Monday, January 14, 2008

Duka

Malam malam membaca berbagai literature mengenai autism,penyebabnya, metode terapinya dan membaca sharing teman teman para orangtua yang lain, sering membuatku menangis (and I don’t know why)

Walaupun ketika esok, sang dokter, atau terapis mengucapkan kata kata yang menghibur, tetap saja, kalau Dzaki sudah tidur, masih saja rasanya airmata kok tidak mau berhenti (and I don’t know why)

Merasa sedih, bersalah, cemas akan ke depannya, berharap akan adanya keajaiban esok harinya. Mengamati muka bocahnya pada saat tidur lelap, kupanjatkan doa agar Tuhan selalu mengasihi dan melindungiNya, memberikan kemudahan untuk perkembangannya.

Salah satu ucapan rekan senasib di milist yang membuat hati agak ayem, bahwa Tuhan tidak tidur.

No comments: