santrinya” mengusahakan secara mandiri makanan yang dikonsumsi sehari2 dari hasil sawah dan kebun, yang bebas polusi, pestisida dan segala yg ga alami.&lt;br /&gt;Woow, kalau aku hidup di desa bisa juga tuh ditiru. Di kota besar kayak Jakarta ini paling yg bisa diusahakan adalah memilih bahan yg organic (dan bukan transgenik kalau masih bisa…..).Kalau suamiku orangnya ga mau repot. Asal sehat, ga pengawet, ga zat pewarna buat dia its OK. Katanya transgenic adalah solusi untuk mengatasi kurang pangan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kata sebuah artikel, transgenic akan menyebabkan bencana kelaparan di masa depan.Embuh yang benar yang mana.&lt;br /&gt;Tadinya aku sendiri cuek (dan tidak tahu). Maklum, “penganut suku perut gendut makan apa saja pokoke enak”. Tapi karena punya anak dgn mslh perkembangan , jadi lebih memperhatikan masalah beginian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ibu yang mumet)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-6389366909255811844?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/6389366909255811844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=6389366909255811844' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/6389366909255811844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/6389366909255811844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/02/makan-apa-donk-organictransgenik.html' title='Makan apa donk (Organic,Transgenik)'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-2322802928791441491</id><published>2008-02-12T14:05:00.003+07:00</published><updated>2008-12-09T20:23:53.584+07:00</updated><title type='text'>Dzaki in action</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Here are some pictures of Dzaki. Enjoy !!&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166364057400887010" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7KcvNW5xuI/AAAAAAAAACE/jAJOSIWczD8/s200/IMG_0028.JPG" border="0" /&gt;Pria sejati&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7KbSdW5xtI/AAAAAAAAAB8/VLMPyumN-ns/s1600-h/IMG_2248.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166362463968020178" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7KbSdW5xtI/AAAAAAAAAB8/VLMPyumN-ns/s200/IMG_2248.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Terjun bebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7Kae9W5xsI/AAAAAAAAAB0/Y1vNQspcX7g/s1600-h/IMG_2987.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166361579204757186" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7Kae9W5xsI/AAAAAAAAAB0/Y1vNQspcX7g/s200/IMG_2987.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Main gerimis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7KZEtW5xrI/AAAAAAAAABs/F3bTxn0rjp4/s1600-h/IMG_2236.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166360028721563314" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7KZEtW5xrI/AAAAAAAAABs/F3bTxn0rjp4/s200/IMG_2236.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Siap terbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-2322802928791441491?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/2322802928791441491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=2322802928791441491' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2322802928791441491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2322802928791441491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/02/dzaki-in-action.html' title='Dzaki in action'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R7KcvNW5xuI/AAAAAAAAACE/jAJOSIWczD8/s72-c/IMG_0028.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-2279795886247311242</id><published>2008-02-12T14:05:00.001+07:00</published><updated>2008-02-13T13:12:06.350+07:00</updated><title type='text'>GO GREEN</title><content type='html'>Cangkul cangkul cangkul yang dalam…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hihihi inilah kegiatan “iseng” mama jika Dzaki bobok atau sambil main di teras. Beberapa alasan aku mulai “mencangkul” adalah, ingin mengurangi sampah di rumah dengan memanfaatkannya, ingin sayur yang “organic” bebas pestisida terutama buat si Dzaki, serta ya itu tadi “iseng” ngilangin jenuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah dapur berupa dedaunan, potongan sayur dipotong-potong kecil dan kumasukin ke kaleng kompos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap minggu minimal Dzaki menghabiskan 1 kaleng ukuran besar Pediasure. Kalau dikalikan jadi setahun kira kira ada 42-50 kaleng ukuran besar Pediasure. Biasanya kubuang, sekarang mulai kukumpulkan, bersihkan, lubangi dasarnya dan kujadikan pot untuk menanam sayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Dzaki menghabiskan berbelas lembar kertas ukuran A3 untuk menggambar. Tadinya hasil yang bagus aku simpen, sisanya kubuang. Bingung saking banyaknya. Sekarang aku kumpulin, aku satukan jadi lembaran besar. Kalau ada ulangtahun teman Dzaki atau anak saudara aku jadikan kertas pembungkus kado. “ini kertas kadonya hasil karya Dzaki lhoooo”. (Itung itung memamerkan hasil karya Dzaki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengumpulkan benih, akar, umbi dari belanjaan sayur, maupun minta dari petani di dekat rumah, untuk ditanam di pot. Hehe semangkanya sudah mulai berbuah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air cucian beras dan daging, biasanya kubuang. Sekarang aku siramkan ke tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun the sisa yang biasa kubuang, aku sebarkan ke pot tanaman, tambahan pupuk gratis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-2279795886247311242?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/2279795886247311242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=2279795886247311242' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2279795886247311242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2279795886247311242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/02/go-green.html' title='GO GREEN'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-7896152039518857460</id><published>2008-02-05T10:58:00.003+07:00</published><updated>2008-02-08T11:34:35.516+07:00</updated><title type='text'>INI OBROLAN IBU- IBU</title><content type='html'>Hmmmffff makin hari harga harga makin naik ga ketulungan.&lt;br /&gt;Ngga cuma bahan pokok dan bahan makanan mentah saja yang naik. Yang lainpun ikut naik. Misalnya detergen, pewangi, juga kosmetik bayi. Kenapa ya ya non makanan ikutan naik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih aneh, kenapa harga di pasar tradisional malah lebih tinggi daripada di hypermart? Sebagai contoh, Molto Pewangi di pasar dekat rumah harganya Rp. 8.500,- untuk kemasan refill 900 ml. Sedangkan di Carrefor kemarin Rp. 7.500,- untuk kemasan yang sama. Ayam boiler utuh Rp. 16.500,- sedangkan dipasar sekitar Rp. 18.000,-. Padahal pasar tradisional kan notabene lebih becek, template lebih jelek, ga ber AC pula. Pantas di koran rebut rebut tentang matinya pasar tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ibu-ibu yang tiap harinya kepasar sebenarnya keluar uang lebih banyak donk drpd yang biasa belanja di Hypermarket. Oklah tentu saja ada ongkos bensin, parkir dan mungkin juga jajan setelah capet belanja di hypermart yang luas. Tapi mungkin sepadan dengan selisih 1000-2500 per item yang dikeluarkan jika belanja di pasar tradisional. Mungkin ada kelebihannya kalau belanja di pasar tradisional, misalnya boleh beli dalam amount yang sedikit (Rp. 500,- dapat cabai rawit dua genggam), tinggal jalan kaki kalau dekat rumah, boleh nawar (tp ga selalu)Anyway, it just my thought, yang kmrn habis belanja ke Carrefor kmdian hari ini belanja ke pasar. Hargane lumayan “NJOMPLANG".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-7896152039518857460?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/7896152039518857460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=7896152039518857460' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/7896152039518857460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/7896152039518857460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/02/ini-obrolan-ibu-ibu.html' title='INI OBROLAN IBU- IBU'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-6867510471059859693</id><published>2008-02-05T10:58:00.002+07:00</published><updated>2008-02-08T14:44:55.765+07:00</updated><title type='text'>Mengurangi Merkuri</title><content type='html'>Dari berbagai sumber yang kubaca, disinyalir salah satu penyebab autism adalah kadar merkuri yang berlebihan di dalam tubuh (baca : http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&amp;amp;task=viewarticle&amp;amp;artid=291&amp;amp;Itemid=3) . Logam ini bisa berasal dari polusi, penggunaan merkuri dalam kehidupan misalnya menambal gigi dengan timah atau vaksin yang menggunakan pengawet yang mengandung merkuri. (see: &lt;a href="http://puterakembara.org/rm/Alergi5.shtml"&gt;http://puterakembara.org/rm/Alergi5.shtml&lt;/a&gt;). Namun demikian masalah merkuri sebagai penyebab ini masih kontroversi, penelitian terbaru dari Canada menemukan bahwa kadar merkuri dalam tubuh anak autis tidak berbeda dengan yang tidak autis (&lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/5/4/autisme-tidak-disebabkan-oleh-merkuri/"&gt;http://www.antara.co.id/arc/2007/5/4/autisme-tidak-disebabkan-oleh-merkuri/&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui kadar merkuri dalam tubuh diperlukan test dengan pengambilan sampel darah dan rambut, setelah itu diberikan treatment untuk mengurangi kadar Merkuri dalam tubuh.Ada yang dengan suplemen, ada yang dengan Metode Balur, dan entah metode apa lagi aku belum begitu tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri belum melakukannya. Selain pendapat ini masih kontroversi, sambil menunggu pemeriksaan lanjutan, aku coba untuk mencari cara alternative untuk mengurangi kadar merkuri dari tubuh, toh yang namanya logam apapun jika kadarnya berlebihan tidak akan baik bagi kesehatan (seperti tragedy Minamata). Tembaga, arsenic,aluminium dan lain2 juga disinyalir bisa menyebabkan keracunan dan gangguan saraf. Timbal biasa ada di bensin,cat tembok, baterai,aki. Merkuri juga terkandung di obat tetes mata, thermometer,kosmetik,pengawet gandum. Aluminium banyak pada alat memasak di dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang di vaksin dan obat2an, aku skrng lebih hati hati dan menanyakan dulu ke dokter. Untuk yang dalam kehidupan sehari2, alat masak aku hanya pakai stainless steel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini daftar terkumpul dari berbagai sumber mengenai zat dan vitamin yang dapat membantu mengurangi kadar merkuri dalam tubuh.&lt;br /&gt;1. Glutathione&lt;br /&gt;2. N-acetyl-L-cysteine (NAC)&lt;br /&gt;3. L-Methionine&lt;br /&gt;4. MSM (Methylsulfonylmethane)&lt;br /&gt;5. B6 (Pyridoxine)&lt;br /&gt;6. Zinc&lt;br /&gt;7. Vit C&lt;br /&gt;8. B1 (Thiamine)&lt;br /&gt;9. Selenium&lt;br /&gt;10. B5&lt;br /&gt;11. Bawang putih&lt;br /&gt;12. Ginko Biloba&lt;br /&gt;13. B12&lt;br /&gt;14. Omega 3&lt;br /&gt;15. Calcium&lt;br /&gt;16. Aloe Vera&lt;br /&gt;17. Vit E&lt;br /&gt;18. Magnesium&lt;br /&gt;19. Cod Liver Oil&lt;br /&gt;20. Prebiotic&lt;br /&gt;21. Colustrum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada beberapa data lain yang aku dapat dari literature (&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Terapi makanan anak dengan gangguan autism, Toeti Soenardi, Susirah Soetardjo, PM Pustaka&lt;/span&gt;) :&lt;br /&gt;· Hampir 90% anak Autis kekurangan Zinc&lt;br /&gt;· Kekurangan magnesium dan kalsium&lt;br /&gt;· Kekurangan asam lemak Omega 3&lt;br /&gt;· Hampir 90% kelebihan Tembaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya aku mencoba data bahan makanan sumber dari zat/vitamin diatas. Aku coba untuk kumasukkan ke menu anakku sehari2 , asal halal, yang natural (bukan awetan) dan yang kira2 tidak alergi. Memang datanya belum terlalu lengkap, juga ukuran2nya. Tapi aku usahakan dalam menu sehari2 dan cara memasaknya tepat sehingga zat/vitamin tersebut tidak rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini hasil sementara pencarianku :&lt;br /&gt;1. Glutathione.Makanan yang kaya glutahione adalah kubis, brokoli, asparagus, alpukat dan kenari&lt;br /&gt;2. N-acetyl-L-cysteine (NAC) (Belum ketemu)&lt;br /&gt;3. L-Methionine (sda)&lt;br /&gt;4. MSM (Methylsulfonylmethane) (sda)&lt;br /&gt;5. B6 (Pyridoxine) Daging, ikan dan unggas (itik, ayam dll) merupakan sumber utama vitamin B6. Sumber yang lain adalah kentang, beberapa sayuran hijau dan buah berwarna ungu.&lt;br /&gt;6. &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Zinc&lt;/span&gt;. Sumber seng biasanya terdapat dari hewan, seperti daging, ikan, kerang, ayam, dan telur.&lt;br /&gt;7. Vit C Jeruk merupakan sumber utama vitamin C. Brokoli, sayuran berwarna hijau, kol kobis), melon dan strawberi mengandung vitamin C bermutu tinggi.&lt;br /&gt;8. B1 (Thiamine). Daging babi merupakan sumber yang sangat baik untuk thiamin (tapi ga halal), sama seperti ragi, hati, biji bunga matahari, sejumlah padi, biji-bijian, kacang polong, semangka, tiram, oatmeal dan tepung terigu.&lt;br /&gt;9. Selenium . Makanan sumber selenium umumnya adalah yang tinggi kadar proteinnya. Oleh karena itu pangan hewani seperti ikan (tawar, laut), kerang-kerangan, daging ternak, telur, dan ayam merupakan makanan yang kaya kandungan mineral seleniumnya. Sementara pangan nabati kadar seleniumnya rendah kecuali bawang putih, tomat, dan makanan fermentasi seperti tempe, tahu, yoghurt, ragi.&lt;br /&gt;10. B5. banyak terdapat pada ikan, unggas, susu, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran. Hati ampela, telur, brokoli, ikan, ayam, yogurt, jamur, alpukat, kentang manis.&lt;br /&gt;11. Bawang putih&lt;br /&gt;12. Ginko Biloba (aku tanya apoteker di Century Health, katanya untuk balita belum dapat diberikan)&lt;br /&gt;13. B12 . Vitamin B12 hanya ditemukan di dalam daging hewan dan produk-produk hewani. Orang yang hanya makan sayuran (vegetarian) dapat melindungi diri sendiri melawan defisiensi (kekurangan) dengan menambah konsumsi susu, keju dan telur.&lt;br /&gt;14. &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Omega 3&lt;/span&gt; .Sumber utama omega-3 adalah seafood dan tanaman seperti kacang kedelai, kanola, biji rami.&lt;br /&gt;15. &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Calcium&lt;/span&gt;.Bahan makanan sumber kalsium adalah susu, keju, teri kering, udang kering, ikan sarden, dan kacang kedelai. Sumber kalsium terdapat pada susu, keju, ikan laut, hati, dan kuning telur.&lt;br /&gt;16. Aloe Vera. Ini Lidah buaya.Di supermarket banyak makanan kemasan dari lidah buaya. Ada berupa minuman atau agar agar.&lt;br /&gt;17. Vit E .Vitamin E banyak tersedia dalam sayuran dan minyak biji-bijian, yang dapat ditemukan dalam bentuk margarine, salad dressing, dan shortening. Minyak kacang dan minyak kulit gandum mempunyai konsentrasi vitamin E yang tertinggi. Tingkat selanjutnya adalah minyak jagung dan minyak biji bunga matahari.&lt;br /&gt;18. &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Magnesium &lt;/span&gt;. Bahan makanan sumber magnesium adalah sayuran hijau, serealia, biji-bijian, kacang-kacangan, daging, dan susu. Sumber magnesium terdapat pada kacang-kacangan dan biji-bijian (seperti kenari, almond, kacang mete, kacang tanah), selain itu terdapat juga dalam buah-buahan dan sayuran, seperti bayam, tomat, jeruk, dan kangkung.&lt;br /&gt;19. Cod Liver Oil&lt;br /&gt;20. Prebiotic : Yang tergolong prebiotic adalah oligosakarida dalam ASI, soy bean, oat, beberapa wheat dan barley, serta inulin yang banyak terkandung dalam Articoke&lt;br /&gt;21. Colustrum. Rasanya kok ini ada di ASI ya. Ada akhir akhir ini penawaran susu berkolustrum, tapi aku belum mencari info lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saat ini susu Dzaki, sesuai anjuran dokter aku kasih Pediasure, kebetulan kandungan didalamnya cukup komplit, termasuk ada prebiotiknya. Dan yang penting, Dzaki tidak alergi dengan Pediasure. Sesekali aku selingi dengan susu kedelai ISOMIL Advance. Untuk Liver Cod Oil aku pakai merek Champs, rasa jeruk, 15 ml/hari sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan laut, kacang kacangan, abon, biscuit bayi, susu sapi Dzaki alergi (yang sudah aku ketahui). Keju untuk merek Craft dan QEJU dia ga gatal (pernah aku coba merek selain ini gatal) dan mentega tawar merek Elle &amp;amp; Wire serta Orchid, jadi sesekali kukasih. Untuk penyedap rasa semacam kaldu blok dan MSG sama sekali tidak kuberikan. Cukup garam dan sesekali sedikit gula fraktosa cair merek Rose Brand (di supermarket besar ada, harga sekitar Rp. 5.600,- untuk 500 ml).Untuk telor aku pilih yang telor ayam kampung, atau telor organic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beberapa rekan ada anak2 yang jika makan makanan tertentu terus alergi atau perilaku berubah, susah tidur . Jadi sejauh ini jika Dzaki ga gatal2, mencret, rewel atau jadi hyper aku tetap berikan. Masalah diet ini memang barangkali akan menjadi specific bagi tiap individu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-6867510471059859693?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/6867510471059859693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=6867510471059859693' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/6867510471059859693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/6867510471059859693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/02/mengurangi-merkuri_05.html' title='Mengurangi Merkuri'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-2190836220987061698</id><published>2008-02-05T10:58:00.000+07:00</published><updated>2008-02-05T18:09:59.854+07:00</updated><title type='text'>I am not an Angel</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;I am not an angel, you see. It is not easy for me to forgive someone who hurt my feeling in the past. We had living next door with her in 2 years. My relationship with her is not always in good term. Even we can be said as family.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;After the big flood last year, my washing machine had electricity circuit problem and I  had not chance to call the service agency. I went next door to ask if I can use hers, just to dry my baby clothes. She replied “I just paid to repair my washing machine after the flood , and it cost Rp. 250.000,-. You will broke my washing machine”. When I asked if we could put meat and food on her fridge while mine was being repaired after the flood, her daughter said to my maid that we could not put much because of the electricity burden.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oh God, I never forget her saying. Especially because during the big flood I had been helping her family by sending food, and baby food for her grand children. It was a big cost because every time to send food, I hadto spend Rp, 200.000,- just to cross over  the flood. And it was going for 4 days. No thank you reply  from her.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6 moths ago I had a chance to move to other house. Still in the area nearby. She, and her family never visited us, though its only 10 minutes drive. I dont mind about it.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Last week, exactly 1 year after the big flood, suddenly the flood coming over again to our area. I was so grateful the flood did not reach my house area. I called to her house in the afternoon, and talked to her oldest son, if they want to be evacuated to my house, because the water had come to their house. He replied that they had move to small cabin upstairs, and they planed to go to other relatives house in the same area. I said “OK”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;But at 21.00 pm, my husband finally pick them up, because they could not go anywhere, and the small grandchildren have been crying feeling uncomfortable living in the small, dusty  cabin upstairs.&lt;br /&gt;She came to my house  with mixed expression, rather uncomfortable, embarrassed, and relieve. Maybe because she never visited me while living next door or in my new house. I thought they were also waiting to be picked up because feeling very uncomfortable to come here by they own. I felt rather sorry for her, seeing her with her family had misfortune of flood, moving to my house and bringing her own food in plastic bag (indomie,crackers), thought she knew that off course I have food to offer. She said that she could not go to other people house because she was worry of misbehavior of her 2 grandchildren. She said she could not bother others with her grandchildren (well, her grand children were  really disaster in my house that night!!). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;The next morning, after breakfast they were being escorted to their house, after we heard the flood had gone. She said thank you. After they left, I felt relieve, remembering how she treated me before. But the God always have the answer. Maybe God heard my pray. An “evil” part of my heart said “Thanks God, the misfortune did not come over me, but to someone who had hurt us” (heh heh).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-2190836220987061698?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/2190836220987061698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=2190836220987061698' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2190836220987061698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2190836220987061698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/02/i-am-not-angel.html' title='I am not an Angel'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-1374360496436706293</id><published>2008-01-21T21:20:00.007+07:00</published><updated>2008-02-04T23:35:20.524+07:00</updated><title type='text'>Saat banjir dan Dzaki sakit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Paling sedih adalah tatkala Dzaki sakit. Seminggu kemarin dia sakit. Pilek, dan terlebih lagi, kulitnya seperti terbakar di bagian punggung, pinggang,dada, lengan atas dan bawah ketiak, gosong gosong, mengelupas dan perih karena digaruk Dzaki. Dzaki jadi sangat rewel,tidak mau dipegang, tidak mau main seperti biasanya, dan tidak mau menyedot susu maupun makan. Mungkin tenggorokannya sakit. Untungnya dia masih mau disendoki susu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Di tempat terapi dia juga tidak ceria seperti biasanya. Tidak mau main, hanya berbaring di lantai. Selama seminggu dia juga ga mau memanggil “mama”.Dirumah hanya diam, berbaring, nonton DVD kesukaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Aku dan suamiku berencana membawa ke dokter anak dan specialist kulit. Namun apa daya, hujan deras dua hari, dan banjir keburu datang hari Jumat yang lalu di Kelapa Gading. Beruntung rumah kami tidak kebajiran, namun akses untuk ke klinik terhalang oleh banjir. Kompleks kami seperti dikepung air. Bahkan Jumat malam itu, papa Dzaki harus berjalan kaki dari kantornya di Grogol hingga Kelapa Gading.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Nyari2 source informasi dari klinik anakku.net (klinik langganan), untuk meredakan pileknya aku kasih ALCO drops , dua kali sehari sesuai dosis. Kebetulan dulu jaman bayi pilek dokternya Dzaki juga ngasihnya ALCO drops. Untuk radang tenggorokannya, memang kasihan banget karena Dzaki jadi sulit menelan dan rewel. Kalau agak parah biasanya memang Dzaki dapat antibiotic dari dokter. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Aku sendiri sebenarnya tidak ingin Dzaki dikasih antibiotic lagi, apalagi baru 1 bulan yang lalu, dia sakit tenggorokan dan dikasih antibiotic. Aku coba perbanyak minum air putihnya, kemudian kuberikan vitamin seperti biasa, AKTAVOL dan Liver Cod Oil. Selama tiga hari akhirnya Dzaki mulai lahap makan, tidak rewel, dan mulai mau main. Mulai cerewet lagi dan dan lincah. Pileknya tinggal dikit, sehingga aku merasa tidak perlu memberikan obat lagi, cukup vitamin untuk daya tahan tubuhnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Kulitnya yang mengelupas tiap hari beberapa kali aku olesin pakai cream baby Cussons (kebetulan yang cocok untuk Dzaki cuma merek ini), minyak telon dan bedak bayi kuhentikan, kaus dalam tidak aku pakaikan. Habis mandi (airnya aku tuangin baby oil cussons juga), kulitnya aku keringkan, kuangin anginkan sebentar dan kuoles cream baby Cussons. Setelah itu kukenakan pakaian yang agak longgar. Makanan yang kira2 bikin alergi kulit semua aku hentikan (keju, mentega,minyak goreng,abon,telor). Alhamdulillah setelah tiga hari kulitnya mulai halus kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Saat banjir sudah surut, Dzaki pun sudah pulih dan cerewet lagi dan memanggilku “mama”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-1374360496436706293?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/1374360496436706293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=1374360496436706293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/1374360496436706293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/1374360496436706293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/01/saat-banjir-dan-dzaki-sakit.html' title='Saat banjir dan Dzaki sakit'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-691394729577216947</id><published>2008-01-21T21:20:00.006+07:00</published><updated>2008-02-06T12:50:46.772+07:00</updated><title type='text'>Apakah anak SN lebih susah diurus?</title><content type='html'>&lt;span style="color:#330099;"&gt;Apakah mengurus anak “SN” lebih susah daripada yang “non SN” ?&lt;br /&gt;Jawabanku adalah : RELATIVE&lt;br /&gt;Mau tidak mau aku mengamati para kerabat yang punya anak “non SN” untuk mencari jawaban.&lt;br /&gt;Ilustrasi hasil pengamatanku berikut ini dari para kerabat yang memiliki anak “non SN” :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;Masalah Makan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang kerabat yang punya anak usia 3 tahun mengeluh karena anaknya susah makan, jika makan harus digendong keliling kompleks, bahkan hujan2, malam 2 sekalipun, demi anaknya mau makan. Selain itu makannya diemut, sehingga harus diblender halus, walaupun giginya sudah lengkap. Baru diusia 3 tahun ini anaknya mau makan nasi. Susu juga ga mau nyedot sehingga kerabatku ini tengah malam pun harus bangun demi menyuapi susu dengan sendok ke sang anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Anaknya kakakku sampai sempat dirawat di rumah sakit selama 10 hari karena mogok makan. Ususnya jadi lengket dan perutnya sakit. Gadis kecil kelas 4 SD ini benar benar mogok makan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Anaknya iparku ada yang sangat tidak doyan sayur. Jika ada sepotong sayur di nasinya, langsung semua dimuntahkan. Usianya 4 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Adik dari anak yang mogok makan, justru kebalikannya,makannya tidak bisa distop. Badannya gembul sekali, 4 tahun beratnya 27 kilo. Hobinya jajan, dan memanggil tukang jajanan di rumah. Bisa terbayang pusingnya kakakku karena tukang roti dan makanan jadi demen mangkal di depan rumahnya. Belum lagi anaknya suka jalan sendiri ke warung beli jajan,ngebon tanpa setahu ibunya. Tahu tahu tiap akhir bulan selalu ada tagihan dari warung dekat rumah (huaha). Si anak ini saking ga bisa control makan, sering sampai kenyang pun ga mau berhenti, sehingga makanan dijejalkan sampai muntah. Sampai saat ini kakakku belum menemukan cara untuk mengontrol nafsu makan si adek ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;Masalah perilaku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anaknya adikku sangat pendiam dan pemalu. Walau di kelasnya ranking dan jago music, temannya sangat terbatas, hanya 1-2 orang dikelas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Anak iparku sangat keras kepala, jika dilarang akan menggunakan senjata tangisnya yang super kencang, kapan saja dan dimana saja. Di mall sekalipun, jika keinginannya belum dituruti, dia akan nangis kencang dan berbaring di lantai. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Ada anak teman yang suka tiba tiba nyelonong ke rumah tetangga tanpa permisi, masuk, dan langsung mengambil mainan dan bermain dengan cueknya. Membujuknya pulang agak susah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Anak saudaraku ada yang kalau pergi ke rumah orang suka membuka kulkas tanpa permisi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Anak iparku ada yang suka mukul , termasuk memukul orangtuanya, saudaranya, nenek dan pembantunya. KAdang dia juga meludahi atau menyemburkan air minum ke muka orang. Sangat menjengkelkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Masalah tidur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Anak saudaraku ada yang suka tidurnya baru tengah malam. Kalau dia ga tidur, dia mengganggu yang lain, baik dengan cara membangunkan orang lain untuk diajak main, jika keinginannya tidak dituruti nangis super kencang di tengah malam. Sangat kencang, menyakitkan telinga sehingga tetangga sekitarpun mendengar. Sangat mengganggu orang2 serumah yang sudah tidur, jadi semua terbangun. Sering yang dewasa sekitarnya jadi emosi karenanya, karena sudah larut malam, capek dari kerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;So ilustrasi diatas mematahkan anggapan orang bahwa anak “SN” lebih sukar diurus. Yang “non SN” pun ada masalah2 yang sukar diurus, kadang melebihi anak yang SN. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh Dzaki yang tadinya sukar makan, Alhamdulillah sudah terbiasa makan di kursi, suka makan sayur, dan sekarang makannya tambah banyak. Makanan yang kasarpun mulai mau. Masalah perilaku marah, Dzaki marahnya sebentar, paling nangis ga lama dan tidak pernah ditempat umum. Masalah tidur aku juga bersyukur tidurnya sudah teratur, dan jika begadang sedikit, dia asik dengan buku, corat coret atau menyelesaikan “PR” loncat loncat. Jadi ga nangis menjerit tengah malam. Mungkin juga ini hasil dari kebiasaan yang dibangun atau latihan. Jadi menurutku anak yang "non SN" pun perlu dilatih jika ada masalah yang mengganggu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-691394729577216947?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/691394729577216947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=691394729577216947' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/691394729577216947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/691394729577216947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/01/apakah-anak-sn-lebih-susah-diurus.html' title='Apakah anak SN lebih susah diurus?'