Monday, February 16, 2009

Dzaki & Ultah

Seorang anak, entah dia dengan kebutuhan special atau tidak, tetaplah seorang anak.
Seorang anak dengan keinginannya, dengan dunianya, dan pemikirannya.

Pelajaran yang sangat berharga bagi saya,
Adalah hal sederhana, Dzaki anak saya dengan kebutuhan special, yang saya kira selama ini mungkin tidak "aware", "tidak tertarik", atau "belum paham" tentang perayaan Ulangtahun.

3 kali ulangtahunnya dirayakan dirumah, bersama keluarga besar.
Saya rasa, belum saatnya mengadakan pesta yang lebih ramai, disekolah atau di rumah makan.Bahkan seingat kami, Dzaki selalu terganggu di dalam suasana berisik dan musik dengan banyak orang. Beberapa kali kami ke ulangtahun anak saudara atau teman, berakhir dengan Dzaki menangis gelisah, dan kamipun cepat2 pulang.

Namun hari ini, betapa saya dikejutkan. Bahwa anak saya telah "mengerti" dan punya keinginan akan pesta ulangtahun.
Hari ini ada perayaan ultah teman di sekolahnya. Acar tiup lilin, menyanyi dan memberikan kado. Kata baby sitternya, Dzakipun maju ikut meniup lilin di kue tart, selain itu diapun menghampiri tumpukan kado dan ingin membukanya. Tentu saja tidak boleh, karena hari ini bukan ulang tahunnya.

Dzakipun ngambek, menangis di pojok kelas. Perlu waktu untuk membujuknya pulang seusai pesta.

Saya senang, karena Dzaki sudah dapat menikmati kemeriahan pesta, dengan banyak teman dan musik. Namun saya sedih, karena ultahnya sudah berlalu bulan lalu, dan Dzaki tidak mendapatkan perayaannya di sekolah. Saya berjanji, tahun depan adalah pestanya yg keempat dan disekolah, bersama teman temannya.

Wednesday, January 21, 2009

Banjir lagi Banjir lagi

Hueeeeeeeeee akhirnya kebanjiran juga. Setelah minggu kemarin sport jantung atas karena hujan lebat berhari hari dan sungai di klapa gading meluap, lega banjir ga masuk rumah. Kemudian beberapa hari panas, tiada hujan, dan selokan selokan pun telah kering.

Weekend kemarin pun adem ayem. Minggu tgl 18 Januari kemarinpun dilewati dengan tenang, dan tengah malam kami masih sempat mengikuti perkembangan kebakaran di Pertamina Plumpang di TV, dan asapnya pun dapat kami lihat dari tempat jemuran di atas. beberapa wargapun sempat keluar rumah.Lpkasi plumpang sekitar 5-7 kilo dr kompleks kami.

Hujan pun turun mulai jam 2:00 pagi, semua terlelap. Mama terbangun jam 4 pagi, dan mengangkat Dzaki yg suka menggelinding di lantai saat tidur. Mama ke kamar mandi, ternyata di tempat wudhu dan cuci depan kamar mansi sudah tergenang air hitam. Mama langsung melihat keluar jendela, Ya Tuhan, jalanan depan rumah banjir, dan hujan deras sekali. Khawatir karena ketinggian air sudah mencapai tepian teras, mama langsung membangunkan papa dan suster. Kami segera mengangkat barang2 yg masih ada di permukaan lantai, sepatu2, kasur kecil Dzaki di lantai, kulkas dll.

Ternyata benar, tidak sampai 10 menit kemudian air hitam mulai menerobos celah pintu ruang tamu. Hujan deras, dan warga masih lelap. Ada satpam lewat dan berusaha membangunkan warga sekitar. Mama dan Papa juga berusaha membantu menngedor pintu rumah pak RT disebelah. Papa segera menyelamatkan mobil ke tempat lebih tinggi. Warga yg mulai bangunpun segera memindahkan kendaraan mereka.