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-3457129717467463808</id><published>2008-01-21T21:20:00.005+07:00</published><updated>2008-02-01T17:48:01.671+07:00</updated><title type='text'>Banjir lagi di Kelapa Gading</title><content type='html'>Duuh, banjir lagi deh Kelapa Gading. Tepat seperti tahun lalu. Dua hari ini hujan terus terusan, sehinnga sungai di belakang Kelapa Gading meluap. Untung tidak separah tahun lalu, namun cukup bikin khawatir. Sore ini jalanan di depan Mall Kelapa Gading tergenang air setinggi betis, juga samping kanan kiri dan belakangnya. Jadilah Mall seperti dikepung. Dari rumah, aku naik ojek menerobos sampai batas air, jalan kaki sebentar ke Mall dan belanja perbekalan makanan, susu dan popok bayi. Rumah kami, alhamdulillah tidak banjir, cuma di beberapa bagian cekungan di kompleks sekitar saja yang tergenang. Pasar pagi ini sepi, sebagian tergenang air semata kaki, tapi pedagang tetap jualan, dan beberapa ibu2 seperti aku menerobos hujan untuk belanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mall juga sepi, beberapa toko tutup. Belum terlihat kepanikan banjir di antara pengunjung. Ada yang memborong bahan makanan di super market, tapi ada juga yang santai2 lihat perhiasan dan baju (hihi kali rumahnya memang aman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau sudah begini, walau rumah aman, tetap aja aku siap siap perbekalan, juga naikin barang2 ke atas. Jaga jaga aja, jika kemungkinan lebih buruk. Semoga tidak banjir di rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah yang kami tinggali sampai tahun lalu, di Gading Elok, tergenang banjir. Mertua dan ipar yang tinggal dirumah sebelahnya, saat ini mengungsi ke loteng. Untuk mengungsi ke rumah kami mereka kesulitan karena akses tertutup dimana mana. Semoga banjir segera surut. Aku juga jadi teringat tetangga depan rumah yang tahun lalu sama sama mengungsi, karena banjir tahun lalu parah, sedada dan selama seminggu, dia jadi trauma. Tiap kali hujan malam dia tidak tidur sampai pagi. Walaupun hanya gerimispun, tetanggaku ini sangat cemas. Semoga dia juga baik2 saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-3457129717467463808?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/3457129717467463808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=3457129717467463808' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/3457129717467463808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/3457129717467463808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/01/banjir-lagi-di-kelapa-gading.html' title='Banjir lagi di Kelapa Gading'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-4917888938836785757</id><published>2008-01-21T21:20:00.003+07:00</published><updated>2008-02-01T08:52:45.734+07:00</updated><title type='text'>Hujan hujan hujan</title><content type='html'>Setelah berhari hari panas yang sangat menyengat, sekarang 3 hari ini hujan terus menerus. Dari semalam hujan deras, hingga pagi ini juga tidak ada tanda tanda hujan bakal berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seneng sih, karena udara jadi sejuk, setelah panas berhari hari. Cuma, cucian lama kering, Dzaki jadi pilek, ga bisa jalan jalan keluar maupun berenang.&lt;br /&gt;Aku jadi ga bisa ke pasar untuk belanja pagi ini, padahal stok makanan di kulkas sudah mulai habis. Mau ke mall dekat rumah rasanya kok males membayangkan macetnya, cari parkirnya. Semoga agak siangan hujan berhenti sehingga bisa ke pasar, dan Dzaki bisa main di lapangan dekat rumah. Kasihan, dia bete banget di dalam rumah beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara mama Dzaki bikin puding untuk menu di hari yang panas, berganti dgn bikin cemilan untuk hari hujan, bakwan jagung yang jadi andalan hihi (bisanya cuma itu). Juga menu yang agak menghangatkan badan, plus bikin minuman jahe. Makanya bete banget nih mau ke pasar ga jadi jadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-4917888938836785757?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/4917888938836785757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=4917888938836785757' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/4917888938836785757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/4917888938836785757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/01/hujan-hujan-hujan.html' title='Hujan hujan hujan'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-5319527407615252670</id><published>2008-01-21T21:20:00.002+07:00</published><updated>2008-01-31T16:11:28.366+07:00</updated><title type='text'>PANTI ASUHAN MURNI JAYA</title><content type='html'>Panti Asuhan Murni Jaya di Gang Pepaya 1 no 10, Jl. Kramat Jaya (Cilincing). Kondisinya, tidak jauh dari apa yang telah diulas di blog rekan2 yang pernah kesana sebelumnya (visit : &lt;a href="http://jasonterra.blog.com/276031/"&gt;http://jasonterra.blog.com/276031/&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://tunascendekia.org/wordpress/archives/363"&gt;http://tunascendekia.org/wordpress/archives/363&lt;/a&gt;) . Berada di dalam gang yang cukup hanya 1 mobil, panti asuhan ini tidak kelihatan, nyaris terlewat . Kondisinya cukup memprihatinkan, dari fisik bangunannya dr luar maupun dalam, penampilan anak-anaknya yang lusuh. Pimpinanya adalah Bpk. Soetripno Wijaya. Menurut beliau saat ini ada 70 penghuni panti, dengan usia paling kecil 1 tahun, dan paling besar 16 tahun. Rata rata mereka sekolah sampai SMP. Anak anak yang besar bertanggung jawab mengasuh balita. Yayasan ini murni dikelola oleh keluarga, karena menjalankan amanah orangtua. Mungkin karena bukan yayasan besar dan terkenal, kondisinya jauh berbeda dari panti asuhan besar yg pernah aku kunjungi, dan menurutku karena ga terlalu banyak diketahui orang, donaturnya pun tidak sebanyak panti asuhan yang sudah sering terdengar. Menurut Bpk Soetripno dari PEMDA ada 20 anak dipanti yg dapat santunan Rp. 1.700,00 (atau Rp. 17.000,- kali ya, semoga aku salah dengar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sarankan juga untuk teman teman yang ingin memberikan sedekah ke anak yatim, panti asuhan ini sangat layak mendapatkan bantuan. Bisa berupa baju bekas layak pakai, kebutuhan sehari2 (sabun, detergen etc), bahan makanan, buku tulis untuk anak sekolah, pasti akan membantu meringankan kondisi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panti Asuhan Yatim Piatu&lt;br /&gt;Yayasan Murni Jaya&lt;br /&gt;Jl. Kramat Jaya Gg. Pepaya I no 10 Jakarta Utara. Telepon : 4408904&lt;br /&gt;BRI rekening : 03290101.6209.505 QC Soetripno Wijaya&lt;br /&gt;Mandiri rekening : 121.0096004902 QC Soetripno Wijaya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-5319527407615252670?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/5319527407615252670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=5319527407615252670' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5319527407615252670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5319527407615252670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/01/suatu-siang-di-panti-asuhan-murni-jaya.html' title='PANTI ASUHAN MURNI JAYA'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-2264328480083375935</id><published>2008-01-21T21:20:00.001+07:00</published><updated>2008-01-21T21:22:18.828+07:00</updated><title type='text'>During this last 4 months</title><content type='html'>Sudah sekitar 4 bulan semenjak diagnose awal sang dokter mengenai Dzaki, dan 1 bulan menjalani SI, saat ini demikian perkembangan Dzaki :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang menghilang :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Mulai banyak berkurangnya jalan jinjit&lt;br /&gt;2. Muter2nya kayak gasingan ilang&lt;br /&gt;3. Mata kedip2 nya udah jarangggg sekali&lt;br /&gt;4. Kebiasaan buka tutup pintu yang bisa berulang dan lama sudah nyaris tidak pernah dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketrampilan yang nambah :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1.Corat coret crayon&lt;br /&gt;2. Manggil “mama”, “papa” (yg papa masih agak jarang), bilang “dah” (sudah), dan “hau” untuk nakut nakutin kucing di jalan atau melihat gambar singa.&lt;br /&gt;3. Mulai berani main perosotan, masuk tenda mainan, gorong2 mainan, dan loncat dari kasur tinggi ke kasur bawah, naik turun tangga (pegangan)&lt;br /&gt;4. Mulai mau kontak mata wlo masih sedikit&lt;br /&gt;5. Kadang noleh dipanggil&lt;br /&gt;6. Meniru orang sholat (mulai imitating)&lt;br /&gt;7. Tidur dengan jam yang “normal” sekarang tidur rata rata jam 10 atau jam 11 malam, bangun jam 8-9 pagi. Tidak gelisah saat tidur atau bangun tengah malam, maupun tidur menjelang subuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-2264328480083375935?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/2264328480083375935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=2264328480083375935' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2264328480083375935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2264328480083375935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/01/during-this-last-4-months.html' title='During this last 4 months'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-5855042572129558723</id><published>2008-01-14T14:57:00.002+07:00</published><updated>2008-01-16T00:50:02.977+07:00</updated><title type='text'>Duka</title><content type='html'>Malam malam membaca berbagai literature mengenai autism,penyebabnya, metode terapinya dan membaca sharing teman teman para orangtua yang lain, sering membuatku menangis (and I don’t know why)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ketika esok, sang dokter, atau terapis mengucapkan kata kata yang menghibur, tetap saja, kalau Dzaki sudah tidur, masih saja rasanya airmata kok tidak mau berhenti (and I don’t know why)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa sedih, bersalah, cemas akan ke depannya, berharap akan adanya keajaiban esok harinya. Mengamati muka bocahnya pada saat tidur lelap, kupanjatkan doa agar Tuhan selalu mengasihi dan melindungiNya, memberikan kemudahan untuk perkembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ucapan rekan senasib di milist yang membuat hati agak ayem, bahwa Tuhan tidak tidur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-5855042572129558723?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/5855042572129558723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=5855042572129558723' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5855042572129558723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5855042572129558723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/01/duka.html' title='Duka'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-1556571420533516007</id><published>2008-01-14T14:57:00.001+07:00</published><updated>2008-01-14T19:21:08.107+07:00</updated><title type='text'>Ke Pasar</title><content type='html'>Sudah lama sekali rasanya tidak pernah belanja di Pasar Tradisonal. Selama ini lebih sering belanja ke supermarket sambil jalan ke mall . Seringkali saat masih jadi “wanita bekerja” aku belanja di supermarket sepulang bekerja, jadi nyaris ga pernah ke pasar selama beberapa tahun. Kecuali pas mudik ke Yogya, rumah ibuku di Yogya memang hanya 300 mtr dr pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat  pesan sang therapist untuk mengurangi jalan ke mall (katanya tidak ada interaksi social disana) , dan Dzaki harus banyak jalan jalan di lingkungan sekitar, sore sore aku ajak Dzaki jalan jalan ke pasar dekat kompleks rumahku, sekitar 15 menit jalan kaki dari rumah. Untungnya memang pasar kecil dekat rumah ini buka sampai sore. Kalau pagi, sering Dzaki belum bangun (mamanya juga hehe). Pasarnya juga ga terlalu crowded, dan tidak terlalu becek. Dasarnya memang itu bukan pasar beneran, hanya satu ruas jalan aspal dengan sekumpulan pedagang dan toko2 kecil di kanan kirinya, plus lapak lapak kaki lima. Tidak ada bangunan khusus untuk pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Dzaki belum mau bener bener jalan kaki kalau ke pasar, aku naikin ke skuter bebeknya (scoobek), aku ajak ke pasar jalan sambil sekalian belanja sedikit keperluan dapur yang habis. Dzaki seneng sekali melihat keramaian pasar sore. Aku pun seneng karena pasarnya cukup lengkap, dan banyak jajanan (hehe).Disana mama tadi beli jahe buat bikin minuman, dan bbrp sayuran. Terus di pasar ternyata ada apotik kecil, jadi sekalian beli obat batuk buat mama dan papa Dzaki. Trus ada penjual kue terang bulan, mama  beli kue terang bulan kacang coklat (hmm rasanya dah lama ga makan ini) , roti tawar dr bakery yg kebetulan lewat naik sepeda. Ada juga penjual pakaian dan daster. Susternya Dzaki langsung mampir dan nawar nawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang rasanya, dan yang paling penting Dzaki anteng  di keramaian orang. Pulangnya mama bawa tentengan banyak heh heh. Lain kali kesana lagi ya nak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-1556571420533516007?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/1556571420533516007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=1556571420533516007' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/1556571420533516007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/1556571420533516007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/01/ke-pasar.html' title='Ke Pasar'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-1146359677812246193</id><published>2008-01-14T14:57:00.000+07:00</published><updated>2008-01-14T15:48:01.973+07:00</updated><title type='text'>Because You Are Unique</title><content type='html'>Ingat ingat masa sekolah dulu, orangtuaku selalu menekankan pentingnya belajar di sekolah, masuk ke sekolah favorite, serta penguasaan bahasa asing. SMA dan kuliah juga wajib jurusan ilmu pasti (jaman dulu A1).&lt;br /&gt;Semua dilakoni aku dan kedua saudaraku dengan pemahaman bahwa itu hal yang sangat wajar dan menjadi kewajiban yang “wajar”. Padahal jujur saja, sebenarnya selain yang bahasa asing dan belajar menari, yang lainnya kulakoni setengah terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa ga gape banget matematika, ga tertarik dengan fisika, apalagi kimia. Celakanya, di SMAku yang termasuk unggulan, mata pelajaran itu yang menjadi focus utama. Lebih malang lagi, di SMAku ini, masuk jurusan Bilogi (A2) itu dipandang sbg “second class citizen”, apalagi masuk Sosial (A3) yang hanya ada satu kelas dan muridnya bisa dihitung pakai jari, kebanyakan untuk murid2 pindahan. Menjadi bahan pembicaraan yang seru saat kenaikan kelas 2 SMA, dimana nilai2 siswa menentukan boleh tidaknya masuk ke jurusan A1, kalau kurang dikit ke A2, kurang banyak ya ke A3. Seingatku, sangat sedikit prosentasenya yang memilih karena benar2 suka, kebanyakan karena ditentukan oleh nilai (baca :kemampuan). Stigma yang ada, kalau masuk A3 berarti ga pinter. Nasibku sendiri, dengan nilai yang ngepas, boleh memilih jurusan manapun. Namun walaupun aku sangat berminat pada bidang biologi maupun bahasa, I just “following the crowd” masuk ke A1. Entah karena “kewajiban “ dari orangtua, atau karena agar kalau A1 nanti UMPTNnya bisa lebih banyak pilihan, boleh ikut yg IPA dan IPS (kalau A3 hanya boleh IPS aja), atau yang terakhir ini …..karena gengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan masa masa yang menyiksa dan nilai yang tidak dapat dibanggakan, akhirnya sedikit “pencerahan” itu datang, pas aku dapat kesempatan mencicipi pendidikan di Australia slm setahun. Sebelum masuk SMA tersebut aku diwawancarai, ditanya ingin menjadi apa, ingin masuk jurusan apa di universitas nanti. Setelah menjawab aku pengen masuk kedokteran (huahaha, jawaban “wajib”), mereka memilihkan mata pelajaran matematika basic, biologi dan kimia. Saat itu aku menjawab bahwa aku harus belajar fisika dan matematika aljabar/trigonometri. Penjelasan mereka sungguh mengejutkan : “jika ingin melanjutkan kedokteran, mengapa harus belajar fisika dan matematika yang lebih teknis?”.Dengan susah payah aku menjelaskan bahawa kembali ke kelas 3 SMA di indo nanti, aku harus mengikuti pelajaran tersebut dan ujian masuk universitas juga akan mencakup mata pelajaran tersebut. Untungnya pihak sekolah memaklumi system yang berbeda ini, dan mengijinkanku mengikuti pelajaran yg “wajib” tersebut. Namun mereka menjelaskan bahwa system mereka mengarahkan pemilihan mata pelajaran berdasarkan minat dan jurusan lanjutan yg nanti akan diampil di universitas. Seorang murid yang ingin menjadi desaigner, tidak perlu susah payah ikut materi fisika-kima. Byuh, sungguh indahnya andai sekolah SMAku di indo begitu juga. Ga perlu membuang energi , waktu plus stress dgn bahan2 pelajaran yang tidak menjadi minat, atau tidak sesuai bakat. Ga perlu malu bodoh di fisika, namun gape di bahasa, atau unggul di kimia, namun nilai hapalannya hopeless. Aku jadi ingat temanku sekelas yang sangat sangat jago matematika dan kimia, namun nilai Bahasa Indonesianya lima, dan ditertawakan sekelas. Jadi ingat guru fisikaku di SMA yang menangis karena aku lolos UMPTN, karena dia kawatir dengan nilai fisikaku yang 3 (bahkan orangtuaku pun menangis sedih saat nilai fisika kimiaku 3). Atau teman SDku yang sangat jago menggambar, namun buruk di mata pelajaran matematika, sehingga selalu menjadi sasaran kemarahan sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman dengan pendidikan tersebut sangat mirip dengan Ilustrasi bacaan bersumber dari Chuck Swindoll dalam bukunya “Standing Out” mengenai pelajaran wajib bagi para binatang : lari,memanjat,berenang, dan terbang. Supaya lebih mudah mengaturnya, setiap binatang harus melakukan kegiatan itu. Bebek sangat pintar berenang. Namun ia hanya pas pasan dalam aktifitas terbang, apalagi lari. Karena larinya jelek, maka bebek harus berhenti berenang dan tetap tinggal di sekolah untuk berlatih lari. Akibatnya, selaput kaki bebek luka,sehingga nilai renangnya tidak begitu bagus lagi.Kelinci yang mula mula berada di puncak prestasi dalam latihan lari, tetapi otot kakinya menjadi kram karena harus menaikkan nilai berenangnya. Tupai ahli memanjat, tetapi dia frustasi dalam kelas terbang karena guru menyuruhnya melayang dari tanah ke atas, bukan dari atas pohon ke bawah seperti yang mahir dilakukannya. Ia mengalami kejang kaki karena latihan terlalu keras. Karena itu tupai hanya mendapat nilai C dalam memanjat dan D dalam pelajaran lari. Burung rajawali adalah anak bermasalah dan harus berdisiplin dengan keras karena tidak mau mengikuti aturan kebanyakan. Dalam kelas memanjat,ia memang mengalahkan semua binatang untuk mencapai tujuan, tetapi ia memaksakan caranya sendiri untuk sampai kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia, adalah unik, demikian juga anak anak. Ada yang tertarik pada science, ada yang lebih suka belajar bahasa. Ada yang suka mainan otomototif, ada yang lebih memilih game computer. Ada yang gampang bergaul, ada yang pemalu.Sesungguhnya jika para orangtua mau belajar memahami dan menerima perbedaan tersebut, akan membesarkan anak yang lebih percaya diri, dan nyaman dengan kondisinya, dan lebih penting lagi, dapat menghargai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri berkeinginan membesarkan anakku tanpa menjejalinya dengan hal hal “wajib” yang pernah aku alami. Selain membuang tenaga, waktu, pikiran dan biaya (karena di masa itu aku harus les kesana kemari , habis uang banyak untuk memperbaiki nilai2 kimia dan fisikaku yang tetap saja hopeless) tanpa hasil yang optimal, akan lebih baik mengembangkan hal hal yang memang menjadi minat dan sesuai dengan keunikan bakatnya.&lt;br /&gt;Aku belum menemukan bakat Dzaki, mungkin karena usianya juga belum 2 tahun. Namun dia suka corat coret dan bongkar2 mainan, dia juga suka mainan music. Siapa tahu seiring dengan bertambah usianya, minat dan bakatnya akan semakin kelihatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-1146359677812246193?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/1146359677812246193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=1146359677812246193' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/1146359677812246193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/1146359677812246193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2008/01/because-you-are-unique.html' title='Because You Are Unique'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-6014205376074095748</id><published>2007-12-29T13:16:00.001+07:00</published><updated>2008-12-09T20:23:55.304+07:00</updated><title type='text'>LIBURAN DI YOGYA</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Liburan dan cuti bersama Idul Adha dan natal ini kami sekeluarga ke Yogyakarta naik mobil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BERANGKAT&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setelah sholat id hari Kamis 20 Desember berangkat dengan memilih jalur PANTURA. Ide papa untuk memilih berangkat saat Idul Adha karena yakin jalanan bakal sepi.hehe ternyata keliru. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163346537762345986" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 203px; CURSOR: hand; HEIGHT: 168px; TEXT-ALIGN: center" height="209" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R6fkUcuRVAI/AAAAAAAAAAk/a-TsGI4K_Ck/s200/IMG_2966.JPG" width="200" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Di mobil&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163345476905423858" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 208px; TEXT-ALIGN: center" height="47" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R6fjWsuRU_I/AAAAAAAAAAc/FahKAQnz2rg/s200/IMG_2963.JPG" width="200" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Mainan kacang&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;Di Cirebon macet 1 jam akibat perbaikan jalanan, serta pasar tumpah menyambut Idhul Adha. Setelah lewat kemacetan di ujung tol Cirebon, jam 2 siang kami melepas lelah di resto Pesona Alam (ini karena ga ada pilihan lain), suasana lumayan, makanannya rasanya standart, yang paling enak menurutku pepes ikan masnya. Yang penting Dzaki mau makan, meluruskan kaki, dan berganti baju disana. Alhasil, berangkat jam 7 pagi , jam 7 sore baru sampai kota Pekalongan. Dzaki juga &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R6fhMcuRU9I/AAAAAAAAAAM/oyWZhIJ7ifU/s1600-h/IMG_2969.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163343101788509138" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 190px; CURSOR: hand; HEIGHT: 160px" height="150" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R6fhMcuRU9I/AAAAAAAAAAM/oyWZhIJ7ifU/s200/IMG_2969.JPG" width="204" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;bête karena macet, dan bosan di mobil. Mama juga bête (lihat &lt;strong&gt;foto sebelah&lt;/strong&gt;, aku yang bete)karena perasaan kok nggak nyampai -nyampai. Hopeless, dan khawatir Dzaki rewel, kami memilih bermalam di hotel di kota Batang, kota kecil setelah Pekalongan. &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R6fhMcuRU9I/AAAAAAAAAAM/oyWZhIJ7ifU/s1600-h/IMG_2969.JPG"&gt;&lt;/a&gt;Menginap di hotel Sendang Sari, yang kami lewatin keliatan OK. Hotelnya menurut kami OK banget untuk ukuran transit, kamar luas, bersih,dan nyaman, dan channel HBO untuk kartun anak (hehe), harga relative reasonable. Makanan lumayan enak, dan yang penting, ada kolam renang luas dan sangat nyaman. Dzaki seneng sekali, mau makan, nonton cartoon network dan bobok pules malamnya. Aku dan papa iseng nyari makan malam di alun alun kota, dapat minuman jahe yang enak sekali, dan ayam goreng kampung. Semua kami bungkus dan dimakan di hotel sama sama. &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;Pagi berikutnya setelah papa dan Dzaki puas berenang, jam 10 pagi melanjutkan perjalanan. Menjelang masuk Semarang macet banget, keluar semarang juga macet buangettt. Di Ambarawa kami istirahat di tempat “wajib” stop yaitu KOPI EVA. Ini tempat istirahat favorit sejak jaman almarhum ayahku dulu selalu mampir kesini. Suasananya yang sejuk, dan makanan yang enak. Kami pesan sup ayam, nasi rames dan sate kambing, tak lupa jahe hangat. Makanan kecil yang disediakan pun nyam nyam . Tahu, serta piyangko kacang kegemaran . Sayang Dzaki ga mau makan disini, dia asik berlarian di resto yang luas dan main mukul mukul gamelan disana.&lt;br /&gt;Kami melanjutkan perjalanan ke tujuan Yogya. Sepanjang perjalanan gerimis, akhirnya sampai rumah di Yogya jam 4 sore. Benar benar perjalanan yang penjang. &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163357975260255298" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 185px; TEXT-ALIGN: center" height="67" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R6fuuMuRVEI/AAAAAAAAABE/-lgOk-t97hg/s200/IMG_2977.JPG" width="200" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt; Berenang di hotel&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163357983850189906" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 186px; TEXT-ALIGN: center" height="97" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R6fuusuRVFI/AAAAAAAAABM/xPVBV6atcDk/s200/IMG_2978.JPG" width="200" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Lelap&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163356210028696626" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 205px; CURSOR: hand; HEIGHT: 182px; TEXT-ALIGN: center" height="106" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R6ftHcuRVDI/AAAAAAAAAA8/-f6um53iu4c/s200/IMG_2983.JPG" width="180" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Di KOPI EVA&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di YOGYA (makan,makan,dan makan lagi)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selama 4 di Yogya Dzaki benar benar sibuk. Hari Sabtu pagi main di Taman Kanak Kanak Kaliurang, nenek (ibuku) juga ikut. Disana sambil bergantian mengawasi Dzaki main perosotan, kami memesan bakso, sate kelinci dan ronde jahe. Benar benar nikmat. Dzaki senang sekali berlarian, main perosotan, dan menyeberangi jembatan kayu di taman. Setelah puas , kami kembali ke selatan dan mampir ke rumah simbah putri (nenekku dari bapak) di Pakem. Di rumah dan halamanya yang luas, Dzaki puas berlarian (hehe rumah di Jakarta terasa kecil ya Dzaki). Simbah putri, seperti biasa mewajibkan kami makan kalau berkunjung kerumahnya. Nyam, ini susah ditolak (terutama oleh mama gembul). Nasi dengan sayur bobor,brongkos, lele sungai goreng dan abon bikinan simbah, benar benar nyam nyam (mama wisata nyam nyam).&lt;br /&gt;Hari Minggu Dzaki berenang di sekolah Salsabilla, setelah itu kami ke daerah Turi (pakem) makan siang di resto Kangen Desa. Suasananya enak, dengan tempat makan lesehan dari bamboo yang mengelilingi danau kecil buatan. Makanannya tidak terlalu istimewa rasanya, standart, harganya juga standart. Yang penting ada wader goreng (ikan sungai kecil kecil) serta nila goreng kering (di Jakarta susah nyarinya hehe). &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163363451343557730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 193px; CURSOR: hand; HEIGHT: 168px; TEXT-ALIGN: center" height="86" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R6fzs8uRVGI/AAAAAAAAABU/HeEv12ba4Ww/s200/IMG_3009.JPG" width="144" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Menu resto Kangen Desa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163363455638525042" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 191px; CURSOR: hand; HEIGHT: 153px; TEXT-ALIGN: center" height="147" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R6fztMuRVHI/AAAAAAAAABc/WELYzziWYCQ/s200/IMG_3019.JPG" width="191" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Di resto Kangen Desa&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;Hari Senin kami menjelajah daerah Selatan. Kami mengunjungi Bude (panggilan nenek dari pihak ibu) di Patehan, perkampungan belakang Keraton Yogyakarta. Dari sana kami naik becak langganan, keliling alu alun selatan, Keraton dan Malioboro. Dzaki senang sekali naik becak untuk pertama kalinya. Diperjalanan kami mampir beli mainan gamelan kecil di samping Keraton, serta baju batik di salah satu butik batik di Pasar Ngasem. Pak becak yang selalu enggan menyebutkan ongkos kami berikan 30 ribu sesampainya kembali di rumah nenek. Di tempat nenek, aku menyempatkan makan bakso Pak No, yang warungnya nempel di bekas RS Pugeran. Malamnya kami makan sate godril di Jalan Kaliurang. Aku sempet beli batik pekalongan di toko kecil sampingnya. &lt;/p&gt;Hari Selasa, saatnya belanja oleh oleh. Kami beli gudeg bu Ahmad di Jalan Kaliurang, Bakpia Podjok , terus minuman jahe di Mirota Kampus, beli kaos DAGADU di pakuningratan. Kami jyga sempet mampir di bengkelnya kaus JARAN di ring road, namun saying stok lagi kosong. Makan malam kami lewatkan di tengah hujan deras di warung makan Bu Ning, Jalan Kaliurang km 8. Ayam bakar nya enak, yang istimewa lagi ada menu mendoan bakar. Harganya? MURAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Rabu subuh kami kembali ke Jakarta, perjalanan kali ini memilih jalur tengah, melewati Wates, Gombong, naik ke Tegal, dan dari Tegal kembali melewati PANTURA.Perjalanan lebih cepat, dan pemandangan di jalur tengah lebih asyik. Sayang ga sempat mampir di tempat makan makan yang keliatannya nyam nyam. Kami sempat berhenti di brebes, beli telor asin dan poci tanah liat.Untuk makan, kami sempat berhenti dua kali, namun tempatnya standart, karena mengejar waktu jadi ga bisa wisata nyam nyam. Jam lima sore, kami telah sampai kembali di rumah dengan selamat.&lt;br /&gt;Senang rasanya, berlibur sama Dzaki, dia menikmati perjalanan jauh dengan mobil, menginap ditempat lain, serta mengunjungi keluarga tanpa rewel sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi buat mama rasanya liburannya kurang lama. Maunya ngajak Dzaki hiking ke hutan wisata, ke Borobudur dan naik turun tangga di Sabha Pramana UGM sore sore next time. Terus buat mama ada yang ketinggalan , belum kesampaian (target nyam nyam mama next time kalau ke Yogya)&lt;br /&gt;Ke pasar pathuk beli jajanan pasar&lt;br /&gt;Kaliurang beli pecel dan juadah&lt;br /&gt;Ke muntilan makan pecel lele di Cinde Laras&lt;br /&gt;Ke Bakmi KADIN minum bajigurnya&lt;br /&gt;Ke Soto sawah di daerah bekalang jalan Godean.&lt;br /&gt;Ke pasar Gedhe ngubek ubek barang barang aneh dan kain.&lt;br /&gt;Ke Kota gedhe beli perak, terus makan sate sapi di Lapangan Karang.&lt;br /&gt;Makan bakwan Malang yg mangkal di seputaran kampus UGM.