Saat Adzan subuh, air setinggi mata kaki sudah merata di seluruh rumah. Hanya dapur yg letak ubinnya lebih tinggi yang masih kering. Untung Dzaki masih lelap setelah begadang sampai jam 1 malam. Hujan sudah berhenti. Kami langsung menyeroki air keluar.

Jam 6:30 air sudah terserok keluar. Mama mulai memasak, dan yg lain bersih2 rumah.Dzaki masih lelap boboknya. Untung lah, karena dengan demikian kami bisa bersih bersih dengan tenang.

Air di jalanan masih tinggi, bahkan di rumah tetangga yg terletak di lokasi yg lebih rendah, masih tergenang air.

Dzaki bangun jam 11 siang, saat itu rumah sudah bersih, walau jalanan depan masih tergenang. Mama kena encok pegel linu (sudah lama ga kerja fisik nih).Maka kami bergantian tidur dan menjaga Dzaki.

Sore itu beberapa anak warga yg rumahnya masih belum beres main kerumah, saat orangtua mereka beres beres rumah dan istirahat. Dzaki senang dan senyum senyum melihat mereka datang dan bermain. Jalanan masih tergenang jadi Dzaki tidak bisa jalan jalan sore (uggh Dzaki suka banget main becek becek)

Kami bersyukur banjir tidak terlalu lama dirumah, namun rumah nenek kota 10 menit dari tempat kami masih banjir selutut dan baru surut menjelang sore. Untuk kesana tidak memungkinkan krn jalurnya ditutup krn air setinggi paha.

Untung sebelumnya mama bikin donat dan klepon yang banyak, hehe lumayan menghibur diri saat kerja keras menguras air di rumah.

Friday, January 16, 2009

Es Krim tanpa susu tanpa telor

Es Putarnya Mariena Payne, tanpa telor, tanpa susu

Ingredients:
  • 2 cups air matang
  • 2 cups gula castor
  • 6 kantong teh hijau1 cup santan
  • Juice dari perasan 1/2 lemonB
  • eberapa tetes pasta Pandan

    Directions:
    1.Masak air dengan gula dengan api kecil, aduk2 sampai gula larut.
    2. Biarkan mendidih, lantas masukkan kantong teh, sambil di aduk aduk.
    3. Angkat dan dinginkan, buang kantong teh nya.
    4. Tambahkan air lemon, dan pasta pandan, lantas aduk sampai rata.
    5. Masukkan dalam kulkas kira2 1 jam, lantas tambahi santan, aduk rata.
    6. Tuang ke dalam wadah yg pendek ( spy cepet beku nya ), masukkan ke dalam freezer.
    7. Kalo bagian pinggir mulai kelihatan beku an, keluarkan dari freezer.
    8. Masukkan ke mixer atau blender, blender kira2 5 menit.
    9. Tuang lagi dalam wadah nya, lantas masukkan freezer lagi.
    10. Ulangi proses blender dan freezer sampai 2 atau 3 kali.

    Hmm next time diutak atik rasa lain ah.

Wednesday, January 14, 2009

PR Dzaki

PR SI Dzaki :
1. Brushing
2.Tengkurap di atas bola besar dan dijalankan
3. Tengkurap bertumpu pada kursi dan memindahkan ring
4. Pijet2

Semua 3 kali sehari
Dzaki paling suka bagian pijet2 (wah ini mama juga mau hehe)

Musim Banjir tlah Tiba

Kemarin jam 6.30 pagi, berangkat ke kantor, ternyata untuk keluar Kelapa Gading terhalang macet dan genangan air. Sungai di samping MKG pun sdh setinggi jalan. Mama memutuskan kembali kerumah, belanja beras dan kebutuhan dipasar, mengangkati barang barang dirumah. Dzaki masih bobok. Papa yang sedari pagi sudah males berangkat, memutuskan untuk off. Mama berangkat ke kantor naik busway, jam 9.00. Jalanan perintis hingga Cempaka Putih menjelang RS Islam memang menggenang. Maka busway pun tersendat, karena kendaraan memasuki jalur busway untuk menghindari genangan yang lebih mirip kubangan besar.