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-6014205376074095748?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/6014205376074095748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=6014205376074095748' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/6014205376074095748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/6014205376074095748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2007/12/liburan-di-yogya.html' title='LIBURAN DI YOGYA'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mvvloqBREwc/R6fkUcuRVAI/AAAAAAAAAAk/a-TsGI4K_Ck/s72-c/IMG_2966.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-2327519498126815444</id><published>2007-12-13T14:51:00.000+07:00</published><updated>2007-12-13T14:53:04.711+07:00</updated><title type='text'>Are We "Normal" ?</title><content type='html'>“We can not say the child is normal or not. None of us is normal. Everybody has abnormal side on his personality. Or we have an autism part in our personality” Kata-kata dari JS, mantan atasanku, ini terus menerus terngiang.&lt;br /&gt;Seolah kalimat ini terbukti lagi saat aku berkonsultasi dengan therapist anakku. Dia menjelaskan bahwa kita tidak akan memakai istilah “normal” , karena setiap manusia  pasti punya sisi tidak normal. Yang akan menjadi tujuan terapi adalah membantu anak untuk dapat menerima stimulus, dan meresponnya secara adaptif. Adaptif adalah berarti dapat diterima dan “wajar” (dapat diterima dan wajar pun normative bukak kah??. Misalnya jika ruangan terasa panas, anak belajar untuk merespon dengan adaptif, misalnya kipas-kipas atau membuka pintu, bukan berteriak-teriak marah. Itu lah respon  adaptif yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenungkan “normal “, sebagai orangtua pada umumnya tentu menginginkan anak “normal”. Namun apakah “normal” menjadi suatu yang essensial?. Bagaimana orang-orang “normal” yang tidak cacat fisik namun malas tidak mau bekerja, atau melakukan criminal?, Bagaimana dengan orang normal yang tidak mau bekerja sama dengan rekan kerja? Atau korupsi?Atau tidak berempati atas kesusahan yang lain? Atau punya pilihan pribadi yang mungkin menurut norma dan tradisi masyarakat dianggap “nyeleneh?”&lt;br /&gt;Apakah bersekolah, bekerja, menikah kemudian menjadi ukuran “normal”? Bagaimana jika di sekolah dia menyiksatemannya? Atau di tempat kerja berlaku curang? Atau kawin cerai? (yang lebih parah jika tetap merasa bahwa tindakannya benar)&lt;br /&gt;Rasanya “normal” bukan menjadi target utama. Kalau merenungi lebih jauh rasanya akupun punya sisi banyak yang “abnormal” just like everybody else.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan mengamini penjelasan therapist anakku, aku sepakat dengan meniadakan istilah “normal” dan berfokus melatih anak untuk lebih adaptif. Aku bahkan lega  ketika ada anak lain menangis anakku ikut menangis, entah alasannya apa dia menangis, menurutku anakku berempati kepada temannya yang sedang bersedih, dan bukan tertawa diatas penderitaan yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-2327519498126815444?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/2327519498126815444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=2327519498126815444' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2327519498126815444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/2327519498126815444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2007/12/are-we-normal.html' title='Are We &quot;Normal&quot; ?'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-7161821776844744862</id><published>2007-12-11T21:00:00.000+07:00</published><updated>2007-12-11T21:01:42.887+07:00</updated><title type='text'>Fun Homework</title><content type='html'>Alhamdulillah setelah menunggu dari bulan September yg akhirnya hari ini mendapat kesempatan untuk observasi dan konsultasi di klinik di Pulomas. Karena ada beberapa anak yang telah menyelesaikan terapi, Dzaki bisa mendapatkan jadwal untuk terapi disana.  Aku juga bersyukur kami tinggal tidak jauh dari tempat ini. Hanya sekitar 15 menit driving dr Kelapa Gading, tepatnya di daerah Pulomas.&lt;br /&gt;Mulai next week, Dzaki akan menjalani Terapi Sensorik  Integrasi (biasa disingkat SI) seminggu sekali di tempat  ini. Selain itu banyak juga PR buat mama papanya dirumah. Mengenai Sensorik Integrasi sendiri penjelasannya agak panjang, next time aku ulas.&lt;br /&gt;Home worknya sendiri berupa beberapa kegiatan  secara rutin yang menurutku sungguh fun untuk dilakukan bersama keluarga, antara lain : berjalan-jalan (jalan kaki), berenang, berkuda, dan hiking.&lt;br /&gt;Tujuan dari kegiatan  tersebut antara lain adalah :&lt;br /&gt;·         Meningkatkan awareness terhadap lingkungan&lt;br /&gt;·         Membangun interaksi dengan orang lain&lt;br /&gt;·         Memberi kerja otot&lt;br /&gt;·         Latihan keseimbangan&lt;br /&gt;·         Memberikan stimulus (penglihatan, perabaan, pendengaran)&lt;br /&gt;Perubahan yang langsung tampak setelah Dzaki berjalan-jalan dan berenang , jam tidurnya mulai banyak dan tidak begadang lagi, dan mulai lebih tenang, tidak rewelan.&lt;br /&gt;Untungnya Dzaki sangat menyukai kegiatan jalan-jalan dan berenang. Berenangnya kesenengen  sampai matanya radang, akhirnya ke dokter dan dapat obat tetes, salep dan obat untuk diminum sampai radangnya sembuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-7161821776844744862?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/7161821776844744862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=7161821776844744862' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/7161821776844744862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/7161821776844744862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2007/12/fun-homework.html' title='Fun Homework'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-5702889357031714130</id><published>2007-12-02T20:02:00.000+07:00</published><updated>2008-01-14T15:46:23.135+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Dzaki</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Awalnya………&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku mulai cemas ketika anakku sudah 18 bulan tidak pernah memanggilku “mama”. Kemampuan komunikasinya banyak berkurang semenjak dia bisa berjalan. Tadinya dia bisa mengatakan “mama, “papa”, “Cuss (suster), “Uss “(kucing), “gajah”, “ndak” , dan “ya”, bahkan memegang kepala dan menepuk perutnya kalau dinyanyikan kepala pundak lutut kaki… Namun ketika menginjak usia 15 bulan saat dia bisa berjalan, kemampuan ini seakan menghilang. Selain itu jika dipanggil tidak menoleh, jam tidurnya sangat sedikit (2-4 jam sehari), suka menjilati benda2 di sekelilingnya, suka muter muter, jalan jinjit dan menjedot2kan kepala ke tembok. Aku sangat khawatir karena aku ingat beberapa ciri-ciri autis yg pernah kupelajari di kuliah psikologi anak. Tadinya aku masih mencoba menghibur diri “ah mungkin karena dia baru bisa jalan jadi ngomongnya kurang” atau mungkin dia anak yg aktif” seperti komentar suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata Dokter&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#000066;"&gt;“ Speech delay dan berperilaku spt autistic” demikianlah catatan dokter ahli syaraf anak di RS Hermina Jatinegara yang aku rujuk pada tanggal 18 September 2007. “Terlalu dini untuk di diagnose autis” demikian penjelasannya padaku dan suamiku. Dan dokter menyarankan anakku untuk menjalani terapi selama tiga bulan untuk membantu mengurangi perilaku yang autistic dan untuk mengembangkan kemampuan berbicara, dan selebihnya memberikan stimulasi minimum 5 jam di rumah. Sebelumnya anakku juga menjalani test pendengaran di RSCM dan hasilnya bagus.&lt;br /&gt;Rekomedasi ini tidak jauh berbeda dari ahli syaraf anak yg lain di Kelapa Gading yang datangi sebelumnya.&lt;br /&gt;Tidak mudah untuk menerima penjelasan para dokter ini, walaupun mereka semua mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk didiagnosa autis, tapi rasa shock, khawatir, cemas, sedih bercampur aduk. 1001 macam pertanyaan KENAPA BISA TERJADI dan dari dokter pun tidak ada jawaban yang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak Mudah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#000066;"&gt;Sejak ditetapkannya rekomendasi terapi, mulailah “perburuan” untuk mendapatkan tempat terapi. Tidak mudah karena tempat terapi yang direkomedasikan penuh, dan anakku harus menunggu 4 bulan ini (sementara saran dokter adalah 3 bulan terapi dan kembali dicek). Karena terlalu lama , kuputuskan untuk mengambil speech therapy dari klinik terdekat sambil menunggu panggilan dari pusat terapi yang dituju.&lt;br /&gt;Dari menunggu dari bulan Agustus yang lalu (dengan mondar mandir kesana, menelepon, menitipkan pesan kepada suster), barulah aku mendapat telpon baru-baru ini dari pusat terapi tersebut bahwa anakku akan mendapat tempat untuk sekitar akhir Desember nanti.&lt;br /&gt;Hasil dari speech terapi yang baru dua minggu ini pun sudah mulai menampakkan hasil walaupun sedikit sedikit. Anakku sudah mulai memanggil “mama’, “papa”, menggambar dengan crayon, mau toss dengan tangan, serta duduk manis di kursi. Ini merupakan peningkatan yang luar biasa karena perilakunya yg mirip autism sdh jauh berkurang. Tadinya yang suka muter muter, njedot njedotin kepala ke tembok, buka tutup pintu, buku dan bisa berlangsung satu jam, sejak mengikuti speech terapi dan diberikan kesibukan permainan tertentu dirumah, perilaku-perilaku tersebut sudah jarang muncul.&lt;br /&gt;Nggak mudah untuk mengurangi perilaku –perilaku tersebut. Awalnya Dzaki mengamuk ketika dihentikan, baik di rumah maupun di tempat terapinya. Dia bahkan memukul sang terapis saat marah. Di rumah tidak kalah hebatnya. Dzaki kalau marah bisa satu jam ngambek dan menjerit jerit kencang sekali sampai tetangga pada tanya. Untungnya aku punya pengasuh yang super sabar dan sangat menyayangi Dzaki. Rasanya aku pun sering hopeless untuk menghadapi ngamuknya Dzaki jika perilakunya yg berulang dihentikan. Untuk mengajari memegang crayon, biscuit dan mainan mainan peraga pun dibutuhkan waktu beberapa minggu. Setelah pertemuan terapi kedua Dzaki mau memegang crayon. Setelah pertemuan ketiga Dzaki baru mau memegang satu mainan peraga. Begitu juga dirumah, untuk memegang biscuit sampai sekarang mamanya masih mengajari.&lt;br /&gt;Di rumah aku sediakan mainan peraga yang serupa dengan di tempat terapi. Selain itu karena Dzaki suka music dan binatang, aku ajak dia bermain mainan alat music , dan mengenali binatang sambil bermain dengan gambar, puzzle atau filem binatang. Aku sendiri yakin walau dia seperti tidak meperhatikan, dia tetap mendengar nama nama benda, binatang atau pembicaraan. Dzaki sendiri sangat menyukai menabuh drum kecil, memetik gitar mainan, sementara aku yang menyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hal lain&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tentang rekomendasi dokter, saat meunggu giliran terapi aku bertemu seorang ibu yang anaknya juga menjalani speech therapy. Dari perbincangan, dia menyarankan untuk memeriksa kan juga ke salah satu dokter ahli di RS. Hermina Jatinegara. Sabtu tgl 24 November kemarin aku kesana, dan hal baru yg aku dapatkan bahwa menurut dokter tersebut adalah terapi bisa dilakukan belakangan karena yg terpenting adalah asupan gizi. Dzaki memang berat badannya selalu kurang sejak usia satu tahun. Menurut dokter sebaiknya gizinya diperbaiki terlebih dahulu untuk menunjang perkembangan otak dan fisik. Jika gizi kurang bagus akan mempengaruhi perkembangan otak yg berpengaruh juga pd kemampuan bicara. Terapi yg melelahkan dan gizi yg tidak baik menjadikan bobot badan akan semakin turun. Beliau juga menyusuh test urin untuk mengetahui infeksi dan test darah untuk melihat asupan zat besi ke otak. Untuk seminggu, Dzaki hrs mengkonsumsi makanan cair tambahan (baca :pediasure) satu liter perhari, dan bobotnya akan dimonitor. Untung banget Dzaki slm ini mmng sudah menkonsumsi pediasure dan dia suka rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Mogok Makan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yg terjadi, hari pertama berhasil, hari kedua separuh, hari2 berikutnya Dzaki mogok makan. Lbh parah lg dia mogok minum susu. Duuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh Pangeran, paringono sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat ini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masih sambil menunggu tempat di pusat terapi, aku memutuskan tetap meneruskan speech therapy yang sedang berjalan ini tetap diteruskan, karena hasilnya positif, serta menjalani program penambahan gizi. Dzaki masih sukaaaaarrrrrrrrrrrrrrrr banget makan dan minum susu. Harapanku , semoga Tuhan memberikan kami kesabaran untuk menjalani semuanya, karena proses untuk belajar bagi Dzaki, maupun penyesuaian untuk mama papanya tidak akan sebentar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-5702889357031714130?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/5702889357031714130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=5702889357031714130' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5702889357031714130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/5702889357031714130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2007/12/perjalanan-dzaki.html' title='Perjalanan Dzaki'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-3850921561642808274</id><published>2007-12-02T20:00:00.000+07:00</published><updated>2008-02-04T12:26:57.465+07:00</updated><title type='text'>Beberapa Percakapan Menjemukan</title><content type='html'>Terkadang dalam pembicaraan urusan anak, ada juga pertanyaan atau percakapan tolol dan konyol, dan juga menyebalkan . Berikut petikannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dibawah meja&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Husband : Lihat sayang anakku pandai sekali, dia berbaring di bawah meja.&lt;br /&gt;Wife : duuuh sayang , tahukah kamu bahwa itu salah satu perilaku yang kurang baik dan harus dikurangi?Dia bisa satu jam di bawah meja !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MSG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ipar : Itu lho buburnya dikasih ajinomoto, itu bisa merangsang otak agar cerdas. Ada sodara yang dulu makanan anak-anaknya dikasih MSG trus sekarang pada pinter pinter.&lt;br /&gt;Mama : duuuh baca donk buku or internet, atau tanya dokter. MSG dan perasa buatan berdampak buruk bagi kesehatan orang dewasa, apalagi anak-anak. Please dech. Klo anak sodaramu jadi pinter ya krn genetis, gizi atau proses belajarnya bukan krn MSG. Duuuh tolong ya jaman sekarang gitu lhooo, mbok baca buku or browsing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tetangga pengen tahu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Neighbor : Dzaki sakit apa? Kok belum bisa ngomong?apa ada kelainan?&lt;br /&gt;Mama : Tidak, mind your own business (situ ngerti boso inggris ndak?) Ini sih Mama emosi (hehehe)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-3850921561642808274?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/3850921561642808274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=3850921561642808274' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/3850921561642808274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/3850921561642808274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2007/12/beberapa-percakapan-menjemukan.html' title='Beberapa Percakapan Menjemukan'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-8814380813942292469</id><published>2007-12-02T19:59:00.000+07:00</published><updated>2007-12-02T20:00:37.153+07:00</updated><title type='text'>Menggambar bersama Elmo</title><content type='html'>Salah satu kegiatan terapi yang dilakukan Dzaki adalah menggambar. Pertama kali diajari memegang crayon dan menggambar di atas kertas oleh terapisnya, Dzaki menolak dan menangis kenceng. Tapi demgan sabar sang terapis tetap melanjutkan menggambar sambil bercerita.&lt;br /&gt;Hari berikutnya aku belikan crayon, kertas dan meja kecil. Aku mulai mengajak Dzaki menggambar sambil menyanyi. Awalnya, as usual Dzaki lari-lari keliling ruangan dan seperti tidak memperhatikan. Setelah terbiasa melihatku beberapa waktu mencorat coret, akhirnya dia mau mendekat dan memegang crayon. Walaupun pun memegangnya belum sempurna, Dzaki mulai membuat coretan coretan di kertas.&lt;br /&gt;Hari hari berikutnya Dzaki mulai mau melihat2 gambar dan ikutan corat coret baik di rumah maupun di tempat terapi, walaupun tidak selalu. Menggambar ini jadi salah satu cara untuk mengalihkan perhatian Dzaki dari lari-lari, muter-muter maupun njedotin kepala.&lt;br /&gt;Yang lucu, saat aku setelkan VCD Elmo (yang merah temannya big bird di Sesame street) ada pelajaran menggambar, reaksi Dzaki sungguh mengejutkan, dia mengambil crayon, dan sambil melihat Elmo menggambar, diapun ikutan corat coret di atas kertas di meja kecilnya. Seneng banget rasanya melihat dia menikmati acara menggambar bersama si Elmo. Ini hasil menggambar Dzaki bersama si Elmo. Terimakasih Elmo.&lt;br /&gt;Papa dan suster juga wajib menggambar. (tapi gambar Papa paling jelek heh heh)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-8814380813942292469?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/8814380813942292469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=8814380813942292469' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8814380813942292469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/8814380813942292469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2007/12/menggambar-berrsama-elmo.html' title='Menggambar bersama Elmo'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-136429358181943290</id><published>2007-12-02T19:58:00.000+07:00</published><updated>2007-12-02T19:59:25.112+07:00</updated><title type='text'>1001 KENAPA</title><content type='html'>Kenapa Dzaki  terlambat berbicara, bahkan dikhawatirkan autis?&lt;br /&gt;Berbagai macam teori kemungkinan beterbangan di kepala  (berikut sanggahanku pribadi):&lt;br /&gt;1.       Apakah karena mamanya depresi pasca melahirkan? (baby bluenya lama banget). - My comment : iya kali ya. Hiks.&lt;br /&gt;2.       Apa karena ga dapat ASI?. My comment : lha nek bayi panti asuhan njuk autis kabeh?&lt;br /&gt;3.       Apa karena lahirnya Caesar?. My comment : mosok sih? Ponakanku endak tuh.&lt;br /&gt;4.       Apa karena sebelum Caesar aku diinduksi sampai 10 ampul tapi tidak mempan?. My comment : tanya dokternya dulu kali ye?&lt;br /&gt;5.       Apa karena waktu hamil banyak makan seafood terutama kerang (keracunan merkuri?). My comment : duuuh jangan2 ini, kan seafood  perairan Jakarta kayake ga bisa dijamin ga tercemar limbah.&lt;br /&gt;6.       Apa karena susu formula (gossip di milis AA/DHA???)- my comment :  Klo AA/DHA rasanya berarti mustinya banyak korban dunk. Mana susu yang kubeli termasuk di golongan yg plng mahal. Kayaknya kok nggak banget ya kalau ini yang meimbulkan autis.Klo gitu pabriknya sudah ditutup donk di seluruh dunia, dan korbannya mustinya banyak kayak korban keracunan susu di Jepang bbrp tahun silam&lt;br /&gt;7.       Apa karena dari bayi sering minum obat? (jaman dulu Dzaki sering sakit dan banyak obat). – my comment : sama dengan dibawah.&lt;br /&gt;8.       Antibiotik saat bayi? (Dzaki pas diare hebat  dan opname diberikan antibiotik). – my comment : Klo antibiotic pas bayi, saat ini kan Jakarta lagi wabah diare, biasanya klo dah diare hebat diberikan antibiotic, mosok habis itu jadi pada autis kayake nggak banget dech.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.       Kurang stimulasi (papa mamane sibuk?). My comment : kayake ini paling mungkin. Duuuh maafin orangtuamu ya Dzaki. Tapi sekarang mama dah ga sibuk sama sekali.&lt;br /&gt;10.   Genetis? (ortu suami sodara sepupu dekat, sepupu jauhnya ada yg rada rada autis). My comment : ketoke ini rada mengkhawatirkan .&lt;br /&gt;11.   Vaksin ? (katanya MMR nyebabin autis?)- my comment :&lt;br /&gt;dokter yg nyuntik MMR aku kemarin datangi langsung dan aku tanyain, menurutnya enggak, krn vaksin saat ini sdh canggih dan bnyk digunakan di Negara maju. Kebetulan yg  aku gunakan juga termasuk yang terbaik  (tur paling larang) dan menurut dokter tidak mengandung pengawet merkuri. Asumsinya klo vaksin ini berbahaya tentunya akan dilarang di negara2 maju juga. Trus gimana dengan vaksin2 yang di puskesmas atau daerah2, klo krn vaksin tentunya banyak korbannya terutama yg dapat di daerah.&lt;br /&gt;12.   Gizi (BB rendah?)- my comment : bisa jadi, apalagi ahli gizinya bilang asupan gizi mempengaruhi perkembangan otak. Tapi klo gitu bayi2 dan anak anak di jalanan mustine bnyak yg mengalami  hal ini donk, rasanya yg aku liat di jalanan banyak yg sehat2 pinter nyanyi dan bisa minta minta pula.&lt;br /&gt;13.   Kurang stimulus? - My comment : sama dengan no 12 diatas.&lt;br /&gt;14.   Alergi? (Dzaki ga tahan laktosa, susunya rendah laktosa dr usia 3 bln), untuk yg ini Dzaki memang belum test alergi.&lt;br /&gt;15.   Anak pertama dan laki laki? (Aku baca di internet katanya yg banyak mengalami anak laki2)-  my comment : kenapa ya? Aku belum nemu literature yg memperkuat ini, tapi bapakku yo ora ki, sebagai sulung laki-laki, lahir di jaman perang dimana gizi buruk dan hidup di pengungsian, gedenya ga autis. Jaman dulu malah istilah ini belum dikenal pasti).&lt;br /&gt;16.   Apa karena aku suka lupa minum susu pas hamil? –my comment : Klo lupa minum susu, jaman biyen simbahku juga endak ada namanya Enfamil, prenagen, sustagen mama, sampe anak 10 juga ga ada yg mengalami  autis.&lt;br /&gt;17.   Apa lagi kira kira. Rasanya saat melahirkan aku sudah memilih yang terbaik, dokter  ahli yg sering menangani kelahiran di keluargaku, RS yg baik, susu formula yg baik (tur terlarang) (ASIku kering), vaksin yg baik (tur termasuk sing paling larang), dokter2 anak yg terkenal jika anakku sakit, makanan kualitas prima dari yg pokok, daging2 kualitas prima, sayur2 organik, peralatan bayi dan mainan yg aman, jare klo peralatan makan yang food grade, aku cuma mau pake merek tertentu saja, ga ngasih msg, makanan atau bumbu dengan pengawet, ga ngasih jajanan etc etc. KENAPA???????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-136429358181943290?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/136429358181943290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=136429358181943290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/136429358181943290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/136429358181943290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2007/12/1001-kenapa.html' title='1001 KENAPA'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-117490281590603730</id><published>2007-03-26T17:32:00.000+07:00</published><updated>2007-03-26T17:53:35.916+07:00</updated><title type='text'>After 14 months</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/4747/1798/1600/322106/IMG_0185.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/4747/1798/320/767516/IMG_0185.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hehehe, akhirnya aku nemu password nya jd bisa ngisi blog ini lagi.&lt;br /&gt;Hello I am back. After.......ehm brapa lama ya? 1 tahun lebih kayaknya ya.&lt;br /&gt;Iya "wong" si Dzaki aja sudah 14 bulan. Dzaki? iya Dzaki itu si " Shorai" yang sudah lahir.&lt;br /&gt;Kenapa kok nggak jadi Shorai namanya? Huhuhu panjang ceritanya. Alkisah karena aku dan suami ingin pakai nama Muhammad sebagai nama pertama, Shorai sebagai urutan kedua dan Rachman Rasyid sebagai nama sambungan belakangnya yg diambil dari nama ayahnya. Namun menurut petunjuk seorang ulama besar, nama " Shorai" nya tidak "nyambung" dan berefek yg bertentangan dengan nama-nama nya yang lain, sehingga kami sepakat memilih nama Dzaki yang artinga : Sehat, Cerdas atau Kuat.&lt;br /&gt;Dzaki, berhubung nenek susah melafalkan "DZ" akhirnya dirumah jadilah panggilan kesayangannya si Jaki (hihihi).&lt;br /&gt;Dzaki lahir 27 Januari 2006 (27/01/2006) yang kata orang klo angka2nya ditambahkan semua jd 99 (2 +7 = 9, 01 + 2+ 6 = 9). Aku sih ga terlalu "ngeh", tapi as common parents, tentunya berharap yang baik-baik saja semua buat Dzaki.&lt;br /&gt;Sekarang Dzaki lagi belajar jalan, agak lama memang tapi dia maunya tetah sambil lari, sehingga bongkoklah semua orang yang menetahnya. Mulai makan makanan yg kasar, giginya sudah 6.&lt;br /&gt;Yang lucu klo ngambek persis banget mamanya, cemberutnya lama dan dieeeem aja klo lagi ngambek. Sebagai mamanya boleh donk aku bangga sifatku nurun (hihihi narcis banget).&lt;br /&gt;Yang menurun dari papanya, Dzaki suka banget naik mobil jalan-jalan. Tiap minggu memang aku dan suami mengusahakan untuk meluangkan waktu jalan-jalan. Ternyata Dzaki suka banget.&lt;br /&gt;Kalau mobil merah papanya sudah nyala mesinnya dan dia masih diluar, pasti si Dzaki akan nangis takut ditinggal.&lt;br /&gt;Saat ini "kendaraan pribadi" Dzaki adalah "scoobek" (singkatan scooter bebek), sebuah sepeda warna biru dengan bentuk bebek yang bisa dikayuh maupun didorong, dilengkapi dengan atap.&lt;br /&gt;Tiap pagi dan sore, rutin Dzaki ditemani papa, mama atau susternya keliling kompleks dan taman naik "scoobek".&lt;br /&gt;Makanan favoritnya Dzaki saat ini nasi lembek dengan sup makaroni. Dia paling benci buncis.&lt;br /&gt;Film kesukaannya saat ini Tweenies dan Barney, dan lagu favoritnya " if you happy than you now clap your hand........plok plok"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-117490281590603730?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/117490281590603730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=117490281590603730' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/117490281590603730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/117490281590603730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2007/03/after-14-months.html' title='After 14 months'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-113677538780292903</id><published>2006-01-09T08:14:00.000+07:00</published><updated>2008-01-14T15:45:26.541+07:00</updated><title type='text'>Progo River, a right place to rise your adrenalin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Minggu sore kemarin (8/1/2006) jam 18.30 aku dan suami udah duduk manis nongkrongin tayangan TV. Iya, aku nungguin nonton tayangan "Lintas Batas" di Global TV yang akan muterin pengarungan Sungai Progo, Jawa Tengah oleh teman-teman &lt;/span&gt;&lt;a href="http://palapsi.net/"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;PALAPSI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt; Desember yang lalu. Tayangan sendiri cukup singkat, durasi 30 menit, diawali dengan sekilas info tantang sungai Progo, keganasan jeram-jeramnya, dan cerita kilas balik anggota &lt;/span&gt;&lt;a href="http://palapsi.net/"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;PALAPSI &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;yang menjadi korban keganasan sungai Progo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penggemar olah raga arung jeram, penyuka tantangan (bahasa kerennya di Psikologi : Risk Taker &amp;amp; Sensasion Seeker), Progo memang menjanjikan itu semua. Jeram-jeramnya yang panjang-panjang, dan beberapa termasuk kelas IV, gradien sungai yang cukup tinggi, cukup membuat nyali bergetar. Apalagi ditambah dengan cerita banyaknya korban keganasan sungai ini, baik dari kalangan pengarung jeram atau penduduk. Hanya dengan persiapan matang, kekompakan team dan skill dari skipper yang handal dan berpengalaman yang dibutuhkan untuk bisa mengarungi jeram-jeram Progo dengan selamat. Sepengetahuanku, sampai saat inipun Sungai Progo tidak dibuka untuk pengarungan wisata model S. Citarik di Jabar atau S. Ayung di Bali. Barangkali karena resikonya yang terlalu besar bagi wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa di &lt;/span&gt;&lt;a href="http://palapsi.net/"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;PALAPSI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt; dulu pun biasanya menerapkan sistem latihan yang bertahap sebelum anggota baru diperbolehkan mengarungi Progo. Yang pertama....mendayung di selokan Mataram dulu, untuk memperbaiki teknik mendayung dan to increase your power. Huahaha kebayang enggak sih air selokan Mataram yang coklat dan merupakan tempat pembuangan limbah rumah tangga sekitarnya. Tapi dengan semangat Never Give Upnya &lt;/span&gt;&lt;a href="http://palapsi.net/"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;PALAPSI &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;(NGU), para anggota baru ini tetap berlatih di selokan, walaupun dengan resiko setelah itu ....badan berbau anyir dan gatal bukan main. Step kedua, mengarungi sungai yang gradenya tidak terlalu tinggi. Dekat Yogyakarta, S. Elo merupakan tempat yang paling sering untuk latihan. Baru setelah memiliki "jam arung" (bukan jam terbang) yang cukup di S. Elo baru kita diajak mengarungi S. Progo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat pengarungan pertamaku di Progo sekitar tahun 1995. Pertama kali melihat sungainya di tepiannya....rasanya pengen pulang saja. Lebar sungainya yang 2-3 kali dari S. Elo yg biasa jadi tempat latihan, belum lagi airnya yang secoklat susu coklat, dan terlebih lagi....aku ini tidak bisa berenang (ini bukan NGU tapi nekad berat). Air yang coklat ini akan menyulitkan mencari pendayung yang terlempar. Untungnya para skipper &lt;/span&gt;&lt;a href="http://palapsi.net/"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;PALAPSI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt; memang benar-benar bisa dihandalkan. Selama pengarungan demi pengarungan (entah sudah berapa kali) di S. Progo, belum pernah kecemplung. Doaku sepanjang pengarungan Progo biasanya : "Ya Tuhan jangan sampai terbalik", "Ya Tuhan jangan sampai aku atau temanku kecemplung", "Bapak, Ibu maafkan aku kalau terjadi apa-apa". Anehnya tetap saja aku mengulanginya berkali-kali kesana hahaha. Belum lagi pengarungan Batang Sinamar (Sumareta Barat) yang benar-benar masih perawan tahun 1997. Berbekal peta yang terbatas dan sekali lagi NGU, sungai ini benar-benar menawarkan tantangan yang boleh dibilang sekelas Progo, bahkan lebih banyak memberikan kejutan dengan jeramnya yang panjang-panjang tidak putus-putus, tonggak-tonggak karang dan batu -batu runcing di tengah sungai, bahkan air terjun yang terpaksa kita tidak mungkin mengarunginya. Bedanya dengan Progo sungai ini benar-benar masih perawan, airnya biru jernih, dan pemandangan dan hutan tropis yang eksotis. Its only once in a life time.