Sampai di kantor jam 10.30, cuaca sudah cerah. Sore pulang sedikit gerimis, tapi lancar. Genangan yang ada di pagi hari pun sudah surut. Dzaki dan papa seharian main di rumah nenek (nenek kota). Hmfff papa bukannya mberesin rumah siap siap banjir dan beli perbekalan....gas dirumah pun ga diisi.

Pagi tadi keadaan jauh lebih parah. Luapan sungai sudah memenuhi jalanan. Beberapa sudah masuk ke kompleks perumahan. Jalanan depan mall, kemudian depan ruko2 ke arah Artha Gading, sudah tergenang. Papa (yg dah mungkin bolos lg) dan mama berangkat dengan cemas. Apalagi hujan deras.Dzaki masih bobok. Mungkin siang nanti jika hujan masih mengguyur mama ijin agar bisa mengungsikan Dzaki, karena takut nanti sore-malam air tambah tinggi.

Barusan menelepon suster , laporan hujan masih deras dan...gas habis (haiyaaaaaa kemarin yg off seharian kok ya ndak beli, off malah main ke nenek kota seharian, bukannya belikan perbekalan).Takutnya semakin siang air sudah tinggi dan ga bisa kemana mana lagi untuk beli logistik.

Moga moga Banjir ga masuk ke rumah Dzaki.

Monday, January 12, 2009

SOTO SAPI BATAS KOTA-KEBUMEN











Sebenarnya tempat ini tidak sengaja dapatnya. Waktu balik dari Yogya ke Jakarta, kami berangkat subuh. Jam 9 pagi perut sudah keroncongan karena berangkat tanpa sarapan. Pas didaerah Kebumen, celingak celinguk cari tempat makanan (karena masih pagi memang banyak yg belum buka). Akhirnya mata tertambat pada pondok di sebelah kiri (dari arah Yogya) dengan spanduk hijau "RM HIDAYAHBATAS KOTA, SOTO SAPI". Ada beberapa mobil Plat "B" disana, belum terlalu ramai.

So gambling gambing , karena memang belum pernah coba, tapi perut sudah lapar apadaya, harus berani coba. Ternyata uhuuuy ga salah firasat, tempatnya lumayan nyaman, bersih., cukup luas dan banyak pilihan, mau duduk di warung bagian depan dalam ruangan, di emperan dengan angin sepoi2, atau lesehan di bangunan sebelah.

Soto sapi kuah bening dengan daging yang lembut pun terhidang. Nasinya dipiring terpisah uhuuuy porsinya gede banget. Masih ada pengiring gorengan tempe mendoan. Menu lain adalah nasi rames, dan ada menu....ehm ehm balado petai.......nyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaam.

Pesan 1 nasi rames (dengan 2 sayur dan 1 ikan), 3 soto sapi, 2 nasi putih dan 3 teh manis cuman bayar 46 ribu. Murah tenan, wareg pisan. Cihuuuy perbendaharaan tempat isi perut di perjalanan pun bertambah 1.
RM HIDAYAH BATAS KOTA
(200 meter sebelum tugu batas Kebumen, dr arah Yogya)








Friday, January 09, 2009

Dzaki & Ice Cream

Dzaki sulit menerima makanan yang baru, entah kue, buah, puding, snack.
Entah kenapa untuk ice cream dia sangat suka. Mungkin karena texturnya lembut dan rasanya, serta sensasi dingin ice cream. Tapi puding kok ga mau ya (???)

Sebulan yang lalu tepatnya Dzaki mulai kenal ice cream. Itu karena tiap kali ke mall, dia lama melihat konter gellato, berdiri didepannya, akhirnya saya belikan, walau tdnya saya mikir " ah pasti ditolak seperti tawaran makanan lainnya". Tak dinyana, sesendok demi sesendok, Dzaki mulai makan, sampai 10 sendok, dan dia senyum senyum senang.
Dan tiap kali ke mall, pasti Dzaki akan berhenti lama dan baru beranjak jika dibelikan Gellato.

Pun dengan ice cream, suatu sore lewatlah gerobak Walls di perumahan. Anak anak pun berlarian. Dzaki pun menarik2 saya agar ikut ke gerobak Walls. Akhirnyapun saya belikan 1 cup dan...ludes. Yang saya heran ...kok Dzaki bisa tahu ya bahwa yang lewat itu gerobak ice cream, apakah dari belnya, atau gambar2nya? I mean, kan banyak gerobak roti, siomay, macam2 makanan yang lewat. Berarti Dzaki sdh bisa membedakan yang liwat donk.

Tantangan mama adalah, membuat ice cream homemade bebas telur, susu sapi dan pemanis sintetis, serta perasa buatan.

Masalah Tidur Dzaki

Tidur merupakan salah satu problem Dzaki. Jaman sejak usia 4 bulan sampai 1,5 tahun tidurnya agak mengerikan. Dalam 24 jam dia hanya tidur 2-4 jam. Dari saya pulang kantor sampai berangkat pagi Dzaki ga tidur. Atau, tidur siang 2 jam saja, dan semalaman tidak tidur.

Setelah mengikuti SI dan berenang, sdh agak lumayan, sempat tidurnya menjadi normal. Kalau akhir akhir ini, jam tidurnya yang kebalim -balik. Walaupun total tetap 8-10 jam, tetap saja memusingkan.

Ini beberapa polanya yang ga teratur :
- Kalau Dzaki bangun jam 10 pagi. Nanti tidur sore jam 3 atau jam 4, bangun jam 7 malam. Tidur lagi jam 2 pagi.

- Kalau Dzaki bangun jam 8 pagi, terus seharian ga bobok, sekolah, main. Diusahakan ga bobok sore atau siang. Terus jam 8 tidur (kami langsung lega). Apa yang terjadi? Dia bangun jam 2 malam, dan main sampai jam 7 pagi.

- Kami bawa berenang lagi siang, sore kecapekan tidur, jam 9 malam bangun lagi, main sampai jam 1 malam

Belum ketemu nih polanya yg bs benar.

Wednesday, January 07, 2009

Tuesday, January 06, 2009

Alternatif yang patut dikunjungi di Yogya

Ini adalah hal hal relative baru, jika sdh bosan dgn oleh2 yang itu itu saja, atau makanan yang itu itu saja dari kampung saya.

1. Heraton Craft
Usaha kerajinan tas anyaman, langsung ke pengrajinnya.
Kalau mau ke arah Kaliurang, di SPBU kilometer 9, sebrangnya ada gang masuk. Masuk saja terus, lurus, nyeberang persawahan, tanyakanlah Heraton kerajinan tas. Maka penduduk sekitar pasti akan memberi petunjuk. Harga karena dari pembuatnya, jauh lbh murah dr yang sudah dipajang di Mirota Batik atau Butik.

Alamat lengkap :
Heraton CraftPusat Kerajinan Tas Anyaman Palgading, Siduharjo, Ngaglik, Sleman JI. Kaliurang Km.10Tel: (0274) 886630 HP: (0818) 815804