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Itu 10 tahun yang lalu.......sekarang benar-benar aku ini jadi chicken. Melihat tayangan kemarin, baru aku mikir, gila juga ya dulu nekad habis. Lihat jeram-jeramnya, dan aku sampai sekarangpun tetap tidak bisa berenang. Pantas dulu Bapak-Ibuku selalu menentang habis kegiatan ini...dan aku selalu berhasil kabur (hehehe).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/1600/nana13.0.jpg"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="175" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/320/nana13.0.jpg" width="320" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Sekarang jika ada kesempatan arung jeram dan kumpul-kumpul, aku lebih memilih arung jeram wisata yang aman, dan tidak perlu capek-capek mendayung. Kebetulan di sekitar Jawa Barat banyak sungai-sungai yang dikelola untuk tujuan ini. Dua tahun yang lalu, ngumpul bersama dengan beberapa teman &lt;/span&gt;&lt;a href="http://palapsi.net/"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;PALAPSI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;, dan ber'fun rafting' di sebuah sungai di Jawa Barat yang dikelola oleh salah satu operator. Benar-benar pengarungan turis, dan kita harus menuruti komando skipper dari operator. Kebayang donk muka teman-temanku yang dulu para mantan skipper di Progo, gondok berat kalau ingin mengambil jalur lain yang lebih menantang tapi dilarang oleh skipper dari operator. Sepanjang pengarungan kita saling mengejek tentang itu, hahaha. Habis kentara banget raut mukanya tidak puas. Foto dibawah ini adalah foto para mantan skipper &lt;/span&gt;&lt;a href="http://palapsi.net/"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;PALAPSI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt; setelah ber 'fun rafting'.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" height="169" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/320/nana14.jpg" width="320" border="0" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;By the way, what if in the future Shorai pengen terjun ke aktifitas ini? Waduh kayaknya emaknya akan seperti orangtuaku dulu, atau bahkan lebih strict karena emaknya sudah tahu resikonya seperti apa. "Shorai, 'fun rafting' aja dech kalau kamu pengen". "Kamu boleh ikut kegiatan apa saja asal jangan yang ini...". Yang lucu papanya Shorai selalu pengen turun ber "fun rafting" kalau lagi main ke Citarik... "Papa, NO, ga boleh ga boleh ga boleh". Arief : "Lho kenapa say, ini kan Citarik ga papa, lagian dulu kamu juga suka kegiatan ini?" . Speechless dech...&lt;/span&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 258px; CURSOR: hand; HEIGHT: 206px; TEXT-ALIGN: center" height="189" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/320/nana15.jpg" width="253" border="0" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-113677538780292903?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/113677538780292903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=113677538780292903' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/113677538780292903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/113677538780292903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2006/01/progo-river-right-place-to-rise-your.html' title='Progo River, a right place to rise your adrenalin'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-113654413191119958</id><published>2006-01-06T17:41:00.001+07:00</published><updated>2009-01-23T11:20:04.623+07:00</updated><title type='text'>Story of Tonari no Totoro</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 155px; CURSOR: hand; HEIGHT: 148px" height="135" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/320/tottoro%20classic%201.jpg" width="128" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;The story opens with 11-year-old Satsuki and 4-year-old Mei Kusakabe riding in a truck making its way down a country road in rural 1950's Tokyo. Along with their father, a professor of anthropology at a Tokyo university, the girls are on their way to their new home in the country. Their mother is recovering from an illness, and they have bought a house to provide her a more healthy environment to recover in. A massive camphor tree towers in the sky as they approach the gateway to their home. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Once they arrive, the girls immediately scamper up the trail dug under the camphor tree on their way to the house. They run around the house exploring, excited at all the room available in both the house and it’s acreage after the crowded apartment blocks of Tokyo.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satsuki comes across an acorn lying on the floor. She quickly finds another and wonders if squirrels are living in the house and leaving them behind. Mei quickly joins in the search for acorns. Their father tells them they need to open the storm shutters to start airing out the house, and the girls run off to do so. They open the back door onto the bathing area, and a cloud of black cinderpuffs scatter into the cracks and crevices. Startled, they report what they saw to their father, who hypothesizes that they must be ma-kuro kurosuke (essentially, a play on the Japanese words for pitch-black and Mr. Black) and explains that when you enter a dark place from bright sunlight, black spots appear before your eyes. Agreeing that what they saw must have been the ma-kuro kurosuke, they start yelling for them to appear, to no avail. Their father tells them to open the upstairs windows, so off they go. Once they open the door, again they see a quick flash as the ma-kuro kurosuke escape from the light. Satsuki leans out of the window to tell her father the house is haunted, and he replies he has always wanted to live in one. As Satsuki runs back downstairs, Mei approaches a crack in the wall where the ma-kuro kurosuke escaped and sticks her finger in. She is immediately enveloped in an explosion of the creatures as they all climb the wall and escape into the attic, except for one fellow that Mei "captures" and runs downstairs to show to Satsuki and her father.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;She runs into an old woman, who is introduced by their father as a neighbor who had watched the house until they arrived. Mei excitedly opens her hands to show them her captive, and is surprised to find her hands covered only in soot. Satsuki notices that both her and Mei have tracked soot down from the upper floor, and the neighbor-lady comments that they found the susu-atari (fluffy soot balls). The girls ask if they are like ghosts, and the neighbor-lady replies that they are harmless and only occupy vacant houses. Now that there will be people living there, they are probably deciding to leave in the night.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Next, the girls go get water and help clean the house. Kanta, the boy they had seen earlier on the road on the way to the house, arrives with a basket of food for them. Not expecting to see Satsuki, he stiffly hands her the basket and makes his escape, stopping long enough to tell her that her new house is haunted. They all have lunch and granny eventually heads home and Satsuki heads out to collect firewood for the bath. A large gust of wind suddenly springs up and washes over her, disappearing as fast as it had arrived. Later, in the bath as the storm rages outside, the girls are frightened by the creaking and moaning of the old house. Their father suddenly starts laughing, explaining that laughter makes fear runaway, and the girls join in.And in the attic, the ma-kuro kurosuke fly off into the camphor tree...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;That morning, the family hops on their bike and rides to visit their mother in the hospital. Satsuki tells her mother that their new house is haunted, and she replies much like her father, adding she wants to meet the ghost. With both their parents unconcerned, the girls feel better about the situation. Satsuki and Mei visit with their mother while their father speaks with the doctor. On the w&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/1600/totoro01.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/320/totoro01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ay home, Satsuki remarks that mother is looking better and their father explains that she should be able to come home soon.The next morning, Satsuki makes lunch for everyone and then the Kusakabe’s sit down for breakfast. Shortly thereafter, one of Satsuki’s schoolmates calls for her and she dashes off. Mr. Kusakabe starts to work while Mei goes out exploring. She eventually comes across another acorn like they found in the house.Suddenly, she sees a small translucent white creature (a Chibi Totoro) walking along. She falls in behind it and the creature turns back, notices her, and darts off under the house. Mei immediately starts looking for it, but the creature appears on the other side, now with a larger blue version (a Chu Totoro) carrying a bag. The bag has a small rip, through which acorns are falling out. Mei gives chase to the both of them, and they scurry off into a tunnel under the camphor tree. Undeterred, she heads in after them, losing her hat in the process. She scrambles along the path, eventually falling out into a large forested cavern where a massive Totoro is sleeping in its den... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satsuki returns home from school and, not finding Mei, starts searching for her with her father. They find her hat and, deeper in the underbrush, Mei herself, sleeping. They wake her up, and Mei asks where the Totoro is. She goes running back down the tunnel, only to re-em&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/1600/si%20tottoro%202.gif"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 154px; CURSOR: hand; HEIGHT: 170px" height="73" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/320/si%20tottoro%202.gif" width="124" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;erge a moment later a few feet from where she entered, the pathway she had taken earlier now gone... Depressed, she reiterates that she really did meet the Totoro. Her father remarks that she must have met the Guardian of the Forest. On the way back to the house, Satsuki remarks how big the camphor tree is and their father remarks that his father had seen the tree and house when he was young and fell in love with it, which is why he chose to bring his family here. They stop and give formal thanks to the tree for taking care of Mei.That night, Satsuki writes to her mother about Mei’s meeting with the Totoro and how she hopes that the Totoro will visit her, as well.Outside, on a branch of the camphor tree, the three totoros play a tune... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;At school the next day, Satsuki is called outside by granny, who has Mei with her. Their father is at the university for the day and Mei was supposed to stay with granny, but she insisted on being with Satsuki. Sighing, Satsuki says she will ask the teacher if Mei can stay with her in class.On their way home, a rainsquall breaks out and they seek shelter in a roadside shrine to Jizo-san, the patron saint of travelers. Kanta walks past with an umbrella, but seeing Satsuki, he turns around and tells her to take it. Confused, Satsuki is not sure what to do, so Kanta leaves it on the ground and runs off into the storm.Back at his house, Kanta is building an airplane and is cuffed by his mother for forgetting his umbrella. Satsuki and Mei appear to return Kanta’s umbrella and thank granny for watching Mei.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;The girls are waiting at the stop for their father’s bus to arrive. Bored, Mei begins to explore and comes across another shrine, this one to Inari-san, the Fox God. She retreats back to Satsuki, and soon starts nodding off. Satsuki puts her on her back and soon notices the arrival of another passenger at the stop...Surprised to see the Totoro, who is wearing a large leaf on his head, she offers him her father’s umbrella so he will not get (any more) wet. The Totoro takes it and is soon enchanted &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/1600/totoro03.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/320/totoro03.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;by the sound of the rain striking it. The sound wakes Mei, just in time to see the lights of an oncoming bus... The Totoro hands the girls a package and boards his bus.Totoro’s bus departs just before the girl’s father’s bus arrives. He explains that his train was late so he missed the first bus, but they excitedly explain to him what they just witnessed. They open the package once they are home, and are excited to see that it is full of acorns.Satsuki again writes another letter to her mother chronicling the events that happened and how they planted the seeds in a garden hoping that a new forest of acorn trees will grow there.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Later that night, the girls awake and look out to see the three Totoros doing a dance around the garden patch. As they do, the seedlings start to sprout. The girls run out to join them, and all five start to dance as the acorn forest starts to grow at an amazing rate into a massive tree. The largest Totoro throws down a spinning top, and they all hop aboard for a ride across the countryside.The next morning, Satsuki and Mei rush out to the garden to find the great tree gone. However, little acorn tree sprouts have appeared, and they are unsure of they dreamed the previous night’s encounter or not. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;A mailman appears at the Kusakabe residence with a telegram.At granny’s, the girls are helping out in the garden patch. Satsuki informs granny that the hospital is letting mother come home for the weekend to begin to get acclimated.Kanta rushes up with the telegram, which he accepted since no one was home at the Kusakabe’s. Satsuki reads it and it says to call the hospital. Granny informs Satsuki to use the phone at Kanta’s uncles house to call her father. She does, and her father contacts the hospital. When he calls Satsuki back, he informs her that their mother is not feeling as well as they thought and they are going to cancel her homestay so they can monitor her condition. Mei is upset that their mother will not be coming home, and Satsuki grows upset at Mei and the two go their separate ways.Back at the house, Satsuki is worried about her mother and granny says that everything will be all right. Mei, seeing this, decides to take a fresh ear of corn to her mother and heads out on the road to the hospital.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Later on, Satsuki realizes that Mei is missing and starts to search for her. Correctly thinking she may have gone to the hospital, Satsuki starts down the main road, but people she meets inform her that they have not seen Mei. Kanta appears on his bicycle to inform her that they found a sandal by the pond and are searching around that area. They head back to the pond and Satsuki confirms that the sandal does not belong to Mei. Thankful for at least that small blessing, the townsfolk split up and start a general-area search.