2. PIA DEVA
Bagi yang bosen bakpia biasa, ini inovasi bakpia, kulitnya keras, bentuknya kotak,lebih tahan lama.Isinya macam2 keju, coklat, nanas dll. Salah satu gerainya paling mudah didapat yaitu di sebelahnya RM Ayam Goreng Suharti, jl. Laksda Adicucipto (tahu kan, yg mau ke Bandara). Disampingnya ada kios tulisan "PIA DEVA" warna hijau.Kemasannya juga hijau terang yg menarik. Harga Rp. 11.000,- - Rp. 12.000,-. Ada juga ampyang coklat, tapi rasanya mirip biskuit kue semprit rasa coklat yg dikasih kacang . Info lengkap PIA DEVA klik disini : PIA DEVA

3. Bakmi Pasar Colombo (malam)
Karena lelah ngantre di bakmi KADIN, cobalah bakmi Colombo, jalan Kaliurang Km. 7. Di sebelah kanan (dari arah kota Yogya) ada Pasar Colombo, mulai jam 7 malam jualan bakmi dan nasgor di pintu masuknya. Bakminya mantap, harga bersahabat (Rp. 7500,- yang biasa pake telor). Lesehan di pintu pasar, dan ngantrenya agak sabaran krn memasaknya satu satu.

4. Soto Sawah Bu Tin
Sarapan soto kegemaran, tapi mau ke Soto Sawah yang dekat godean sana kok jauh. Nah di utara pasar Colombo (jalan Kaliyrang km 7) jalan keutara dikit. Jalan kaki aja cukup kok dari pasar. Ada warung "Soto Sawah Bu Tin". Soto ayam yg segar, mantap, daging ayamnya lumayan (ga kayak soto2 ngetop itu yg smkn dikit isi sotonya). Potongan gorengan ati ampela pun siap dihidang dimeja. Minuman enaknya Dawet khas warung itu. Pagi jam 7 sdh buka. Lebaran kemarin buka. Klo kesorean sering habis.Warung kecil, pakai spanduk doang tulisannya. Ga pake ngantre.Penjualnya ramah.

5.Coklat Monggo
Coklatnya di gerai mall Jakartapun sudah ada (salah satunya di Farmers Market MKG). Tapi kalau mau ke rumah produksinya, kalau pas sekalian jalan2 ke Kotagedhe, bisa mampir ke :
CV. Anugerah Mulia/Cokelat MonggoJl. Dalem KG III/978 Rt. 043 Rw. 10,Kel. Purbayan Kotagede 55173Yogyakarta - IndonesiaTel: 0274-7102202Fax: 0274-373192email: caca06mania@yahoo.comwww.chocolatemonggo.blogspot.com

6. Teng teng Gepuk Macan
Hmm siapa tak tahu ting ting kacang Garuda? Ini lebih dahsyat. Beda sama yg dijual dibungkus segitiga gambar klenteng. Ini bungkusnya kertas, lebih gede, harum dan kacangnya lebih nyoss.
Di jual pembuatnya di kios keciiiil di rumahnya jalan Jagalan no 12 Yogyakarta.Di Jalagan sebenarnya terkenal tukang jagal, sesuai nama jalan, dideretan penjagal dan penjual daging sapi di kios kios rumah. Harga enteng2nya 12-14 rb selusin. Ehm dijalan ini juga terkenal ayam goreng Code. Dr kios ini, terus lurus aja, beberapa meter, setelah lewat beberapa kios daging.
Klo ga sempat ke Jagalan, atau ga nemu, enteng2 gepuk ini dijual juga siy di Konter Bandara Adisucipto, cuman harganya jadi 25-30 ribuan.Di toko oleh oleh juga ada kali yah, kemarin teman ada yg ngubek2 pusat oleh oleh ala jalan mataram katanya ga ada. Dia rindu enting2 yg kami bawa ke kantor.

7. ABON BU REJO
Siapa bilang abon Yogya hanya abon 37 di Wijilan? Males ke Wijilan, sumpek antre. Dan abon ini ga kalah rasa, kualitas dan harga. Yg bikin ibunya teman. Gangnya diseberang gang rumah kakakku, jadi cukup dekat. Diproduksi skala rumah di dalam perumahan, kiosnya dirumah juga, ga pake macet, ngantre kayak di Wijilan. Abonnya abon sapi. Kalau beruntung pas kesana mereka baru masak abon, bisa ngintip ngintip, dan bau harum abon dr samping rumahnya. Alamat. Jl. Kaliurang kilometer 5 (dariUGM, prapatan selokan MM UGM ke Utara yak, arah kalau mau ke Kaliurang, tapi jangan sampai liwati perempatan ringroad apotik Kentungan, itu mah bukan kilometer 5 lagi. Liat ke deretan nama2 Gang Jawa di sebelah kanan (klo dr arah UGM), namanya : gang Grompol no 16. Telepon 0274-580925.

8. SATE KLATHAK
Informasi dari rekan Farkhan, satenya daging kambing. Aduuh saya belum pernah kesini, rasanya ini harus dikunjungi, apalagi waktu bukanya malam-malam. Klik disini untuk lengkapnya : SATE KLATHAK

9. BRONGKOS GADING
Terletak dekat plengkung Gading (alun alun Selatan). Duuh ini dekat rumah nenek, musti dicoba. Klik disini : BRONGKOS GADING

10. YAKKUM

Pusat Rehabilitasi penyandang cacat, letaknya mudah dicari. Kalau mau ke Kaliurang, lewat Jalan Kaliurang, sekitar km 15 (sebelum Universitas UII), sebelah kanan jalan (kalau dr Yogya) ada gedung panjang dgn tulisan YAKKUM. Disana dijual kerajinan tangan hasil kerja para anak didik disana, diantaranya diproduksi juga mainan edukatif.

11. GADO -GADO COLOMBO

Hmm Gado -gado murmer dan porsi besar (di Jakarta Gado gado kemahalan rasanya hoho). Sebenarnya banyak Gado gado enak di Yogya. Di Pasat Bringhardjo ada Gado gado Bu Hadi, Di dekat palang kereta api ada Gado Gado Teteg yg porsinya jumbo, Di Dekat Universitas Sanata Dharma )jl. Mozes Gathotkaca) ada Gado gado Colombo, cabangnya juga ada di tengah kota, jalan Sagan. Petanya Klik disini Gado Gado Colombo cabang Sagan



Yang tertinggal di hati, dari Yogya


Selain kangen sama nenek desa,

Dzaki juga sangat krasan tinggal dirumah tantenya (kakak saya). Disana ada 2 sepupunya Haznan dan Aya, yg selalu mengajak Dzaki main dan becanda. Selama di Yogya Dzaki ga rewel, bangun tidur teratur, mandi ganti baju tanpa acara rewel dan....maemnya buanyaaaaaaaaaaak.

Saya benar2 takjub, makannya lahap banget, bdhal ga disaring atau diblender. Plus mau ice cream sebagai pencuci mulut. Pdhal Suster baru balik kampung ke Wonosari.


Di nenek di desa, Dzaki puas lari-lari trus ...main pasir dan tengkurap di depan kandang ayam sesukanya. Mandi dr gentong, dan sempat main di mata air dekat rumah nenek.

Pas pulang Dzaki marah marah, ga mau maem, ga mau ganti baju, mandi nangis, dan melempari barang barang. Kali dia kesal, pulang lagi ke rumah. Sabar ya nak, nanti kalau libur kita main lagi ke desa nenek. Trus klo banyak rejeki beli property disini (amin amin), sukur2 bisa pindah ke desa untuk usaha baru (hohoho).

Saya jadi ingat diskusi dengan terapist saat sebelum liburan, barangkali jaman dulu autis juga sdh banyak, namum stimulus di lingkungan jaman dulu jauh lebih banyak dan sangat mendukung. Main pasir, main di alam. Dulu saya main di kali hampir tiap hari cari ikan wader (ikan kecil kecil), Dzaki main ke taman kota saja bisa dihitung dgn jari dgn sebulan.