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satsuki heads for the tunnel to Totoro’s lair and beseeches him to help her find Mei. Totoro takes her to the top of the camphor tree and calls out for the neko-bus, which bounds across the countryside and jumps to the top of the tree. Astonished, Satsuki realizes that no one else can see the cat-bus. Totoro motions for Satsuki to board, as the neko-bus’ sign changes to "MEI". She does, and the neko-bus bounds across powerlines in search of Mei&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/1600/totoro06.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 250px; CURSOR: hand; HEIGHT: 138px" height="132" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/320/totoro06.jpg" width="250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. They find her beside a line of Jizo-san statues and Satsuki and Mei are reunited. The neko-bus’ sign changes to Shichikokuyama Hospital and Satsuki asks if that means the bus will take them to the hospital. The neko-bus smiles, and off they go...At the hospital, Mr. and Mrs. Kusakabe are talking. She explains to her husband that she just has a light cold and that the hospital probably unnecessarily worried the children with the telegram.In the trees, the girls and the cat-bus look in on them.Back in the hospital, Mr. Kusakabe rises and goes to the window. When asked by his wife, he replies he thought he saw Satsuki and Mei laughing in the trees. He sees an ear of corn on the windowsill and hands it to his wife.Engraved on the husk are the words "To Mother"...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff99;"&gt;Source : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.nausicaa.net/miyazaki/totoro"&gt;&lt;span style="color:#ffff99;"&gt;http://www.nausicaa.net/miyazaki/totoro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-113654413191119958?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/113654413191119958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=113654413191119958' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/113654413191119958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/113654413191119958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2006/01/story-of-tonari-no-tottoro.html' title='Story of Tonari no Totoro'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-113651878580354104</id><published>2006-01-06T10:35:00.000+07:00</published><updated>2006-01-06T17:48:17.336+07:00</updated><title type='text'>Demam Sazae san</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku mengenal &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sazae-san"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sazae san&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ketika iseng ke toko buku seken di dekat asramaku di &lt;a href="http://www.pref.chiba.jp/english/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Chiba&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, 5 tahun yang lalu. Aku mencari-cari buku komik untuk belajar bahasa Jepang dan membaca kanji yang sederhana, sekaligus menyalurkan hobiku membaca komik. Saat pertama melihat komik &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sazae-san"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sazae &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;san&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;ini, aku langsung jatuh cinta. Format bukunya lebih kecil daripada komik-komik Elex media, bersampul double, kertasnya agak tebal kekuningan dan bagus dengan gambar tokoh kartun yang tergolong simple . Harganya saat itu 100 Yen, untuk seken, sangat terjangkau. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ceritanya berkisar kehidupan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sazae-san"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sazae san&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan keluarganya di era tahun 40 an. Nama-nama tokoh keluarga menggunakan nama-nama laut. Misalnya nama keluarga mereka adalah &lt;em&gt;Isono &lt;/em&gt;yang artinya laut, &lt;em&gt;Sazae&lt;/em&gt; adalah nama sejenis kerang&lt;em&gt;, &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; Katsuo&lt;/em&gt; adik Sazae artinya sejenis ikan tuna. Dengan background kehidupan keluarga Jepang tahun 40 an dan kekonyolan tokoh-tokohnya, komik ini menjadi favoritku. Kebetulan tiap hari Minggu sore diputar film animasinya di Fuji TV, so tiap Minggu sore jika tidak sedang a&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/1600/sazae%2006.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 153px; CURSOR: hand; HEIGHT: 178px" height="257" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/320/sazae%2006.jpg" width="133" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;da acara aku sudah nongkrong di depan TV kecil di kamarku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sazae-san"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sazae san&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ditulis oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Machiko_Hasegawa"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Machiko Hasegawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, awalnya dipublikasikan sebagai strip komik di koran lokal, sebelum dilanjutkan oleh Asahi Shinbun , koran nasional terbesar di Jepang. Selanjutnya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sazae-san"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sazae san&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;menjadi sangat populer di Jepang, dan mengena di hati masyarakat Jepang. Machiko Hasegawa menulis komik ini hingga tahun 1974. Untuk mengenang perjalanan si &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sazae-san"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sazae san &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;dan penulisnya, di &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tokyo"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tokyo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; didirikan &lt;a href="http://www.tcvb.or.jp/en/infomation/5museum/19hasegawa.html"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;museum Sazae san&lt;/span&gt;,&lt;/a&gt; bahkan nama jalannya dinamakan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sazae-san"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sazae san&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Lucu banget ya.&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/1600/hasegawa_shazae-san%202.gif"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 141px; CURSOR: hand; HEIGHT: 175px" height="145" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/320/hasegawa_shazae-san%202.gif" width="182" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selama mukim di Jepang aku kumpulin komik &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sazae-san"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sazae san&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ini sedapatku dari toko buku seken, karena aku tidak yakin komik terbitan barunya ada. Sayang aku tidak sempat berkunjung ke museumnya dan tidak mendapatkan filemnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lima tahun berlalu, aku masih menggemari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sazae-san"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sazae san&lt;/span&gt;,&lt;/a&gt; sayang komik ini tidak masuk disini, barangkali kalah dengan komik-komik baru. Komik-komiknya masih kubaca, sampai berulang-ulang rasanya tetap lucu. Kata Yasser, temanku di &lt;a href="http://www.pref.chiba.jp/english/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Chiba&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, filem animasinya masih diputar tiap minggu sore, wooow hebat, berarti sudah sejak 1969 tokoh ini ditayangkan di TV.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk seri bukunya aku belum punya lengkap, aku coba liat di &lt;a href="http://www.amazon.com"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;www.amazon.com&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; dan penerbitnya &lt;a href="http://www.kodansha-intl.com/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kodansha&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; waaah harganya sekitar sejuta untuk yg bilingual versi baru, itupun hanya 1 volume yg terdiri dari beberapa nomer. Sedih banget aku. Atas kebaikan hati Nick, temanku yang mukim disana, dia mencarikan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sazae-san"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sazae san &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;di toko buku seken, dan mengirimkannya ke aku. Nick bilang kalau dia mudik atau ditugasin kantornya ke Jakarta dia akan bawakan lagi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sazae-san"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sazae san&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Aduh how lucky I am. Thanks ya Nick. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-113651878580354104?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/113651878580354104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=113651878580354104' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/113651878580354104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/113651878580354104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2006/01/demam-sazae-san.html' title='Demam Sazae san'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-113644469502560823</id><published>2006-01-05T13:45:00.000+07:00</published><updated>2006-01-06T15:12:43.286+07:00</updated><title type='text'>2006 Resolution</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;2006 ini ada target yang ingin kucapai. Tidak terlalu muluk-muluk : Tahun ini belajar menjadi mama yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi mama...wow belum pernah terbayang sebelumnya. Selama lajang bayanganku hanya karir, traveling, cari uang, kejar ilmu. Wah jadi mama belum pernah terlintas sebelumnya.&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku saja banyak yang ragu apakah aku bisa menjadi "luwes" sebagai mama.&lt;br /&gt;Karena selain aku lama hidup sendiri, plus agak judes (hihi) dan juga tidak terlalu suka dengan anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku pada bilang kalau nanti aku jadi "Mama Kopassus" karena aku selalu galak dan tidak suka ponakan-ponakan atau anak kecil yang ribut atau nakal. Bahkan sering aku dijadikan tokoh untuk menakut-nakutin ponakan kecil yang tidak mau tidur..."hayo...nanti ada tante Nana lho", dan ponakan yang baru berusia 2 tahun itu langsung menutup muka dengan bantal dan berusaha tidur. Waaah seseram itukan aku buat anak-anak kecil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menghitung hari lahirnya si Pip-Pip (nama Shorai selama di dalam perut), dalam kepalaku menari-nari bayangan menjadi mama yang baik, apa saja yang akan kulakukan, bagaimana aku akan bereaksi jika anakku begini begitu, dan menimbang-nimbang reaksi apa kira-kira yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga membaca buku, artikel pendidikan anak, mengamati keluarga sanak saudara cara mereka mendidik anak, untuk mendapatkan pola yang kira-kira baik untuk membesarkan anak nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu apakah ini efektif atau tidak, yang jelas tahun ini dan tahun-tahun berikutnya aku berniat menjadi mama yang baik, memberikan kasih sayang tulus tanpa memanjakan, dan menyiapkan anakku agar menjadi orang yang berguna dan mandiri nantinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-113644469502560823?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/113644469502560823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=113644469502560823' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/113644469502560823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/113644469502560823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2006/01/2006-resolution.html' title='2006 Resolution'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18388465.post-113636619418552592</id><published>2006-01-04T16:09:00.000+07:00</published><updated>2006-01-06T15:15:49.816+07:00</updated><title type='text'>What was on 2005</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tahun 2005 telah usai, dan memasuki 2006. Tidak terasa 1 tahun sudah terlewat. Apa saja yang telah aku lakukan tahun 2005 . Yang jelas tahun 2005 banyak perubahan besar yang terjadi, minimal buat diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama aku memutuskan untuk menikah dengan pasangan pilihanku. Keputusan inipun mengalir begitu saja. Setelah dua tahun pacaran jarak jauh (Makassar-Jakarta), komunikasi hanya via ICQ dan beberapa kali ketemu darat, akhirnya aku memutuskan pindah ke Jakarta agar bisa lebih dekat dengan Arief, suamiku sekarang. Tanggal 26 Maret 2005 , di rumah ibuku di Yogya kami mengikrarkan ikatan perkawinan. Sebuah pesta kecil yang sederhana, dengan tenda-tenda putih, dihadiri oleh sanak saudara, teman-teman dekat dan tetangga. Sekarang aku sudah tidak perlu menjalani hidup sendirian lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 198px; CURSOR: hand; HEIGHT: 183px; TEXT-ALIGN: center" height="235" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4747/1798/320/kawinan_milana.jpg" width="194" border="0" /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hal kedua yang terbesar adalah, ..... aku hamil !!!. Wow, tidak mengira bakal diberi Tuhan secepat itu. Bulan Mei sepulang dari Malaysia, aku dinyatakan hamil oleh dokter. Wah sukar dipercaya rasanya, apalagi rencananya baru bulan September kita baru mau honey moon. Pertanyaan demi pertanyaan yang stupid saling dilontarkan oleh aku dan suamiku..."Kapan emangnya jadinya ya?", "Kok bisa ya? Kita kan jarang ketemu?", "Lho...jadi juga ya latihan percobaannya?", "Kan September baru mau honeymoon" ,...hahaha barangkali begitulah kehendak Yang Maha Kuasa. Kalau dipikir juga inilah waktu terbaik untuk kehamilan pertama, mengingat usiaku yang sudah memasuki kepala 3, dan suamiku yang memasuki kepala 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku tahun 2005 begitu berharga, dan aku bersyukur telah melaluinya dengan penuh arti.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18388465-113636619418552592?l=milanapandanwangi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/feeds/113636619418552592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18388465&amp;postID=113636619418552592' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/113636619418552592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18388465/posts/default/113636619418552592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://milanapandanwangi.blogspot.com/2006/01/what-was-on-2005.html' title='What was on 2005'/><author><name>milanapandanwangi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01093500659312431870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp3.blogger.com/_mvvloqBREwc/R8bTZtW5yAI/AAAAAAAAAEM/3Fjt_a9zmCw/S220/smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
